Selasa, 17 September 2013

Pengertian Sejarah, di dalam Ilmu Sejarah/ Understanding History, in the History of Science

Pengertian Sejarah, di dalam Ilmu Sejarah

(sumber/ source: Nur, Ali. Modul Bahan Ajar Sejarah. Ponorogo: MGMP Sejarah.)

I) Pengertian Secara Etimologi. Secara etimologi sejarah berasal dari bahasa Arab “Syajarah” atau “Syajaratun” yang artinya pohon, akar, keturunan, asal usul, riwayat dan silsilah. Pada abad XIII, kata syajarah diserap ke dalam bahasa Melayu menjadi ‘sejarah’. Akan tetapi di dalam bahasa Arab sendiri, ilmu yang mempelajari kisah pada masa lampau disesbut dengan istilah ‘tarikh’. Dalam bahasa Inggris kata sejarah dikenal dengan sebutan ‘history’ yang berarti masa lampau umat manusia, atau peristiwa dan kejadian yang benar terjadi pada masa lampau. Kata history sendiri berasal dari bahasa Yunani ‘istora’ yang berarti pengetahuan yang diperoleh  dari suatu  penyelidikan, atau jika diperluas mempunyai arti pengkajian terhadap segala sesuatu mengenai manusia secara kronologis.

II) Pengertian menurut para ahli. Pertama, menurut W. J. S. Poerwadarminta dalam bukunya “Kamus Umum Bahasa Indonesia”, pengertian sejarah adalah kesustraan lama, silsilah asal usul, kejadian dan peristiwa yang benar terjadi pad masa lampau, ilmu pengetahuan, cerita tentang kejadian atau peristiwa yang benar terjadi pada masa lampau. Kedua, R. Moh. Ali dalam bukunya “Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia”, pengertian sejarah adalah sejumlah perubahan kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita, cerita dan ilmu yang bertugas menyelidiki tentang perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan disekitar kita. Ketiga, ibnu Khaldun dalam bukunya “Mukadimah”, menurut sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia ata uperadaban dunia dan tentang perubahan yagn terjadi pada masyarakat itu. Dari keterangan di atas bahwa sejarah adalah cerita perubahan, peristiwa atau kejadian masa lampau yang telah diberi tafsir atau alasan dan disusun secara kronologis (berurutan) sehingga membentuk suatu pengertian yang lengkap. Dahulu ada kekeliruan tafsir mengenai sejarah. Sejarah sering diartikan sama dengan dongeng, mite, lengenda, silsilah, dan babad. Benedetto Crose, Hugiono, dan Poerwantana membedakan antara sejarah dengan dongeng, mite, legenda, silsilah, dan babaad sebagai berikut: Pertama,
1) Sejarah adalah peristiwa atau kejadian pada masa lampau yang telah diberi tafsir atau alasan dan disusun secara kronologis (berurutan) sehingga membentuk suatu pengertian yang lengkap.
2) Dongeng, mite, dan legenda adalah cerita tentang kepercayaan lama yang masih hidup ditengah masyarakat.
3) Silsilah (berasal dari bahasa Arab) berarti urutan, seri, hubungan, daftar asal usul keturunan.
4) Babad berasal dari bahasa Jawa yang berarti riwayat kerajaan dan raja.
5) Kronik atau tarikh adalah cerita peristiwa yang disusun menurut urutan waktu tanpa penjelasan hubungan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa lainnya.
6) Dongeng, mite, legenda, silsilah, kronik atau tarikh, dan babad merupakan hasil kesusasteraan lama, jadi bukan sejarah tetapi disebut ‘psuedohistoris’ artinya sejarah semu atau sejarah palsu.

Selanjutnya Poerwito dalam bukunya “dasar ilmu pengetahuan social” menjelaskan ciri sejarah sebagai berikut: sejarah bersifat objektif tetapi tetap dibatasi subjektifitas, sejarah terikat pada lingkugan geografis, peristiwa sejarah terjadi dan berkembang secara berkelanjutan, dalam peristiwa  sejarah terdapat hubungan kausalitas (sebab akibat) dalam batas situasi dan kondisi tertentu.