Senin, 20 Januari 2014

Harapan Orang Lain Peduli Kepada Penderita (Bipolar Disorder)/ Others Hope To Patients Care (Bipolar Disorder)

Harapan Orang Lain Peduli Kepada Penderita (Bipolar Disorder)
(Sumber/ source:Alfikih, Hana.2014.”Alihkan Lewat Terapi Seni”. Dalam Jawa Pos,18 Januari 2014.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

            Hana tidak merasa malu membuka cerita hidupnya kepada orang lain. Justru setelah menyadari dirinya mengidap gangguan bipolar, dia mencari tahu cara mengendalikan diri ketika gejala itu datang. Dia kerap diundang menjadi pembicara untuk sharing pengalamannya. Terutama, menggunakan art therapy sebagai salah satu pengalihan positif dari gangguan bipolar. Di antaranya, seminar yang diadakan Bipolar Care Indonesia serta ACES 2012 yang diselenggarakan di Hima Vokasi Akuntansi UI. Di situ Hana berbicara tentang ide kreatif yang bisa dijadikan bisnis.
            Ada yang khas dari penampilan Hana. Yaitu, tato yang menghiasi hampir seluruh bagian lengan. Tato disebut merupakan ekspresi seni sekaligus pengalihan rasa sakit. Saat SMP, dia pernah memiliki tujuh piercing. Dia membuat tato sejak kelas XI SMA. Total, kini ada 11 tato yang menghiasi tubuhnya. Hana mengatakan, tato merupakan cara untuk mengalihkan keinginan menyakiti diri sendiri. “Saya nggak ngerasa sakit sama sekali waktu ditato,” ucapnya.
            Di apartemen yang dia tinggali, lukisan karyanya dipajang di dinding. Ada pula ditata di lemari kabinet bersama botol yang dihias cantik dengan pita dan gelang beraksen skull bikinannya. Dia pernah beberapa kali mengikuti pameran lukisan dan desain. Impiannya adalah menggelar pameran tunggal. Namun, untuk itu dia harus mengumpulkan materi karya. “Sementara aku nggak bisa ditarget karena bergantung mood, hehehe,” ujarnya.

            Gejala bipolar sering tidak disadari oleh keluarga, bahkan si penderita sendiri. Padahal, penderita bipolar membutuhkan lingkugann yang men-support dirinya. Keberadaan care giver, orang yang mendampinginya, sangat diperlukan. Sebab, penderita bipolar tidak memiliki self control yang kuat. Yang terjadi, penderita bipolar sering dianggap aneh karena orang di sekitarnya tidak peka. “Ada teman yang bilang, dia baru tahu kalau adiknya bipolar, tidak sedikit orang yang menghubungi saya. Ternyata saya tidak sendiri,” ungkap Hana yang merasa lebih tenang dan aman dengan keberadaan Adi, sang kekasih. Pria tersebut dianggap Hana sangat memahimi kondisinya. Harapan Hana, dengan sering  sharing mengenai penangan bipolar, masyarakat lebih peka.