Jumat, 15 November 2013

Nutrisi pada Remaja, di dalam Gizi Keperawatan, Ilmu Kesehatan Keperawatan/ Nutrition in Adolescents, Nutrition in Nursing, Health Sciences Nursing

Nutrisi pada Remaja, di dalam Gizi Keperawatan, Ilmu Kesehatan Keperawatan

(Sumber/ source: Maghfirah, Sholihatul. 2013. Nutrisi pada Bayi. Ponorogo.)

Pertumbuhan dan perkembangan
Remaja, pada masa puberitas terjadi peningkatan massa tubuh, massa rangka, lemak tubuh mempengaruhi kebutuhan energi dan nutrisi.
Anak perempuan:
>Lonjakan pertumbuhan pada usia antara 10-12 tahun
> Puncaknya pada usia 12,9 tahun (Berat badan); 12,1 tahun (Tinggi Badan)
> Berhenti pada usia 19 tahun

A) Faktor yang Mempengaruhi nutrisi pada remaja
>Potensi genetik
> Aktivitas
>Pengetahuan dan perilaku makan
> Kemampuan keluarga membeli makanan (kondisi ekonomi keluarga)
> kondisi tertentu (trauma, penyakit)

B) Kebutuhan nutrisi
1)Kebutuhan energi berdasarkan aktivitas
a) Remaja laki-laki:
>Aktivitas santai: 1800-2400 kkal/ hari
> Aktivitas sedang:2000-2800 kkal/ hari
> Aktivitas olahraga: sampai dengan 3200 kkal/ hari
n) Remaja perempuan:
> aktivitas santai: 1600-1800 kkal/ hari
>aktivitas sedang:2000 kkal/ hari
>aktivitas olahraga:sampai dengan 2400 kkal/ hari
2) Kebutuhan energi berdasarkan usia:
a) Remaja laki-laki: usia 16 tahun: 3470 kkal/ hari, menurun pada usia sampai dengan 19 tahun:2900 kkal/ hari
b) remaja perempuan: usia 12 tahun: 2250 kkal/ hari. Menurun  pada usia sampai dengan 18 tahun: 2200 kkal/ hari.
3) Kebutuhan energi berdasarkan tinggi badan:
a) Remaja laki-laki:13-23 kkal/ cm
b) Remaja perempuan:10-19 kkal/ cm
Remaja perempuan memiliki kebutuhan kalori lebih rendah karena memiliki lebih banyak timbunan lemak (terutama di perut dan panggul).
Remaja laki-laki membutuhkan kalori lebih banyak karena mengalami peningkatan massa otot, tulang, dan jaringan tubuh yang tidak berlemak.

C) Kebutuhan protein
1) Remaja laki-laki: 0,29-0,32 g/cm tinggi badan
2) remaja perempuan: 0,27-0,29 g/cm tinggi badan

D) Kebutuhan kalsium: 1300 mg/ hari
(bersama dengan zat besi untuk pembentukan tulang dan otot). Kebutuhan Zink (seng) untuk pematangan seksual. Kebutuhan vitamin: peningkatan energi, peningkatan vitamin
Ø  Vitamin B1, B2 dan B6 pentin untuk metabolisme karbohidrat
Ø  Vitamin B12 dan asam folat untuk pembentukan sel darah merah
Ø  Vitamin A, C, E untuk pertumbuhan yang diperlukan jaringan, menjaga sel dan jaringan baru tidak rusak
Ø  Vitamin D untuk pertumbuhan tulang

E) Masalah Nutrisi Remaja
1) Kelainan makan. Ingin menjaga penampilan, menjaga asupan makanan. Kelainan makanan berat: anoreksia (tidak nafsu makan), bulimia nervosa (makan berlebihan kemudian dikeluarkan lagi), biasanya dikaitkan dengan depresi.
a) Anoreksi Nervosa. Biasanya pada praktek yang tidak terkontrol. Jika parah bisa membahayakan kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian.
b) Bulimia nervosa. Selalu merasa lapar tapi benci makan. 90% waktunya untuk memikirkan makanan. Hal yang dipikirkan: makan terus sehingga menjadi gemuk, berhenti makan sehingga menjadi anoreksia, memuntahkan makanan (biasanya yang dipilih penderita bulimia nervosa)
2) Defisiensi kalsium. Kurang kalsium di masa remaja (terutama wanita) dapat meningkatkan resiko osteoporosis di masa tua.
3) Merokok dan alkohol. Alkohol menyebabkan defisiensi vitamin B (terutama vitamin B1,B2, asam folat). Merokok dapat menyebabkan penyakit yang tidak seharusnya muncul saat remaja (misalnya: jantung).
4) Kehamilan remaja. Remaja masih tumbuh sampai usia 20 tahun, jika hamil di usia tersebut beban pertumbuhan semakin berat (pertumbuhan janin dan remaja itu sendiri), nutrisi yang dibutuhkan semakin banyak. Remaja yang hamil dengan gizi buruk beresiko melahirkan bayi BBLR 2-3x dan kemungkinan kematian bayi 1,5x.
5) Anemia defisiensi besi. Wanita membutuhkan Fe>laki-laki. Cara mencegah  anemia, dengan meningkatkan kualitas makanan, yaitu: banyak mengkonsumsi zat besi (mengkonsumsi makanan sumber zat besi: daging, hati, ikan), banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C (buah-buahan dan sayuran) untuk membantu penyerapan zat besi, kurangi konsumsi zat yang menghambat penyerapan zat besi (teh, kopi)
6) Obesitas. Disebabkan karena: penurunan aktivitas atau perubahan lifestyle, penurunan kecepatan metabolik, intake padat kalori dan tinggi lemak, mengkonsumsi makanan untuk mengurangi stres (menggunakan makanan untuk kenyamanan)
7) Vegetarian. Jenis:
a) vegan adalah tidak makan dan minum dari produk hewani (termasuk madu, royaljeli, yogurt, sarang burung walet dan lainnya). Beresiko kekurangan vitamin B12, kalsium, besi, tembaga yang sumber utamanya produk hewani, perlu diganti dengan konsumsi polong-polongan.
b) Vegetarian lato-ovo adalah tidak makan, minum produk hewani tapi mengkonsumsi telur, susu, dan produk olahannya. Sedikit beresiko kekurangan Fe.
c) Vegetarian pesco adalah tidak makan minum produk hewani tetapi tetap konsumsi ikan serta produk turunannya. Sedikit beresiko defisiensi gizi.

d) Frutarian adalah tidak makan apapun kecuali buah-buahan. Beresiko defisiensi protein dan sodium tidak baik untuk jangka waktu yang lama.