Senin, 11 November 2013

Manfaat Pemetaan Konsep dalam Konsep Dasar Keperawatan dan Proses Keperawatan/ Benefits of Concept Mapping Basic Concepts in Nursing and Nursing Process


Manfaat Pemetaan Konsep dalam Konsep Dasar Keprawatan dan Proses Keperawatan

(Sumber/ source:  Rosjidi, Cholik Harun. 2011. Proses Keperawatan. Ponorogo: Penerbit Umpo Press.)

Menurut Carpenito dan Moyet (2007), ada beberapa manfaat dari pemetaan konsep, yaitu:

1)      Pengambilan keputusan, pemetaan konsep juga dapat membantu dalam membuat keputusan. Contohnya, ketika perawat akan menentukan prioritas masalah maka perawat akan mendasarkan pada beberapa aspek. Dengan membandingkan aspek seperti tingkat acanman jiwa, jenis diagnosis, perlaatan yang ada, dan mendasarkan pada kebutuhan Maslow. Perawat dapat mengambil keputusan untuk memilih prioritas masalah apa yang ditentukan.

2)      Pengkajian, pemetaan konsep dapat membantu dalam menggali hubungan antar data. Contoh: Anda mengkaji nyeri pada klien dengan post op-appendisitis. Kemudian, ambillah asalah satu faktor yang mempengaruhi masalah nyeri dan buatlah pemetaannya. Misalkan, provokatif-paliatif. Jika kita akan dapat melihat hubungan antar data sehingga kita menemukan penyebab yang lebih spesifik.

3)      Diagnosis, pemetaan konsep dapat digunakan dalam membuat diagnosis yang valid atau mengenali faktor yang berhubunga dengan pengembangan diagnosis. Misalnya, ketika merawat klien dengan masalah tidak efektif bersihan jalan napas. Maka, Anda dpaat menggali faktor apa saja yang menyebabkan  perubahan perfusi jaringan serebral. Kemudian ambillah salah satu faktor dan tentukan penyebab faktor tersebut sehingga menemukan data yang valid dan spesifik.

4)      Klasifikasi nilai, pemetaan konsep merupakan alat yang efektif untuk mengklarifikasi nilai. Perawat sebagai individu memiliki nilai. Sebagai seorang perawat, Anda akan bertanya kepada klien mengenai hal yang berkaitan dengan budaya dan agama. Misalnya Anda akan diminta untuk merawat seorang wanita yang mencoba bunuh diri atau remaja yang ketergantungan obat. Jadi, dari sini Anda akan dapat melihat respon Anda terhadap klien. Ketika menemukan perasaan negatif, Anda bertana pada diri sendiri: “Apakah orang ini atau kata-katanya mengganggu saya?” atau, “ apakah ada perasaan negatif saat merawat klien ini?” jika Anda dapat mengenali perasan ini, maka nanti Anda akan dapat memberikan perawatan dengan baik karena dapat memilah dan memahami klien sesuai dengan budaya dan agama. Jika kita membenci pasien, tanyakan pada diri sendiri apa penyebabnya, apakah pasien betul sangat menjengkelkan atau adakah aspek diri kita yang kita benci pada pasien? Mungkin perawat tidak menykai rambutnya yang kribo, kebetulan pasien mempunyai rambut kribo.