Selasa, 17 September 2013

Rangkuman tentang Besaran dan Satuan, di dalam Fisikia/ Summary of the Magnitude and Unit, in Fisikia

Rangkuman tentang Besaran dan Satuan, di dalam Fisikia

(sumber/ source: catatan buku Fisikia, pemilik Blog. 2010. untuk persiapan Ujian Nasional.)

Besaran pokok memiliki sifat: jumlahnya sesedikit mungkin, mudah diukur, bukan merupakan turunan dari besaran lain, bisa menghasilkan besaran lain. tujuh besaran pokok adalah panjang (memter), massa (kilogram), waktu (second), suhu (Kelvin), kuat arus listrik (Ampere), intensitas cahaya (candela), jumloah zat (mol). Besaran turunan merupakan kombinasi dari beberapa besaran pokok, contoh: luas, volume, dan massa jenis. Besaran scalar adalah besaran yang cukup dinyatakan dengan besaran (nilai) dan satuan saja, contoh; massa beras 4 kg. besaran vector adalah besaran yang harus dinyatakan dalam besar (nilai), satuan, dan arah, contoh: Andi berjalan 2 meter ke utara. Pengukuran dengan satuan baku: pengukuran dengan satuan seperti meter, kg, second. Pengukuran dengan satuan tak baku, misal pengukuran dengan jengkal.

a) Jangka Sorong. Memiliki skala utama (tetap) dan skala vernier (nonius). Skala utama (tetap), fungsinya: mengukur panjang sisi luar benda, mengukur panjang sisi dalam benda. Skala vernier (nonius). Ketelitian skala utama adalah 1 mm, ketelitian skala nonius adalah 0,1 mm=0,01 mm.

b) Mikrometer  sekrup, memiliki bagian di antaranya: rahang geser, skala nonius, roda bergigi, selubung luar, rahang sorong. Satu kali putaran lengkap selubung luar sama dengan jarak maju atau mundur rahang geser sejauh 0,55 mm/50=0,01 mm (ketelitian: 0,01 mm).