Senin, 20 Januari 2014

Artikel tentang Pengemis yang Kaya/ Articles about Rich Beggar

Artikel tentang Pengemis yang Kaya
(Sumber/ source:Noname.2014.”Pengemis Kini Bawa HP dan Kredit Motor”. Dalam Jawa Pos,18 Januari 2014.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tidak sulit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ponorogo “menggaruk” gelandangan dan pengemis (gepeng). Terbukti, petugas penegak perda itu mudah mengamankan 23 gepeng setelah menggelar razia seharian kemarin (17 Januari). Bertepatan Jumat yang merupakan hari besar bagi par pengemis di Kabupaten Ponorogo, banyak ditemui gepeng migran dari Kota Madiun. “Dari total yang tertangkap hanya satu orang yang berasal dari Kabupaten Ponorogo,” kata Kasi Operasional Satpol PP Ponorogo Sumartuji, kemarin.
            Kat dia, mayoritas gepeng masih wajah-wajah lama. Hanya satu dua pendatang baru. Petugas praktis tidak mendapat perlawanan berarti ketika menggirng puluhan tangkapannya ke kantor satpol PP. “Kebanyakan muka lama yang dulu sudah pernah terjaring,” jelas Sumartuji.
            Sumartuji menduga ada koordinator pengemis migran untuk datang ke kabupaten Ponorogo di hari-hari tertentu. Sebagian peminta-minta itu memiliki ponsel. Pergerakan mereka seakan terorganisasi untuk beroperasi di lokasi tertentu. “Rata-rata bawa handphone untuk berkomunikasi sesama pengemis,” bebernya.
            Dia menambahkan, salah seorang pengemis kedapatan membawa bukti pembayaran kredit sepeda motor di dompetnya. Seorang penggemis diperkirakan berpenghasilan Rp 40 ribu hingga Rp 100 ribu setiap kali beroperasi. Mereka kadang mendatangi rumah atau pertokoan secar berkelompok. Razia gepeng kemarin digelar di perempatan alun-alun, perempatan Tambakbayan, seputaran Pasar Legi Songgolangit, perempatan Tonatan, dan simpang lima Sukowati. Sejumlah protokol juga disisir. “Kami fokuskan kawasan kota bersih dari gepeng,” tandas Sumartuji.

            Sementara itu, Setyowati, pengemis yang datang dari Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun mengaku selalu berkomunikasi dengna sesama kaumnya setiap kali hendak beroperasi di Kabupaten Ponorogo. Selain membagi wilayah operasi, antar pengemis juga berbagai informasi tentang kemungkinan adanya razia. Setyowati selama ini biasa mengemis bersama suaminya. “Tapi berpencar, berangkat dan pulangnya bareng,” akunya.