Selasa, 17 September 2013

Refractor Telescope, in Physic/ Refraktor Telescope, di Fisika

Refractor Telescope, in Physic

(Source: _.2007. Science For Junior High School-Years 9 International Standard School. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktor)


The simple refractor telescope uses two lenses to collect and to focus the light from distant object. The main component of this telescope are the objective and the ocular lenses. The objective lens is the larger diameter convex lens with a long focal length, and the ocular lens which can be moved has a short focal length. The light from a distant object can be considered parallel. This light passes through the objective  lens and forms an image (I0) at the object focus (F0). This image can be regarded by the ocular lens as an object. In order to form an image precisely at the focus of ocular (Fe), we must the ocular lens back and forth. The resulting image is upside down and virtual (Ie). In order to have a sharp image, the incident light must be sufficient. For this reason, the objective lens of the refractor telescope must be large enough. But, a large lens is difficult and very expensive to make. Besides, if the lens is too big, the weight of the lens itself cause the lens to change its form. Therefore, there isno refractor telescope which has a large lens. One of the refractor telescopes at the Bosscha Observatory, Lembang, Bandung. The diameter of the objective lens in this telescope is about 60 cm, its focal length is 11 meters, and its weight is about 16 tons.  Actually, this telescope consists of two telescopes which have a common tube. Therefore, this telescope is called a double refractor. The telescope on the left is used to take a picture by using a camera, and the right telescope is used to see with the eyes. This refractor telescope is made by Carl Zeiss, Germany. So this telescope is also called Zeiss Telescope. The Zeiss telescope which was mounted at the Bosscha Observatory in 1928 is usually used to observe the double stars and planets.

IN INDONESIAN (with google transalte English-indonesian):

Refraktor Telescope, di Fisika

(Sumber:. Sains _.2007 Untuk SMP-Tahun 9 Sekolah Berstandar Internasional Jakarta:. DEPARTEMEN Pendidikan Nasional Direktor)

Sederhana teleskop refraktor menggunakan dua lensa untuk mengumpulkan dan memfokuskan cahaya dari objek yang jauh. Komponen utama teleskop ini adalah obyektif dan lensa okuler. Lensa objektif adalah lebih besar diameter lensa cembung dengan panjang fokus panjang, dan lensa okuler yang dapat dipindahkan memiliki panjang fokus pendek. Cahaya dari sebuah objek yang jauh dapat dianggap paralel. Lampu ini melewati lensa objektif dan bentuk gambar (I0) pada fokus objek (F0). Gambar ini dapat dianggap oleh lensa okuler sebagai obyek. Dalam rangka untuk membentuk sebuah gambar tepat pada fokus okuler (Fe), kita harus lensa okuler kembali dan sebagainya. Yang dihasilkan gambar terbalik dan virtual (Ie). Dalam rangka untuk memiliki gambar yang tajam, insiden cahaya harus cukup. Untuk alasan ini, lensa obyektif teleskop refraktor harus cukup besar. Tapi, lensa besar sulit dan sangat mahal untuk membuat. Selain itu, jika lensa terlalu besar, berat lensa itu sendiri menyebabkan lensa mengubah bentuknya. Oleh karena itu, ada isno teleskop refraktor yang memiliki lensa yang besar. Salah satu teleskop refraktor di Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung. Diameter lensa obyektif dalam teleskop ini adalah sekitar 60 cm, panjang fokus adalah 11 meter, dan berat sekitar 16 ton. Sebenarnya, teleskop ini terdiri dari dua teleskop yang memiliki tabung umum. Oleh karena itu, teleskop ini disebut refraktor ganda. Teleskop di sebelah kiri digunakan untuk mengambil gambar dengan menggunakan kamera, dan teleskop yang tepat digunakan untuk melihat dengan mata. Refraktor teleskop dibuat oleh Carl Zeiss, Jerman. Jadi teleskop ini juga disebut Teleskop Zeiss. Teleskop Zeiss yang dipasang di Observatorium Bosscha pada tahun 1928 biasanya digunakan untuk mengamati bintang-bintang ganda dan planet.