Sabtu, 18 Januari 2014

Berpikir Kritis pada Tahap Diagnosa Keperawatan/ Critical Thinking in Nursing Diagnosis Phase


Berpikir Kritis pada Tahap Diagnosa Keperawatan
(Sumber: Rosjidi, Cholik Harun.2011.Proses Keperawatan.Ponorogo.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
Diagnosa keperawatan adalah tahap kedua dalam proses keperawatan dan merupakan suatu pernyataan dari masalah klien baik aktual maupun risiko berdasarkan data pengkajian yang sudah dianlisis. Analisis pertanyaan kritis perawat dalam setiap kegiatan apda tahap diagnosa keperawatan, antara lain:
1.      Analisa data
a.       Sudahkan melakukan analisis data yang ada dari hasil pengkajian sehingga perawat mampu mengidentifikasi data subyektif dan data obyektif yang mendukung masalah keperawatan?
b.      Apakah sudah mengetahui data normal sehingga perawat mampu menganalisis data yang merupakan data fokus yang mendukung masalah keperawatan?
c.       Sudahkan melakukan pengelompokan data yang ada dalam kelompok data subyektif dan obyektif?

2.      Identifikasi masalah klien
a.       Sudahkah mengidentifikasi data subyektif dan data obyektif sehingga perawat mampu memutuskan masalah yang ada apakah merupakan masalah aktual, risiko, kemungkinan atau wellnes?
b.      Benarkah pada tahap identifikasi masalah ini perawat mendokumentasikan hanya sebatas keperawatan bukan diagnosis keperawatan?
c.       Masalah keperawatan yang manakah yang harus diidentifikasi sesuai dengan data subyektif dan data obyektif yang ada?

3.      Membuat pernyataan diagnosis keperawatan
a.       Sudahkah menganalisis masalah keperawatan yang telah didokumentasikan pada tahap analisis data?
b.      Sudahkah menetukan etiologi atau penyebab dari masalah keperawatan yang ada dengan menganalisis kembali data subyektif dan data obyektif yang sudah dikelompokkan sesuai masalah?
c.       Sudahkah menentukan diagnosis keperawatan yang terdiri dari problem atau masalah, etiologi atau penyebab, dan data atau tanda obyektif serta gejala atau data subyektif?

4.      Memprioritaskan diagnosa keperawatan
a.       Sudahkah mengalisis diagnosa keperawatan ayng ada pada klien?
b.      Sudahkah membuat prioritas diagnosa keperawatan berdasarkan hierarki Maslow dengan urutan:
                                            i.            Keadaan yang mengancam kehidupan yaitu suatu keadaan yang dapat menyebabkan kematian pada klien apabila tidak dilakukan tindakan keperawatan secara cepat dan tepat.
                                          ii.            Keadaan yang mengancam kesehatan yaitu suatu keadaan yang dapat menyebabkan kondisi mengancam kehidupan jika tidak dilakukan tindakah keperawatan secara cepat dan tepat.
                                        iii.            Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan yaitu tentang pemahaman klien atau keluarga terhadap kesehatan dan tindakan keperawatan yang dilakukan.

5.      Mendokumentasikan diagnosis keperawatan
a.       Sudahkah melakukan dokumentasi diagnosa keperawatan sesuai dengan prioritas?
b.      Sudahkah melakukan dokumentasi tanggal ditemukannya diagnosa keperawatan tersebut?
c.       Sudahkah melakuakn pencatatan sebagai pertanggungjawaban yang harus disertai nama jelas dan paraf?
d.      Sudahkah dokumentasi ditulis dengan tepat, lengkap dan mudah dibaca serta dimengerti oleh tim kesehatan lain yang terkait?