Selasa, 14 Januari 2014

Indera Penglihatan (Mata) , di dalam Fisiologi Keperawatan/ Sense of Sight (Mata), in the Physiology of Nursing


Indera Penglihatan (Mata) , di dalam Fisiologi Kepeawatan

(Sumber/ source: Purnawati, Lina Erna.2013. Power Point Termogulasi. Ponorogo.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

A.     Pendahuluan
Mata adalah organ pengelihatan, jendela hati dan jendela dunia. Struktur yang sangat khusus dan kompleks, menerima dan mengirimkan data ke korteks serebal.pengkajian ortalmik merupakan komponen neurovisual pemeriksaan sensoris.

B.     Fungsi Mata
Menerima rangsangan berkas cahaya pada retina dengan pengantaraan serabut nervus optikus. Menghantarkan rangsangan ini ke pusat penglihatan pada otak untuk ditafsirkan.

C.     Organ Okuli Assesoria
1.      Kavum Orbita
Volume rongga orbita orang dwasa 30 ml, bol mata hanya mengisi 1/5 rongga orbita, sisanya lemak dan otot ekstraokuler, pembuluh darah, saraf, kelenjar getah bening dan jaringan ikat. Rongga orbita berbentuk limas segi 4 dengan puncaknya arah ke dalam. Terdiri dari dua rongga; anterior dan posterior.

2.      Dinding Orbita
Atap orbita yaitu tulang frontal, dimana terdapat sinus frontalis.
a.       Dinding lateral yaitu tulang sphenoidale dan tulang zygomaticus.
b.      Dinding medial yaitu tulang ethmoidale yang tipis,  di sini terdapat Sinus Ethmoidale dan sinus sphenodale.
c.       Dasar orbita yaitu tulang maxillaris dan tulang zygomatikus. Pada tulang maxillaris terdapat sinus maxillaris.
Apeks atau puncak rongga orbita adalah: tempat masuk saraf dan pembuluh darah ke mata, origo semua otot ekstra okuler kecuali otot obliqus inferior.

3.      Kelopak Mata
Dari luar ada 5 lapisan: lapisan kulit, lapisan otot orbicularis oculi, jaringan areolar, tarsus, konjungtiva palpebra atau konjungtiva tarsalis.
a.       Margo palpebra
Tepi anterior: bulu mata dan kelenjar zeiss dan moll. Tepi posterior: yang langsung kontak dengan bola mata, di sini terdapat kelenjar melbom. Punctum lacrimalis, terdapat pada ujung medial dari tepi posterior palpebra. Punctum in berfungsi sebagai eksresi air mata melalui kanalis lakrimalis terus menuju ke sakkus lakrimalis.

b.      Retraktor Palpebra. Pada palpebra superior (atas) terdapat musculus levator palpebra dan musculus muller yang berfungsi untuk membuka mata yang dipersarafi oleh Nervus III. Pada palpebra inferior yang ada hanya musculus muller sehingga palpebra inferior tidak bisa membuka dengan lebar.

c.       Sistem Lakrimal
                                            i.            Sekresi dilakukan oleh kelenjar lakrimalis.
Terletak pada sebelah atas dan lateral dari bola mata. Mensekresi cairan lakrimalis. Air mata berguna untuk membasahi dan melembabkan kornea, kelebihan sekresi akan dialirkan ke kantung lakrimalis yang terletak pada sisi hidung dekat mata dan melalui duktus nasolakrimalis untuk  ke hidung. Kelenjar lakrimalis terbagi atas dua bagian:
1)      Bagian orbita, dalam fossa lakrimalis di bagian temporal anterior rongga orbita. Dari luar dicapai dengan irisan kulit menembus muskulus orbikularis okuli dan septum orbitale.
2)      Bagian palpebra, terletak di segmen temporal dari fornik konjungtiva superior.

                                          ii.            Eksresi dilakukan oleh:
1)      Pungtum lakrimalis
2)      Kanalis lakrimalis
3)      Sakkus lakrimalis
4)      Duktus nasolakrimalis

4.      Bola Mata
Mata dilindung dari kotoran dari benda asing oleh alis, bulu mata dan kelopak mata.  Bola mata disusun oleh tiga lapisan yaitu: sklera, koroid, dan retina. Meliputi dinding dan isi bola mata.
5.      Dinding Bola Mata
Konjungtiva adalah suatu membran tipis dan transparan yang melapisi kelopak mata. Tampak merah muda karena pantulan dari pembuluh dara yang ada di dalamnya. Konjungtiva melindungi mata dan mencegah mata dari kekeringan. Terdiri dari:
a.       Konjungtiva palpebra, permukaan dalam palpebra dan melekat erat pada tarsus.
b.      Konjungtiva fomik, peralihan konjungtiva palpebra ke konjungtiva bulbi.
c.       Konjungtiva bulbi.

6.      Sklera dan episklera
Sklera adalah jaringan fibrous pelindung mata di bagian luar. Permukaan luar anterior dibungkus oleh jaringan elastis halus yang disebut episklera.\

7.      Kornea
Kornea adalah jaringan transparan dengan ketebalan adaalh di tengah 0,54 mm, ditepi 0,65 mm, dan diameternya sekitar 11,50 mm. Kekuatan refraksi kornea 40 dioptri. Dari luar ke dalam terdiri atas lima lapisan:
a.       Lapisan epitel
b.      Lapisan bowman
c.       Stroma
d.      Membran desement
e.       Lapisan endotel

8.      Isi Bola Mata
a.       Segmen anterior:
                                i.            Uvea anterior: iris dan badan silier.
Perpanjangan korpus sliaris ke anterior. Permukaan pipih dengan lubang di tengah yang disebut pupil. Pupuil mengendalikan cahaya yang masuk dengan mengecil (disebut miosis) akibat aktivitas parasimpatis melalui Nervus III dan juga pupil bisa melebar (disebut midriasis) oleh aktivitas saraf simpatis. Badan Silier, mempunyai processus ciliaris berfungsi membentuk aquos humor.


                              ii.            Uvea posterior: choroid
Choroid, lapisan vaskuler tengah mata, memberi perdarahan retina.
                            iii.            Lensa mata
Lensa bentuk bokonvek, avaskuler, tidak berwarna, hampir transparan sempurna. Tebal 4 mm dan diamternya 9 mm, kekuatan refraksi lensa 20 dioptri. Digantu Zonulla Zinli yang menghubungkan dengan corpus siliare. Terdiri dari 65% air dan 35% protein.
b.      Segmen posterior terdiri dari:
                                       i.            Badan kaca (Korpus vitreus)
Badan kaca (korpus vitreus) adalah suatu badan gelatin yang jernih dan avasculer yang membentuk 2/3 dari volume dari berat bola mata. Terdiri dari air 99% dan sisanya 1% meliputi kolagen dan asam hialuronat yang memberi bentuk dan konsistensi mirip gel karena kemampuan mengikat air.

                                     ii.            Choroid
                                   iii.            Retina
Selembar tipis jaringan saraf, semitransparan, multilapis, melapisibagian dalam 2/3 posterior dinding bola mata. Di tengah retina bagian posterior terdapat makula lutea yang di tengahnya ada cekungan yang disebut fovea.

                                   iv.            Papil saraf optik
Papil saraf optik adalah  cekungan dipermukaan retina. Dimater 1,5 mm, mempunyai arti klinis pentiing pada glaucoma kronik simpel


9.      Otot Mata
Ada enam otto mata yang berfungsi memegang sklera dan mengontrol gerakan mata. Empat diantaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal dan rektus internal). Dua lainnya adalah otto obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior). Otto mata berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke keiri, ke atas, dan ke bawah.

10.  Pengaturan Cahaya
a.       Pupil (tempat masuknya cahay ke bagian amta) yang dikontrol saraf otonom
b.      Cahaya terang (pupil mengecil apabila otot sirkuler atau konstriktor berkontraksi dan membentuk cincin yang lebih kecil) => simpatis
c.       Cahaya gelap (otot radialis memendek menyebabkan ukuran pupul meningkat) => parasimpatis.

11.  Pemfokusan berkas cahaya
Pembelokan berkas cahaya (refraksi) ketika mengenai permukaan lengkungan dengan densitas lebih besar, arah refraksi tergantung pada sudut kelengkungan. Lensa konveks (cembung) menyebabkan konvergen atau penyatuan berkas cahaya. Lensa konkaf (cekung) menyebabkan divergensi (penyebaran) berkas cahaya.

12.  Fungsi refraksi mata
Cahaya jatuh ke atas mata => bayangna letaknya difokuskan pada retina => menembus dan diubah kornea lensa badan aques dan vitrous => membiaskan dan menfokuskan bayangan pada retina bersatu menangkap sebuah titik bayangan yang difokuskan.

13.  Akomodasi
Akomodasi adalah kemampuan menyesuaikan kekuatan lensa sehingga baik sumber cahaya dekat maupun jauh dapat difokuskan di retina. Kontraksi otto siliaris, ligamentum suspensoirum melemas dan tegangan pada lensa berkurang (lensa membulat dan menguat).