Sabtu, 18 Januari 2014

Artikel tentang Anak Kembar, Kesehatan/ Articles about Twins, Health


Artikel tentang Anak Kembar, Kesehatan
(Sumber/ source:Rohim, Abdul.2014.”Si Kembar Sekolah”. Dalam Jawa Pos,16 Januari 2014.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

1.      Yurniari, Ponorogo: Dok, saya punya anak kembar laki-laki dan  perempuan. Rencananya, tahun ini saya memasukkan mereka ke  playgroup. Kata ibu saya, lebih baik mendahulukan laki-laki dan yang perempuan tahun depan saja. Kaitannya dengan masalah psikologis mereka nanti. Bagaimana menurut dokter?

2.      dr Abdul Rohim SpA (SMF Ilmu Kesehatan Anak RSU Haji Surabaya):
anak kembar biasanya mempunyai ikatan emosi yang cukup kuat. Sebab, mereka sudah terbiasa selalu bersama dan dekat sejak lahir. Tidak mengherankan, anak kembar biasanya memiliki rasa ketergantungan dengan kembarannya. Namun, sebenarnya masing-masing anak merupakan individu yang memiliki karakter tersendiri. Dengan demikian, pola pengaruhan dan pendidikan mereka harus bisa memunculkan karakter dan keunikan masing-masing anak.
Ketika si kembar akan masuk sekolah, ada masa mereka mulai merasa berbeda dengan kembarannya. Misalnya, penampilan, kegemaran, dan aktivitas lain. Orang tua sebaiknya menghargai dan memfasilitasi keinginan anak-anaknya. Agar tidak selalu bergantung dan bisa mengembangkan karakter mereka masing-masing. Anda bisa memisahkan sekolah. Atau, memisahkan mereka dalam kelas berbeda  bila dalam satu sekolah.
            Bila ingin menyekolahkan mereka dalam tahun berbeda, masukkan lebih dahulu yang selama ini dianggap kakak atau laki-laki bila tidak ada yang dianggap lebih tua. Meski demikian, jangan pisahkan mereka dalam hal pengasuhan. Biarkan mereka melakukan berbagai aktivitas bersama-sama sesuai dengan karakter masing-masing.