Senin, 11 November 2013

Brain Mapping-Concept Mapping/ peta pikiran- pemetaan konsep Keperawatan


Brain Mapping-Concept Mapping/ peta pikiran- pemetaan konsep Keperawatan

(Sumber/ source:  Rosjidi, Cholik Harun. 2011. Proses Keperawatan. Ponorogo: Penerbit Umpo Press.)

Berfikir dan belajar adalah proses yang saling mempengaruhi. Berfikir merupakan salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan proses belajar. Dalam berfikir terjadi proses mengingat, mengolah, dan menyimpan informasi. Berfikir sangat dipengaruhi oleh bahasa dalam berfikir terjadi penggunaan bahasa yang berupa lambang dan bunyi. Untuk meningkatkan kemampuan berfikir seseorang di samping memberi pengertian sebanyaknya, tetapi juga memberi kata kunci atau mempuat peta pikiran (brain mapping). Menulis fakta, tanggal, membuat simbol, gambar, diagram, peta, alat peraga, serta syarat lain akan memicu gagasan, mengingat komentar pendidik, dan mengigat kembali informasi yang telah diterima. Maryam, S., dkk (2007) menyatakan bahwa peta pikiran bekerja sesuai dengan kerja otak, dimana lomapatan yang terjadi didalam pikiran sesuai dengan kerja otak. Peta pikiran dapat mendorong wawasan dan gagasan cemerlang dan dapat meningkatkan pemahaman dan ingatan.
            Pemetanaan konsep (concept mapping) adalah teknik berpikir kritis yang menggunakan diagram untuk menunjukkan hubungan dari satu konsep atau situasi ke berbagai konsep atau situasi lainnya (Carpenito dan Moyet, 2007). Penggunaan hubungan konsep utama ke konsep lainnya bertujuan untuk dapat memahami konsep utama dengan lebih baik.
            Penjelasan dari pemetaan konsep tersebut sebagai berikut: konsep utama adalah intoleransi aktivitas. Sedangkan poin yang tertulis disekitar intoleransi aktivitas itulah yang dinamakan konsep lainnya. Diagram tersebut menunjukkan faktor yang berhubungan terjadinya intoleransi aktivitas pada pasien. Menurut Carpenito dna Moyet (2007), pemetaaan konsep akan memudahkan saat menghubungkan antara data, penyebab, dan akibat. Selain itu, teknik ini akan dapt menggali segala kemungkinan yang berhubungan dengna masalah, sehingga akan membantu dalam memahami masalah dan emmudahkan pencarian penyebab masalah secar logis dan sistematis. Beberapa bentuk peta pikiran adalah hirarki, urutan, kejadian, siklus, dan spider.
Bentuk hierarki merupakan bentuk jaringan seperti pembagian penyakit terdiri dari atas penyakit menular dan penyakit tidak menular. Kemudian masing-masing dibagi lagi menjadi penyakit menular dibagi bakteri, protozoa, jamur, dan virus. Peta pikiran bentuk siklus dicontohkan rangkaian. Proses keperawatan yang membentuk siklus yang diawali dari pengkajian sampai tahap evaluasi.
Peta pikiran bentuk spider dicontohkan rangkaian terjadinya penyakit jantung yang saling memberhubungan saling mempengaruhi. Tidak ada penyebab tunggal terjadinya penyakit jantung.