Kamis, 07 November 2013

Pengertian Agama, di dalam Kesehatan Keperawatan/ Definition of Religion, in the Health Nursing


Pengertian Agama, di dalam Kesehatan Keperawatan

(Sumber/ source: Susanti, Sri. 2013. Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi. Ponorogo.)

                Agama merupakan sesuatu yang abstrak dan sulit untuk diberi pengertian secara pasti. Sehingga untuk memberikan gambaran tentang apa agama itu sesungguhnya perlu dikaji dengan seksama baik dari segi etimologis maupun terminologisnya.

I)                   Pengertian Agama secara etimologis (tinjauan bahasa)
Dari segi etimologis kata agama berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari kata “A” dan “Gama”. “A” berarti tidak  dan “Gama” berarti kacau, jadi agam berarti tidak kacau. Juga berarti diwarisi oleh nenek moyang. Dengan kata lain agama adalah suatu ajaran yang tetap yang diwarisi oleh penganutnya. Adapula yang berpendapat bahwa agama berarti teks tuntunan kitab suci. Memang, agama merupakan istilah yang berasal dari bahasa Sansekerta tetapi sudah dipopulerkan pemakaiannya di dalam bahasa Indonesia, bahkan kata “agama” sudah dipakai untuk menyebut berbagai ajaran agama di Indonesia.
            Bagi masyarkaat Bali, agama memiliki beberapa pengertian yang berbeda, yaitu: pertama, disebut “agama” yang merupakan tata cara upacara yang berhubungan dengan raja; kedua, Igama, yang merupakan tata cara upacara yang ada hubungan dengan dewa; dan Ketiga, ugama yang merupakan bentuk ritual yang ada hubungannya dengan manusia.
            Dalam bahasa Arab, agama disebut “ad-din” yang artiya menundukkan, menguasai, balasan, patuh, kebiasaan. Dari beberapa makna tersebut mengandung maksud dan pengertian bahwa agama merupakan peraturan yang harus dipatuhi dan karena itu harus tunduk kepada Tuhan dan bagi yang mengikutinya akan mendapat balasan di hari kemudian.
            Memang sangat sulit bagi kita untuk mengetahui betapa luas pengertian agama yang sebenarnya, sejak dari asalnya bahasa Sansekerta sampai menjadi salah satu kata bahasa Indonesia karena perkembangan fikiran terhadap agama di Indonesia telah ada sebelum agama Budha datang ke Indonesia.
            Baik kata agama itu berasal dari satu atau dua kata, seperti keterangan dari Fachruddin Al Qahiry, bahwa terjemahan yang luas dalam bahasa latin ialah “religion” dan dalam bahasa Arab ialah “ad-din”. Baik agama, religiun, maupun din sesungguhnya maksudnya adalah sama.

II)                 Pengertian Agama secara terminologis (definisi)
Istilah agama dalam bahasa Eropa di kenal dengan kata religio yang berarti mengikat; yakni suatu ikatan lengkap untuk mengikat manusia dengan pekerjaannya sebagai ikatan wajib, dan untuk mengikat manusia kepada Tuhannya.
a)      Durcheim. Agama adalah persoalan metafisika atau alam gaib yangtidak dapat diketahui dan tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia; agama adalah suatu bagian dari ilmu pengetahuan yang tidak dapat diperoleh dengan tenaga fikiran.
b)      Cicero. Agama dala bahasa Romawi adalah religo yang berarti mengamati; yakni mengamati secara terus menerus tanda kebesaran Tuhan.
c)      Sevius. Religion is the relationship between human and superhuman (agama adalah hubungan atau ikatan antara manusia dengan yang menguasai manusia)
d)      E. B. Taylor (ahli sosiologi dari Inggris). Religion is the belief in spiritual beeing (agama adalah kepercayaan terhadap barang atau benda gaib)
e)      Prof. DR. Bouget. Agama adalah hubungan yang tetap antara diri manusia dengan yang bukan manusia yang bersifat suci, supranatural dan ada dengan sendirinya serta mempunyai kekuasaan yang absolut yang disebut Tuhan.
f)       Prof. DR. Harun Nasution. Sesuatu dapat disebut sebagai agama manakala memenuhi beberapa unsur yaitu:
1)      Kekuatan gaib; manusia merasa bahwa dirinya lemah dan berhajat pada kekuatan gaib itu sebagai tempat minta tolong.
2)      Adanya keyakinan; bahwa kesejahteraan di dunia dan kehidupan akhirat tergantung pada adanya hubungan baik itu.
3)      Respon yang bersifat emosional; respon ini bisa berbentuk perasaan takut, persembahan, pemujaan maupun cara hidup.
4)      Paham adanya yang kudus (suci)l bentuk kekuatan gaib, kitab yang mengandung ajaran agama serta dalam bentuk tempat tertentu.
Beberapa pengertian tersebut dapat digarisbawahi bahwa pengertian agama adalah suatu kebutuhan dasar manusia untuk berhubungan dengan yang gaib, dalam rangka memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya.