Senin, 20 Januari 2014

Chikungunya Mewabah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kesehatan/ Chikungunya Plague in Pacitan, East Java, Health

Chikungunya Mewabah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kesehatan
(Sumber/ source:Noname.2014.”Awas, Chikungunya Mewabah”. Dalam Jawa Pos,18 Januari 2014.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
            Wabah chikungunya mulai menyerang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Berdasarkan dat Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, telah ditemukan sedikitnya empat warga terkena alphavirus yang disebarkan gigitan nyamuk dari spesies aedes aegypti itu. “Dua penderita di antaranya warga lingkungan Purwoharjo, Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan,” ujar Suhairman, staf P2 chikungunya Dinkes Pacitan, kemarin (17 Januari).
            Menurut Suhairman, warga tersebut terserang chikungunya sejak dua pekan terakhir. Yakni dengan gejala pusing dan pegal linu di persendian. Mengantisipasi agar tak meluas, pihak Dinkes terus melakukan tindakan pengasapan di kawasan tersebut. Pengasapan itu menyasar di dua kelurahan yang ada di Kecamatan Pacita. Pengasapan tersebut dilakukan di seluruh rumah warga, selokan dan juga beberapa tempat sarang nyamuk lainnya. “Termasuk Lapas dan sekolah-sekolah,” jelasnya.
            Suhairman menyebutkan, proses pengasapan itu dilakukan agar rantai kehidupan nyamuk yang menyebabkan chikungunya tersebut terputus. Sehingga dengan seperti itu serangan chikungunya tidak merembet ke wilayah lainnya. “Kami lakukan pengasapan di titik yang ditengarai sebagai sarang nymuk. Semoga dengan seperti ini nyamuk tersebut mati dan serangan chikungunya berhenti,” ungkapnya.
            Suhairman mengatakan, nanti setelah dilakukan pengasapan pihaknya bersama seluruh elemen pemerintah desa maupun instansi terkait bakal melakukan gerakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan masyarakat. Pola tersebut dinilai sangat penting agar ke depannya masyarakat bisa terhindar dari peyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut. Meski demikian pihaknya memintah masyarkat untuk waspada akan hal tersebut. “Semoga tidak ada korban lagi untuk sementara ini masih suspect,” terangnya.

            Sementara itu, kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Pacitan, Viverdy Anggoro menatakan penyemprotan ini sangat bermanfaat bagi seluruh penghuni rutan. Pasalnya, dia khawatir jika wabah chikungunya bakal menyerang petugas maupun tahanan. “Memang sejauh ini belum ada yang positif terserang chikungunya. Tapi, setidaknya ini sebagai langkah antisipasi,” pungkasnya.