Selasa, 17 September 2013

Pengantar Praktikum Elektronika, di dalam elektronika/ Practical Introduction to Electronics, in the electronics

Pengantar Praktikum Elektronika, di dalam elektronika

(sumber/ source:: Rahman, Achmad.2006. Keterampilan Elektronika. Bandung: PenerbitGaneca Exact.)

Ketrampilan elektronika adalah ketrampilan yang banyak membutuhkan ketelitian kerja dan memerlukan biaya yang cukup besar. Untuk menjaga agar pekerjaan tidak gagal maka pada saat melakukan praktikum harus betul berpedoman pada ketentuan yang ada. Keberhasilan menyolder/ mematri sangat menentukan dalam keberhasilan suatu keterampilan elektronika.

1) hal yang harus diperhatikan agar praktikum berhasil sebagai berikut:
a) memeriksa laat atau bahan yang akan digunakan, apakah sudah lengkap atau belum.
b) persiapkanlah alat dan bahan pada meja praktiukum. Jauhkan benda yang tidak ada hubungannya dengan praktek yang akan dilakukan.
c) pasanglah solder pada stop kontak, dan letakkan solder pada tempatnya. Jangan sekali meletakkan solder di mana saja (tidak pada tempatnya). Guanakn solder setelah benar panas.
2) Hal yang harus diperhatikan menyambung kabel
a) sebelum kabel disambungkan, kabel harus dibersihkan lebih dahulu, karena jika kabel tidak dibersihkan, maka timah tidak akan menempel.
b) bersihkan kedua ujung kabel dari karet dan kotoran yang menempel dengan ampelas (jangan sekali-kali menggunakan air keras dan asam sulfat).
c) setelah kedua ujung kabel bersih, tempelkan timah pada ujung kabel, lalu panaskan dengan solder.
3) hal yang harus diperhatikan pada saat menyambung! Menempelkan komponen pada PCB (Printed Circuit Board)
a) Harus mengetahui komponen yang tidak tahan panas seperti transistor, head, dan IC. Bila komponen tersebut terkena panas langsung akan rusak atau kerjanya tidak sempurna.
b) untuk menjaga agar panas dari solder tidak mengenai komponen, gunakanlah pinset sehingga ujung pinset dapat menyalurkan panas.
4) Hal yang harus diperhatikan pada saat mematri atau menyolder kabel atau komponen pada PCB atau PRT (papan rangkaian tercetak).
a) komponen tidak perlu diberi timah lebih dahulu seperti pada penyambungan di luar PCB1PRT. Tetapi, masukkan kaki komponen pada lubang hole) yang telah tersedia pada PCB.
b) Apabila posisi komponen sudah benar, potonglah kaki komponen dengan tang pemotong.
c) setelah digunting, tempelkan ujung solder pada ujung komponen. Biarkan sebentar sampai daerah disekitar itu panas. Setelah panas, tempelkan timah patri. Setelah timah mencair di sekitar solder, timah diangkat dan solder diangkat.
d) hasil pematrian (penyolderan) yang baik, timah akan terlihat bulat dan mengkilap.
e) pergunakanlah timah patri/ timah kawat yang didalamnya mengandung arpus.
f) jangan sekali-kali memungut timah yang sudah terbakar atau sudah terbuang, karena arpusnya sudah habis terbuang sehingga tidak akan baik hasilnya bila dipakai.
5) Pengetesan solder listrik menggunakan Ohmmeter. Pengetesan solder listrik sangat diperlukan untuk mengetahui:
a) besar tahanan solder
b) mengetahui keadaan solder dalam keadaan bocor atau tidak, dan
c) besar daya yang masuk
untuk menyolder transistor, diperlukkan solder yang panasnya sekitar 15-25 watt. Jadi, jangan terlalu panas.
6) Cara menyolder beberapa komponen listrik
a) menyolder transistor. Transistor merupakan komponen elektronika yang tidak tahan (akan rusak) jika terlalu lama terkena panas. Gunakan besi solder khusus untuk transistor dengan daya antara 15-25 watt.

b) menyolder diode. Cara menyolder diode pada prinsipnya sama dengan transistor.