Sabtu, 18 Januari 2014

Kateter Urine, Perawat dan Pelepasan, Kesehatan/ Urine Catheter, Nurse and Release, Health


Kateter Urine, Perawat dan Pelepesan, Kesehatan
(Sumber/Source:  Myers, Ehren.2009.Keterampilan Klinis untuk Perawat Edisi Ketiga.Jakarta: Penerbit Gramedia.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
A.     Perawatan Kateter Rutin
1.      Jagalah agar kantung selalu ada di bawah level kandung kemih pasien.
2.      Pastikan selang tidak terkekuk dan pasien tidak menidihnya.
3.      Jangan tarik kateter
4.      Bersihkan sekitar lokasi masuk kateter dengan sabun dan air dua kali setiap hari dan setelah setiap buang air besar.
5.      Jangan gunakan bedak di sekitar lokasi masuk kateter.
6.      Secara periodik periksa kulit di sekitar lokasi  masuk kateter untuk melihat tanda-tanda iritasi (kemerahan, nyeri tekan, pembengkakan, atau perembesan).
7.      Berikan cairan sesering mungkin (jika tidak terdapat kontraindikasi status kesehatan)
8.      Catat produksi urin dan kosongkan kantung pengumpul setiap pergantian atau sesuai perintah dokter; catat warna, kejernihan, bau, dan adanya sedimen.
9.      Beritahu dokter jika terdapat hal berikut ini:
a.       Darah, kekeruhan dan bau
b.      Penurunan produksi urin (<30 mL/ jam)- mintalah scan kandung kemih
c.       Iritasi, kemerahan, nyeri, bengkak, perembesan, atau kebocoran
d.      Demam, atau nyeri abdomen atau pinggang.
B.     Prosedur Pelepasan
1.      Pakai sarung tangan dan perhatikan pencegahan standar
2.      Gunakan syringe 10 mL menarik air dari balon. Beberap balon kateter dikembangkan berlebihan atau dapat memiliki isi sampai 30 mL; tarik dan keluarkan air sampai tidak ada lagi air yang dapat dikeluarkan.
3.      Pegang kasa 4x4 pada meatus dengan tangan yang tidak dominan. Dengan tangan dominan, secara perlahan tarik kateter. Jika Anda mengalami tahanan, berhenti dan nilai ulang apakah balon telah benar-benar dikempiskan. Jika balon tampaknya telah kempis dan kateter tidak dapat dikeluarkan dengan mudah, beritahu dokter.
4.      Bungkus ujung dengan kasa 4x4 ketika ditarik untuk mencegah kebocoran urin. Gunakan kasa 4x4 yang steril jika diperlukan kultur dari ujung kateter.
5.      Catat waktu kateter dihentikan
6.      Sediakan alas tempat tidur, urinal atau bantuan ke kamar kecil jika diperlukan
7.      Catat jumlah dan waktu saat berkemih spontan
8.      Jika pasien tidak berkemih dalam 8 jam, palpasi kandung kemih atau periksa volume kandung kemih menggunakan scan kandung kemih dan beritahu dokter. Kateter mungkin perlu dimasukan kembali.