Rabu, 04 Desember 2013

Mobilisasi (IDK 3), di dalam Kesehatan Keperawatan/ Mobilization (IDK 3), in the Health Nursing


Mobilisasi (IDK 3), di dalam Kesehatan Keperawatan

(Sumber: Purwanti, Lina Erna. 2013. Mobilisasi. Ponorogo.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

Range of Motion (ROM)
a)      Passive movement
b)      Pasif ROM dan pasive stretching. Ciri-ciri= external force (gravitasi, mesin, individu lain) tidak ada kontraksi otot terkontrol.
c)      Active movement (gerakan hasil kontraksi otot penggerak sendi itu sendiri).
d)      Active assistive (gerakan hasil kontraksi dan bantuan tenaga dari luar otot penggerak sendi)

I)                   Indikasi mobilisasi pasif ROM
Pasien tidak mampu menggerakkan anggota geraknya akibat: (1) Paralise, (2)  Komplit bed rest; (3) Inflamatori reaksi dan sakit saat gerak. (4) Kontrol pasif ROM. (5) Preventif akibat immobilisasi dan lainnya. Assesment (ROM. Stabilitas sendi. Elastisitas otot dan jaringan lunak lainnya). Mengajarkan gerak. Persiapan stretching, teknik peningkatan ROM.

II)                 Tujuan: memelihara integritas sendi dan soft tissue; meminimalis pengaruh timbulnya kontraktur; memelihara mekanisme elastisitas otot; membantu dinamis vaskuler dan sirkulasi; memelihara gerak synovial, nutresi cartilago dan difusi matrial di sendi; penurunan atau menghambat nyeri; membantu penyembuhan injury dan surgery; memelihara dalam kemampuan optimal.

III)              Active dan asisted active: bila mampu aktif kontraksi gerakan dilakukan secara aktif dan dapat dibantu untuk mencapai gerakan optimal, asal tidak kontraindikasi; bila tak mampu penuh karena nilai otot dua atau kurang dilakukan asisted agar pada saat berada pada kemampuan penuh dapat dilakukan secara progresif; bila kondisi program aerobik dilakukan aktif, asisted aktif meningkatkan fungsi kardiorespirasi.

IV)              Tujuan Active dan asisted active: pengaruh fisiologis akibat kontraksi otot; memelihara fisiologis elastisitas, felsibilitas jaringan lunak; mengharapkan sensory feedback dari kontraksi otot; mengharapkan stimulasi tulang dan sensasi sendi dan integritas jaringan pelengkapnya; meningkatkan sirkulasi dan mencegah thromboeboli; mengembangkan koordinasi dan motor skill.

V)                Yang perlu diwaspadai
a)      Bagaimana keadaan segment tubuh: immobilisasi, perhatikan diatas dan dibawah daerah immobilisasi; memelihara keadaan normal bila mungkin imobilisasi yang cocok: duduk, berdiri, jalan atau jalan dengan alat bantu.
b)      Kondisi bed rest, pelihara ROM, cegah kemungkinan terjadi, penurunan sirkulasi, demineralisasi, penurunan fungsi jantung dan paru.

VI)              Keterbatasan ROM
a)      Pasif relaksasi dilakukan bila otot masih terinervasi.
b)      Pasif movement tidak mungkin ditunjukan untuk:
1)      Mencegah atropi otot
2)      Meningkatkan kekuatan dan daya tahan

VII)           Keterbatasan gerak aktif
a)      Tidak bisa dilakukan dengan tujuan meningkatkan kekuatan otot.
b)      Tdak mungkin mengembangkan keterampilan, koordinasi dan patern yang benar

VIII)         Kontraindikasi gerak pasif dan aktif
a)      Proses penyembuhan akut, fraktur, bedah kontrol gerak untuk menurunkan rasa nyeri, membantu proses penyembuhan lakukan dengan halus, pelan perhatikan tulang.
b)      Immobilisasi komplit
c)      Kadang aktif dilakukan secara hati-hati disekitar tempat tidur pada kodisi sakit jantung dan pernafasan

IX)              Prosedur pelaksanaan
                                i.            Dasar hasil assesment tingkat kelemahan fungsi organ: test pasif, aktiv ROM
                              ii.            Ambil posisi pasien yang nyaman untuk gerak pasif atau aktif sesuai tujuan
                            iii.            Bebaskan dari hambatan pakaian, spray, acesoris pasien lainnya
                            iv.            Posisi yang membantu body mekanik
                              v.            Kontrol gerak, pegangan terutama bila ada nyeri gerak sendi modifikasi pegangan seperti support kontrol
                            vi.            Support daerah hipomobile, fraktur, layuh
                          vii.            Gerakan sampai ROM full atau sebatas nyeri, jangan dengan force, bila anda melakukan force sama artinya dengan teknik stretching.
                        viii.            Gerakan halus dan ritmik (5-10 kali)

X)                Gerakan Pasif
a)      Kekuatan di luar
b)      Tidak ada gerak aktif
Bila dilakukan aktif/ asisted aktif
a)      Contohkan jenis gerakkannya
b)      Gerakan sebatas fungsi anatomi
c)      Sesuai patern gerak ADL

XI)              Lakukan: monitoring selama gerakan, kemampuan pasien, nyeri, ROM, patern gerak, ROM, perubahan yang ada; dokumentasikan apa yang terjadi, lakukan modifikasi bila perlu.

XII)           Gerakan upper ectermitas, shoulder fleksi dan ekstensi

Ø  Pegangan bawah elbow dan pergelangan tangan/ bagian distal
Ø  Tangan trainer dalam kondisi silang
Ø  Kondisi skapula bebas, jika ada glenohumeral, skapula difiksasi.
s=MJ"� r a �?_ h�r margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal'>Asidosis, dehidrasi, kelaparan, infeksi saluran kemih
Protein (dipstik)
Acak
negatif
negatif
GJK, Glomerulosklerosis, lupus eritematosus, mieloma multipel, sindrom nefrotik

Berat jenis
Acak
1,010-1,025
1,010-1,025
Albuminura, dehidrasi, diare, glikosuria, adanya bahan kontras muntah
Diabetes melitus, overhidrasi, penyakit ginjal
Asam urat
24 jam
250-750 mg/ hari
1,5-4,5 mmol/hari
Gout, penyakit hati, anemia sel sabit
Glumerulonefritis kronik, toksisistas timbel, nefritis