Rabu, 15 Januari 2014

Pasien dengan Ventilator, yang Mengalami Stres, dalam Keperawatan/ Patients with Ventilator, Experiencing Stress in Nursing

Pasien dengan Ventilator, yang Mengalami Distres, dalam Keperawatan

(Sumber: Myers, Ehren.2012.Keterampilan Klinis untuk Perawat. Jakarta: Erlangga.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

A.     Pasien yang Mengalami Distres Pernapasan Tiba-tiba dan Berat
1.      Lepaskas selang ventilator dari selang ET dan berikan ventilasi secara manual
2.      SEGERA beritahu dokter

B.     Pasien Mudah Diberikan Ventilasi secara Manual
1.      Ventilator mungkin merupakan sumber masalah. Beritahu dokter.
2.      Ketika Anda memberikan ventilasi secara manual, dokter harus menilai ventilator
3.      Ventilator mungkin perlu diganti jika masalah tidak ditemukan.

C.     Pasien Sulit Diberikan Ventilasi secara Manual
1.      Lepaskan
a.       Jika selang terlepas, keluarkan dan berikan ventilasi secara manual.
b.      Lakukan suction pada orofaring untuk membersihkan sekret
c.       Beritahu dokter SEGERA dan bantulah dengan reintubasi

2.      Obstruksi
a.       Lakukan suction pada ET untuk membersihkan sekret. Beritahu dokter.
b.      Jika tidak dapat membersihkan obstruksi atau melewatkan selang suction, lakukan ekstubasi dan berikan ventilasi secara manual (suction orofaring jika dibutuhkan untuk membersihkan sekret).
c.       Bertahu dokter SEGERA dan bantulah dengan reintubasi.

3.      Pneumotoraks
a.       Jika ventilasi yang tidak efektif terus berlangsung setelah jalan napas, ET, dan ventilator telah dipastikan paten, inspeksi dan auskultasi dada pasien.
b.      Jika terdapat pergerakan dinding dada yang tidak sama dan atau pergerakan udara yang berkurang pada satu sisi, keadaan ini mungkin berhubungan dengan tension pneumotoraks (penyebab lainnya mungkin posisi selang ET yang tidak benar atau atelektasis).
c.       Ingatkan dokter SEGERA.

4.      Peralatan
a.       Inspeksi adanya kebocoran udara pada cuff (periksa tekanan cuff jika terdapat manometer).
b.      Beritahu dokter jika kebocoran udara tidak dapat diperbaiki


Catatan: jika ventilasi yang tidak efektif terus berlangsung dan tidak ditemukan penyebab fisik atau mekanik, pertimbangkan untuk memberikan sedasi pada pasien.