Minggu, 12 Januari 2014

Fungsi Reproduksi sebagai Persiapan Konsepsi dan Kehamilan, di dalam Fisiologi Keperawatan/ Reproductive function as Preparation Conception and Pregnancy, Nursing in Physiology


Fungsi Reproduksi sebagai Persiapan Konsepsi dan Kehamilan, di dalam Fisiologi Kepeawatan

(Sumber/ source: Purnawati, Lina Erna.2013. Power Point Faal Reproduksi Pria. Ponorogo.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

Fetus berumur 5 bulan: 6-7 juta oogonia. Lahir: 2 juta oocyte primer (diliputi folikel). Puberitas 2 ovarium mengandung sekitar 300 ribu ovum, tapi yang berkembang 400 saja!

A.    Siklus seksual
Lamanya 28 hari (15-45 hari); lama rata-rata 4-6 hari (2-8 hari). Jumlah darah hilang per siklus: 60-80 ml. Hasil berupa: 1 ovum mature, endometrium dipersiapkan untuk implantasi.

B.     Ooogenesis
1.      Folikel primer
2.      Folikel sekunder (oocyte primer)
3.      Folikel matur (grafian folicle) (oocyte sekunder)

C.     Folikel de Graaf:
Ovum, terdiri dua lapisan:
1.      Sel granulosa sintesis progesteron di cairan folikuler
2.      Teka interna sintesis estrogen sel lutein

D.    Luteinisasi
Luteinisasi adalah suatu perubahan sel-sel teka dan granulosa menjadi korpus luteum. Terjadi pada hari terakhir sebelum ovulasi dan diteruskan 1 hari atau lebih setelah ovulasi. Dipengaruhi LH (adanya Luteinising Hormon/ LH: korpus luteum tumbuh, sekresi meningkat, hidup lebih lama)

E.     Korpus Luteum
Korpus luteum mensekresi progesteron yang semakin banyak dan estrogen sedikit. Mengandung lipid (yellow). Setelah sekitar 12 jam atau kira-kira hari ke 23/ 24, untuk siklus 28 hari => corpus albicans => sehingga terjadi penurunan tajam estrogen dan progesteron.

F.      Peran FSH dan LH
1.      Peran FSH adalah merangsang perkembangan folikel dan sekresi estrogen oleh sel folikel
2.      LH perannya adalah merangsang ovulasi, mempertahankan dan merangsang sekresi progesteron

G.    Estrogen
Estrogen disekresi oleh teka interna, korteks adrenal, plasenta. Estrogen meningkatkan proliferasi dan pertumbuhan sel-sel spesifik, sifat sekunder. Ada enam jenis tapi yang konsentrasi bermakna ada tiga yakni: estron/ E1, estradiol/ E2 (efek paling kuat atau utama), estriol/ E3.

H.    Estrogen efek
Pertumbuhan tuba falopi, uterus, vagina. Genitalia eksternal membesar (labia mayor dan minor), pengendapan lemak di mons pubis, mengubah epitel vagina (kuboid berlapis)= komifikasi, lebih tahan terhadap trauma dan infeksi. Perkembangan jaringan stroma, pertumbuhan saluran, pengendapan lemak di kelenjar mamae. Ciri sek sekunder (penampilan) mamae, pinggul, suara, pengendapan lemak di sub kutis.

I.       Estrogen
Tulang tumbuh (karena meningkatnya aktivitas osteoblast), tapi mempercepat epifisis menutup (lebih cepat menutup daripada laki-laki). Pengendapan lemak di sub kutis (kelenjar mamae, gluteus, femur).

J.       Progesteron
Disekresi oleh (o/) korpus luteum, plasenta. Menyiapkan tuba fallopi untuk berfungsi sebagai nutrisi pada ovum yang telah dibuahi. Perkembangan lobulus dan alveolus kelenjar mamae sehingga bersift sekretoris. Kurang peka pada rangsangan mekanis dan oxytocin (anti abortus)

K.    Siklus endometrium
1.      Proliferasi endometrium (fase estrogen)
2.      Sekresi endometrium (fase progesteron)
3.      Desquamasi endometrium (menstruasi)

L.     Proliferasi Endometrium (fase estrogen)
Terjadi reepitelisasi dalam 3-7 hari setelah permulaan mens. Sehingga tebal endometrium bertambah karena peningkatan jumla sel stroma dan karena pertumbuhan kelenjar endometrium dan pembuluh darah. Saat ovulasi tebal 2-3 mm.

M.   Tanda saat ovulasi
1.      Perubahan suhu
2.      Nyeri abdomen bawah

N.    Sekresi endometrium (fase progesteron)
Pada pertegahan akhir siklus. Menyebabkan pembengkakan dan pembentukan sekresi endometrium. Kelenjar semakin berkelok, sekresi tertimbun. Banyak zat gizi, suplai darah. Menjelang akhir siklus tebal 406 mm. Persiapan implantasi.

O.    Desquamasi Endometrium (Menstruasi)
Pada 2 hari setelah akhir siklus, hormon mendadak menurun

P.      Beberapa gejala pada menopause
Keluhan subyektif:
1.      Hot flushes (berdebar-debar)
2.      Sait kepala, tangan kaki terasa dingin (vertigo
3.      Cemas
4.      Gelisah
5.      Depresi
6.      Insomnia
7.       Keringan malam
8.      Pelupa
9.      Berat badan bertambah
10.  Sulit konsentrasi
11.  Lelah
12.  Vagina kering mudah iritasi, infeksi
13.  Labia, klirotis, ovarium mengecil
14.  Elastisitas kulit menurun

Masa subur: 14 hari setelah menstruasi