Jumat, 15 November 2013

Nutrisi pada Bayi, di dalam Gizi Keperawatan, Ilmu Kesehatan Keperawatan/ Infant Nutrition, Nutrition in Nursing, Health Sciences Nursing

Nutrisi pada Bayi, di dalam Gizi Keperawatan, Ilmu Kesehatan Keperawatan

(Sumber/ source: Maghfirah, Sholihatul. 2013. Nutrisi pada Bayi. Ponorogo.)

Masa Bayi
Pertumbuhan dan perkembangan gizi, tetapi juga kebutuhan akan zat gizi tinggi.
I) Kebutuhan Zat Gizi
1) Cairan
Air menyusun 70% Berat badan lahir kemudian menurun 60% sampai menjelang usia `12 bulan. Bayi membutuhkan air 50% dari kebutuhan orang dewasa. Rasio kebutuhan cairan: kalori paada bayi=1,5cc:1 kkal (pada orang dewasa 1cc/kkal)
2) Lemak
Kebutuhan: sampai usia 2 tahun 40% kalori harus berasal dari lemak. Sumber: Air Susu Ibu, susu formula. Fungsinya: mencukupi kebutuhan energi, penyerapan vitamin larut lemak, menyeimbangan diet agar zat gizi lain tidak terpakai sebagai sumber energi.
3) Karbohidrat
60-70% kalori berasal dari karbohidrat. Jenis: laktosa (bukan sukrosa), bermanfaat pembentukan flora yang bersifat asam di usus besar, meningkatkan penyerapan kalsium. Sumber: air susu ibu, susu formula.
4) Protein
 Kebutuhan protein bayi: usia<6 bulan: 2,2 g/kg/ hari; usia 6-12 bulan: 2 g/kg/ hari; usia >12 tahun:1-1,5 g/ kg/ hari. Nilai biologi protein Air susu ibu> susu formula.
Kebutuhan protein berdasarkan asupannya
Usia
Bayi dengan Air susu ibu
Bayi dengan susu formula
0-4 bulan
1,6 g/100kkal
1,9 g/100 kkal
4-12 bulan
1,4 g/100 kkal
1,7 g/100 kkal
12-36 bulan
1,2 g/ 100 kkal
1,4 g/100 kkal

Kelebihan protein, stres berat pada hati dan ginjal (tempat penguraian protein)

5) Vitamin dan Mineral
ASI dan susu formula sudah mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral kec. Vitamin D. Namun suplementasi dianjurkan untuk zat gizi berikut:
>Vitamin K, disuntikan pada BBL sampai dapat mensintesis sendiri.
>Zat besi (dari makanan tambahan), bayi>6 bulan
>fluorida dan vitamin D

II) Air Susu Ibu (ASI)
ASI ekslusif: pemberian ASI segera setelah kelahiran sampai usia 6 bulan tanpa makanan tambahan. Manfaat ASI: Pertama, Imunitas pasif (mengandung Slg A, laktoferin, lisozim, makrofag, limfosit, neutrofil); kedua, mudah dicerna (mengandung lipase); ketiga, pemacu otak (mengandung asam linoleat dan kolesterol, asam lemak omega 3 untuk perkembangan mata dan otak; keempat, mudah dan murah; kelima, meningkatkan ikatan ibu dan bayi; keenam, mempercepat pemulihan ibu pasca melahirkan.

III) Makanan tambahan
Diberikan setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian:
>dimulai dari  yang bertekstur halus perlahan ditingkatkan teksturnya.
>perkenalkan satu jenis makan dalam jumlah kecil dulu, jika tidak toleran dapat segera diketahui.
>memberikan makanan padat jangan dicampur, bayi dapat mempelajari tekstur dan rasa makanan
Usia
Jenis makanan
6 bulan
Sereal beras yang dicampur dengan ASI, sayuran dan buah-buahan yang  diperas
7-9 bulan
Makanan yang dapat digenggam (pisang, biskuit) kentang yang dihaluskan
10-12 bulan
Daging giling, keju, yogurt, puding, kuning telur yang dihaluskan, makanan yang dimasak dengan ukuran yang dpaat digigit
>12 bulan
Makanan seperti orang dewasa

IV) Masalah Nutrisi
1) Anermia defisiensi besi. Setelah usia 6 bulan cadangan besi dalam hati berkurang sehingga perlu asupan yang cukup dari makanan.
2) Kesehatan gigi. Kariens gigi, penyebab: kurang fluorida, tidur dengan botol susu di mulut, sisa makanan.
3) Kolik. Penyebab: menelan udara dari botol susu, reaksi makanan yang menghasilkan gas. Gejala: bayi menangis (rewel) tidak berespon terhadap makanan, belaian, penggantian popok.
4) Kostipasi. Jarang pada bayi dengan ASI, biasanya terjadi pada bayi dengan susu formula (karena asupan karbohidrat tidak cukup atau kepekatan susu formula)
5) Diare. Non infeksius: karena terlalu banyak makanan, intoleransi terhadap makanan. Waspada kehilangan cairan atau dehidrasi. Pencegahan dehidrasi: formula pengganti cairan-elektrolit (pedialyte), sementara tidak diberi susu formula, jika >12 jam diare tidak berhenti berikan susu formula dengan kepekatan 50% dari biasanya.
6) Alergi makanan. Makanan yang beresiko menimbulkan alergi: susu, telur, padi-padian.
7) Berat badan lebih

8) Berat badan kurang