Minggu, 26 Januari 2014

Memahami Remaja dan Permasalahannya/ Understanding Adolescents and Issues


Memahami Remaja dan Permasalahannya
(Sumber/ source :Sukiat.1992.Kumpulan Materi Kesehatan Remaja (KRR). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
1.      Pembangunan suatu negara dan bangsa bagaikan air yang mengalir dalam sebuah parit, selalu berkesinambungan tanpa hentinya. Oleh karena itu agar kesinambungan pembangunan tetap terjaga maka harus dipersiapkan generasi muda sebagai penerus, sekaligus pengemban dan pelestari cita perjuangan bangsa.
Pada kurun waktu generasi muda saat ini memegang peranan dalam kehidupan bangsa maka mereka akan mengalami tantangan yang cukup berat, yaitu;
a.       Kepadatan penduduk
b.      Kelangkaan sumber alam
c.       Keadaan ekonomi
d.      Kesempatan kerja
Yang dimaksud generasi muda adalah mereka yan berusia 0-30 tahun (Inpres No.12 “Pendidikan Politik Generasi Muda, 1982”).

2.      Individu yang berad dalam tahap perkembangan remaja merupakan salah satu unsur generasi muda, mengingat umur mereka di sekitar belasan tahun (Hollingworth, 1975). Pada akhir ini timbul kecemasan di kalangan generasi tua tentang tingkah laku generasi muda terutama di kota besar seperti menurunnya kedisiplinan, daya juang dan rasa kebangsaan, kepatuhan kepada hukum dan moral bangsa dan agama, kepercayaan pada diri sendiri dst. (“Pendidikan Politik Generasi Muda” 1982).
Hal ini akan berpengaruh kurang menguntungkan yaitu menghambat pengembangan potensi mereka secara optimal. Khususnya para siswa Sekolah Menengah Lanjut Atas di DK sendiri mengemukakan bahwa berbagai jenis tingkah laku yang dilakukan oleh pelajar yang menjurus pada perbuatan yang merugikan diri sendiri atau masyarakat, antara laim perkelahian antar pelajar atau antar sekolah, aksi coret coret baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah yang memancing keributan, kompas mengompas, penyalah gunaan zat seperti minuman keras, obat terlarang, perjudian, bacaan dan kaset video porno, bolos sekolah (Hasil diskusi siswa SMA, SMEA dan STM Wilayah Jakut, Jaksel, Jakpus, Jakbar, Jaktim, 1989). Dari laporan penelitian kesadaran hukum generasi muda di Indonesia pada tahun 1985, terungkap pada anak usia 12-14 tahun mempunyai total pelanggaran yang lebih rendah dari pada tingkatan usia diatasnya 15-17 tahun atau lebih.

3.      Saparian Sadeli (1979) mengemukakan bahwa tingkah laku menyimpang dari aturan normatif. Dari penelitian. Dari penelitiannya meliputi:
a.       Obat bius
b.      Korupsi menggunakan dana untuk diri pribadi
c.       Merampas
d.      Incest (hubungan seks antar saudara)
e.       Polusi air (membuang sampah di selokan)
f.       Aborsi
g.       Polusi udara
h.      Homoseksualitas
i.         Gerakan protens
j.        Menghindari pajak
k.      Menyerang petugas hukum
l.        Tidak menolong dalam keadaan bahaya
Sehubungan dari batasan yang dikemukakan oleh Saparinah Sadeli, maka tingkah laku generasi muda usia belasan tahun dan seterusnya di atas, sudah dapat dikategorikan menyimpang karena menyimpang dari aturan normatif yang kita anut.

4.      Yang menjadi masalah sekarang adalah  usaha pencegahannya dan penanggulangannya. Untuk itu sebelumnya perlu suatu usaha untuk memahami remaja secara keseluruhannya, terlebih dahulu. WHO (1974) mendefinisikan bahwa remaja sebagai individu yang sedang mengalami masa peralihan yang secara berangsur-angusr mencapai kematangan seksual, jiwanya berkembang dari jiwa kanak-kanan menjadi dewasa dan keadaan ekonominya beralih dari ketergantungan menjadi relatif mandiri.
Dari definisi tersebut di atas maka dapat dilihat adanya perkembangan pada diri remaja baik perkembangan fisik yang meliputi pertumbuhan organ seksual baik yang primer maupun sekunder dan pertumbuhan otot-otot, tulang, hormon, serta perkembangan kejiwaan yang meliputi emosi, intelek, sosial dan moral. Terlalu cepat atau terlambat perkembangan diri remaja akan menjadi masalah bagi remaja dalam menghadapi kehidupannya. Perkembangan seksual ditandai oleh berfungsinya alat reproduksi.
Perkembangan otot dan tulang diawali pada tungkai kaki dan tangan. Oleh karena itu tidaklah mengherankan tubuh remaja sering terlihat tidak proposional.
Perkembangan emosi erat kaitannya dengan berkembangan hormon, dan ditandai oleh emosi yang intens dan labil.
Perkembangan intelek ditandai bahwa remaja sudah mampu berpikir secara abstrak, kausalitas dan membuat proyeksi di masa datang, berfikir secara kritis, artinya tidak mau menerima begitu saja.
Perkembangan sosialnya, ditandai oleh keterkaitannya pada kelompok sebaya. hal ini mengembangkan rasa solidaritas, saling menghargai, saling menghormati yang sebelumnya tidka dia punyai ketika masa kanak-kanaknya.
Perkembangan moral, yaitu berkaitan dengan norma etika perbuatan apa yang baik dan tidak baik, menurut Kohlberg (1983) pada tiga tahap perkembangan, meliputi tahap prakonvensional dimana nilai moral berada di luar dirinya. Orientasinya pada kepatuhan dan hukuman bersifat egosentris, maksudnya perbuatan yang baik yang dilakukan hanyalah untuk memperoleh pemuasan kebutuhannya dan menghindari hukuman.
Tahap berikutnya adalah konvensional ditandai oleh kepatuhan dan ketaatan pada norma dari lingkungannya hanya semata untuk menyenangkan orang di sekitarnya. Tahap perkembangan berikutnya adalah pascakonvensional yaitu pemilikan norma yang sudah mendarah daging, rasional dan obyektif.
Menurut Garrison (1975) kebutuhan remaja pada umumnya meliputi:
a.       Hasrat untuk berprestasi
b.      Hasrat untuk mandiri
c.       Hasrat untuk diterima, biasanya diperoleh dari kelompok sebayanya.
d.      Hasrat untuk memahami dirinya sendiri, oleh karena itu selalu diepertanyakan adalah “siapa saya”
e.       Hasrat untuk memperoleh harga diri. Oleh karena itu tidak heran kalau terjadi perkelahian hanya karena dipelototi atau disinggung oleh orang lain.
f.       Hasrat untuk memperoleh rasa aman. Untuk memuaskan hasrat ini biasanya remaja membaurkan diri pada kelompok sebayanya, karena bila terjadi apa-apa atas dirinya maka temannya akan membantu dan melindunginya.
Di samping itu kebutuhan yang berkenaan dengan perkembangan dirinya juga harus memperoleh pemuasan, misalnya terlambat atau terlalu cepat perkembangan tubuhnya kaanm nejadi persoalan baginya, anak yang terlambat perkembangan tubuhnya dimana teman lainnya sudah tinggi-tinggi sedang dia masih pendek maka ia akan tertekan batinnya, tingkah lakunya macam-macam. Atau sebaliknya dimana kawannya masih pendek sedang dia sudah tinggi.
Sehubungan dengan hal itu diatas masa Pikunas (1976), mengatakan bahwa masa remaja adalah masa bergelora, stres, frustasi konflik dan krisis penyesuaian diri, melamun, berasmara, memisahkan diri dari masyarakat dan kultur orang dewasa. Dapat juga dikatakan bahwa masa remaja adalah masa ingin mencoba dan ingin serba mengetahui berbagai hal dalam kehidupan. Sebagai generasi muda (Dhaniel Dhakidne, 1980), memiliki ciri-ciri, kemurnian idealisme, keberanian dan keterbukaan dalam menyerap nilai dan gagasan baru, semangat pengabdian, spontanitas dan dinamik, serta keinginan untuk segera mewujudkan gagasan baru.

5.      Menghadapi tantangan di atas, apakah harus mudnur karena patah semangat. Kita tidak dapat mundur, karena tantangan itu tidak dapat dihindari lagi. Kita harus berani menghadapinya, yaitu dengan cara mempersiapkan generasi muda menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, yang menurut penelitian Barnadette’s (1986) memiliki tujuh dimensi:
a.       Ketaatan pada prinsip moral dan norma agama
b.      Efisiensi waktu, tenaga dan biaya
c.       Persatuan bangsa
d.      Pengembangan diri dan orientasi ke masa depan
e.       Sikap sosial dalam hubungan antar manusia
f.       Kemandirian
g.       Pengendalian diri
Secara simbolik mereka harus memiliki jiwa perahu tradisional PINISI yang mampu menghadapi segala rintangan dan hadangan cuaca, gelombang samudra dan badai yang ganas yang membentang dari Indonesia sampai Vanocouver, Canada. Pinisi dapat pula diartikan:
a.       PIN= pribadi yang mantap
b.      I= Ilmu yang tinggi
c.       S= Tubuh yang sehat
d.      I= Iman yang kuat
Artinya remaja pada saat kini yang akan memegang pernaan di bumi pertiwi ini harus mempersiapkan diri dengan memiliki pribadi yang mantap, tidak tergantung pada orang lain atau yang disebut mandiri, kreatif, inovatif, mampu menciptakan sesuatu yang baru dan berguna bagi kehidupannya dan masyarakat, misalnya akan menjadi seorang yang selalu menuntut pekerjaan melainkan menciptakan lapangan pekerjaan. Memiliki ilmu yang tinggi guna memecahkan masalah dalam hidupnya secara efisien. Percuma bila seseorang memiliki pribadi yang mantap dan ilmu yang tinggi bila tubuhnya tidak sehat, sakit-sakitan sehingga apa yang dimiliki tadi tidak berfungsi secar semestinya. Oleh karena itu remaja harus merawat dan memelihara tubuhnya dengana sebaiknya agar sehat, misalnya tidur cukup, makan bergizi, menjauhi hal yang dapat mengganggu kesehatan tubuh, antara lain narkotika, alkohol, merokok berlebihan, begadang, dan lainnya. Pribadi yang mantap, ilmu yang tinggi, tubuh yang sehat belum cukup, bila tidak disertai iman yang kuat, yaitu keyakinan yang kuat akan adanya kekuatan yang maha hebat dari kekuatan yang dimiliki oleh manusia yaitu Allah SWT dimana kita takut dan taat terhadap perintah dan tidak melakukan larangannya.
Kembali terhadap tingkah laku yang menyimpang dari remaja, dari data obektif, yaitu hasil diskusi siswa SLA DKI Jakarta dapat dikemukakan, karena faktor penerapan tata tertib sekolah yang kurang tegas misalnya terhadap masalah kedisplinan guru dan murid, pengaruh lingkungan masyarakat yang kurang baik, dan kurang adanya keterpaduan dengan instansi lain seperti aparat keamanan dan juga masalah dengan orang tua.

6.      Usaha pencegahan dan penanggulangan terjadinya tingkah laku remaja yang menyimpang maka diperluka pendekatan terpadu baik dari orang tua, guru, aparat keamanan dan penegak hukum. Juga yang terpenting adalah peran serta remaja sendiri. Hal ini mengingat bahwa remaja bukanlah suatu obyek yang pasif dari keempat instansi tersebut di atas, melainkan subyek yang aktif dan dapat menentukan dirinya sendiri.
7.      Semoga uraian tersebut di atas bermanfaat bagi kita semua.