Selasa, 17 September 2013

Stages of Character Development at English text, in Sociology/ Tahap Perkembangan Kepribadian di dalam Bahasa Inggris, Sosiologi

Stages of Character Development at English text, in Sociology/ Tahap Perkembangan Kepribadian di dalam Bahasa Inggris, Sosiologi

(sumber/ source: Sosiologi Bilingual sma/ma X.)

How does an individual’s character develop? Certainly a character is not just automatically formed as it is, but it needs a process. Notice your siblings who are still small or the children of your neighbor, their attitudes are obviously quite different from yours. According to Erikson, an individual’s character is formed through eight stages. However, to ease our understanding, let us just divide the stages into four as follows.
Bagaimanakah tahapan perkembangan kepribadian seseorang? Sebuah kepribadian tidak langsung terbentuk begitu saja, tetapi hal itu membutuhkan sebuah proses. Perhatikan adik Anday ang masih kecil atau anak tetangga Anda, niscaya berbeda sekali sikapnya dengan Anda. Menurut Erikson, kepribadian tebentuk melalui delapan tahapan. Namun untuk mempermudah pemahaman kita, kita bagi tahapan tersebut menjadi empat bagian sebagai berikut.

a) Infancy stage/ tahap bayi
when you were born to this world, it was the first stage of your character formation. You learned to believe or  disbelieve others. If a child gets enough love from the parent, he/ she will develop a feeling…
sewaktu anda dilahirkan ke dunia ini maka hal ini merupakan tahapan pertama dari pembentukan kepribadian. Pada masa ini anda akan memulai mempelajari rasa percaya atau tidak percaya kepada orang lain. jika seorang anak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, maka ia akan membangun  rasa aman dan percaya pada orang lain. hal ini akan terjadi sebaliknya jika seorang anak tidak mendapatkan kasih sayang sebagaimana mestinya. Hal ini akan mengakibatkan ia sulit percaya pada orang lain.

b) Childhood stage/ Tahap anak
childhood (2-3 years of age) is the second stage of character development. Children start develop independency in this period. He/ she does it by learning to make choice, expressing their desires, and trying to realize their wishes. Encouragement and freedom given by the parents and people around them will develop their self confidence. Yet the opposite may happen if the children are too much restrained. This will make them lose their confidence in interacting with others. Later on they will become silent individuals.
Masa kanak-kanak adalah tahap kedua (2-3 tahun) dalam pembentukan kepribadian. Pada masa ini anak mulai membangun kemandirian. Hal itu akan dia lakukan dengan belajar membuat pilihan, menyatakan kehendak, serta berusaha mewujudkan keinginannya. Dorongan dan kebebasan yang diberikan oleh orangtua maupun orang disekitar kana memberikan percaya diri. Tetapi hal itu sebaliknya, ia terhalang-halangi dalam berbuat. Hal tersebut membuat anak tidak percaya diri dalam berhubungan dengan orang lain. di masa depan dia akan terdorogn sebagao seseorang yang pendiam.

c) Early self awareness stage/ tahap awal kesadaran diri
in this period, there are two stages of development, the third and fourth stages. At the third stage (4-5 years) a child will start to develop moral awareness. At the fourth stage (6-11 years), a child will begin to study the wider world than his/ her family. In addition, he/ she will start to learn some technical skills.
Pada periode ini berlangsung tahap ketiga dan keempat. Pada tahap ketiga (4-5 tahun) seorang anak akan mulai tumbuh kesadaran moral. Tahap keempat (6-11 tahun) anak kaan mulai berusaha mempelajari dunia yang lebih luas daripada keluarganya. Selain itu, ia akan mulai mempelajari berbagai kesempatan teknis.

d) Adolescence to end-of-lift stage/ tahap remaja sampai akhir hidup
at the fifth stage (12-18 years), an adolescent will start to develop his/ her self identity through interactions with other people. At the sixt stage (19-35 years) an individual will start to develop permanent relationship (love) with the opposite sex. At the seventh stage (36-50 years) or mind of adulthood, one will have been working for the family as well as the society. At the last stage (51 years and above), an individual has come to the final period of life. The individual will either find happiness and self pride or self regret.

Pada tahap kelima (12-18 tahun), remaja akan memulai membangun kepribadian melalui interaksi dengan orang lain. pada tahap keenam (19-35 tahun) seseorang akan mulai membangun hubungan cinta yang abadi dengan lawan jenis. Pada tahap ketujuh (36-50 tahun) atau usia dewasa menengah, maka seseorang sudah berkarya untuk keluarga ataupun untuk masyarakat. Pada tahap akhir (51 tahun ke atas) maka seseorang sudah menemukan akhir hidupnya. Apakah akan menemukan kebahagiaan dan kebanggan diri ataukah akan penuh dengan penyesalan diri.