Rabu, 15 Januari 2014

Inkontinensia Urine: Total (1986) Diagnosa Keperawatan NANDA, NIC NOC/ Urine Incontinence: Total (1986) Nursing Diagnosis NANDA, NIC NOC

Inkontinensia Urine: Total (1986) Diagnosis Keperawatan NANDA, NIC NOC
(Wilkinson, Judith M. 2009.Diagnosis Keperawatan Edisi 9.Jakarta: EGC.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

A.     Definisi
Pengeluaran urine yang kontinu dan tidak terduga

B.     Batasan Karakteristik
1.      Subyektif
Tidak menyadari inkontinensia

2.      Obyektif
a.       Aliran urine konstan yang terjadi pada waktu yang tak terduga tanpa distensi atau kontraksi kandung kemih yang tidak dapat diinhibisi atau spasme kandung kemih.
b.      Kurang kesadaran perineal atau pengisian kandung kemih
c.       Nokturia
d.      Ketidakberhasilan tetapi refraktori inkontinensia

C.     Faktor yang Berhubungna
1.      Anatomik (fistula)
2.      Kontraksi mandiri refleks detrusor
3.      Disfungsi neurologis (memicu mikturisi pada waktu tak terduga)
4.      Neuropati yang mencegah transmisi refleks, yang mengindikasikan kandung kemih penuh.
5.      Trauma atau penyakit yang menyerang saraf medula spinalis.

D.     Saran Penggunaan: Tidak ada

E.      Alternatif Diagnosis yang Disarankan
1.      Defisit perawatan diri: Eliminasi
2.      Eliminasi urine, gangguan
3.      Inkontinensia urine: fungsional
4.      Inkontinensia urine: overflow
5.      Inkontinensia urine: refleks
6.      Inkontinensia urine: stres
7.      Inkontinensia urine: urgensi
8.      Retensi urine

F.      Hasil NOC
Lihat juga hasil NOC untuk eliminasi urine, gangguan.
Integritas Jaringan: Kulit dan Membran Mukosa: Keutuhan struktur dan fungsi fisiologis normal kulit dan membran mukosa.


G.     Tujuan/ Kriteria Evaluasi
Lihat contoh NOC untuk inkontinensia Urine: Fungsional
1.      Contoh Menggunakan bahasa NOC
a.       Menunjukkan Kontinensia Urine, yang dibuktikan oleh indikator berikut (sebutkan 1-5: tidak pernah, kadang-kadang, sering, atau selalu ditunjukkan)
b.      Berespon tepat waktu terhadap keinginan berkemih
c.       Berkemih di tempat yang tepat

2.      Contoh lain
Pasien dan keluarga akan:
a.       Mempertahankan integritas kulit yang adekuat
b.      Tidak mengalami infeksi saluran kemih
c.       Mendeskripsikan rencana asuhan untuk kateter menetap (yaitu: Foley), di rumah                       
H.     Intervensi NIC
1.      Surveilans Kulit: mengumpulkan dan menganalisis data pasien untuk mempertahankan integritas kulit dan membran mukosa
2.      Manajemen eliminasi urine: memelihara pola eliminasi urine yang optimum
3.      Perawatan inkontinensia urine: membantu meningkatkan kontinensia dan mempertahankan integritas kulit.

I.        Aktivitas Keperawatan
Lihat aktivitas Keperawatan untuk Inkontinensia Urine: Fungsional
1.      Pengkajian
a.       Kaji pasien terhadap adanya fistula (yaitu: uretra, vagina, retrovagina)
b.      Kaji pasien terhadap kerusakan kulit dan pemeliharaan rutinitas higiene dan perawatan kulit

2.      Penyuluhan untuk Pasien atau Keluarga
a.   Ajarkan pasien dan keluarga tentang penggunaan Manajemen Kateter menetap di rumah
b.   Ajarkan tanda dan gejala infeksi saluran kemih (misalnya, demam, menggigil, nyeri pada paha, hematuria, dan perubahan pada konsistensi dan bau urine)

3.      Aktivitas Kolaboratif: konsultasikan dengan dokter terkait kateter menetap

4.      Aktivitas lain

a.   Untuk perawatan kulit pertimbangkan tindakan berikut: pastikan kulit benar-benar kering; Gunakan salep kelembapan, salep, atau penyegel kulit.

b.   Perawatan Inkontinensia Urine (NIC). Batasi cairan 2-3 jam sebelum tidur jika perlu.