Senin, 11 November 2013

Karakteristik Proses dan Dampak Proses Keperawatan/ Process Characteristics and Impact of Nursing Process


Karakteristik Proses dan Dampak Proses Keperawatan

(Sumber/ source:  Rosjidi, Cholik Harun. 2011. Proses Keperawatan. Ponorogo: Penerbit Umpo Press.)

A)    Karakteristik Proses Keperawatan

1)      Tujuan, supaya suatu proses dapat tercapai maka setiap langkah harus memiliki tujuan yang jelas dan spesifik beserta indicatornya. Selain dengan menggunakan tujuan, proses keperawatan akan dapat dinilai dan dievaluasi dengan indikator atau kriteria evaluasi.

2)      Sistematis, dalam pemecahan masalah, proses keperawatan menggunakan tahapan sistematis yang meliputi: pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

3)      Dinamis, masalah keperawatan yang terjadi dapat berubah dan dinamis, sesuai dengan respon, situasi dan kondisi klien. Oleh karena itu, perlu penyesuaian dalam usaha pemecahn masalah yang ada.

4)      Interaktif, tahapan dalam proses keperawatan (pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi) saling berhubungan satu sama lain.

5)      Fleksibel, tahapan dalam proses keperawatan dapat berubah sesuai dengan masalah (here and now) atau kondisi yang dihadapi saat ini.

6)      Teoritis, setiap penggunaan tahapan yang terdapat dalam proses keperawatan haruslah didukung dengan landasan teoritis, sehingga setiap tahapan yang dibuat memiliki dasar yang rasional.

7)      Siklis, evaluasi dari proses keperawatan akan memberikan umpan balik yang mengacu pada tujuan. Jika hasil yang didapat belum sesuai dengan tujuan, maka perlu dilakukan pengkajian ulang (reassessment) seperti sebuah siklus sampai masalah klien terpecahkan.

B)     Dampak Proses Keperawatan

1)      Profesi, dengan pendekatan proses keperawatan, perawat dapat bertanggung jawab dan bertanggung gugat dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan standar profesi. Jadi, dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan profesi keperawatan secara keseluruhan.
2)      Perawat, proses keperawatan akan meningkatkan kepuasan dalam bekerja baik secara individu di dalam tim, sehingga akan meningkatkan kecintaan pada profesi.
3)      Klien, proses keperawatan dpaat memfasilitasi keterlibatan klien sebagai individu, kelaurga, dan masyarakat di setiap tahapan prosesnya. Jadi klien akan memiliki rasa tanggungjawab dalam mencapai dan mempertahankan kondisi sehat.