Rabu, 15 Januari 2014

Pemasangan Kateter Urine, dalam Keperawatan/ Installation Catheter Urine, in Nursing

Pemasangan Kateter Urine, dalam Keperawatan

(Sumber: Myers, Ehren.2012.Keterampilan Klinis untuk Perawat. Jakarta: Erlangga.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

A.     Kateter Lurus
Disebut juga karet merah atau kateter lurus. Kateter lurus hanya memiliki satu lumen dan tidak memiliki balon di dekat ujungnya. Kateter yang lurus dimasukkan hanya sampai kateter tersebut dapat mengalirkan urin dari kandung kemih atau mendapat spesimen urin.

B.     Kateter yang dapat Mengembang (Indwelling Catheter)
Disebut juga sebagai kateter Foley atau kateter retensi. Kateter yang mengembang memiliki dua lumen, satu untuk drainase urin dan yang lain untuk pengembangan balon di dekat ujungya. Kateter Foley Tiga Jalur digunakan untuk irigasi kandung kemih intermiten. Kateter ini memiliki lumen ketiga untuk irigasi.

C.     Prosedur Pemasangan
1.      Persiapkan pasien; jelaskan prosedur, berikan privasi dan siapkan peralatan
2.      Temaptkan pasien apda posisi supine (wanita: lutut ditekuk, tungkai dijauhkan satu sama lain; pria: tungkai datar, sedikit dijauhkan satu sama lain)
3.      Buka dan atur peralatan kateter dengan menggunakan teknik steril
4.      Pakai sarung tangan steril dan dibuat dengan steril.
5.      Jika memasang kateter yang dapat dikembangkan, periksa adanya kebocoran dan pengembangan yang sesuai pada balon dengan cara mengisi 5 mL air steril ke dalam balon. Keluarkan air.
6.      Berikan pelicin pada ujung kateter; rendam kapas ke dalam larutan pembersih.
7.      Dengana tangan yang tidak dominan (kini telah terkontaminasi) dan dengan tangan yang dominan (steril) memegang kapas dan forseps steril; Wanita: lebarkan labia; usapkan dari depan ke belakang, dengan urutan waktu (1) labia yang terjauh dari Anda (2) Labia yang terdekat dengan Anda, (3) bagian tengah dari meatus di antara labia. Lakukan sekali usapan pada setiap uasapan; Pria: retraksi kulit luar; usap dalam gerakan sirkular dari metus ke arah luar. Ulangi tiga kali, dengan menggunkana kapas yang berbeda setiap kali.
8.      Secara perlahan masukkan kateter (sekitar 5-8 cm untuk wanita dan 15-23 cm untuk pria) sampai didapatkan urin keluar. Kateter lurus: buang kateter. Kateter yang dapat dikembangkan: masukan beberapa cm lagi dan kembangkan balon.
9.      Sambungkan kateter ke kantung drainase dengan menggunakan teknik steril
10.  Amankan kateter ke  tungkai pasien sesuai kebijakan rumah sakit
11.  Gantung kantung drainase pada tepi tempat tidur di bawah level kandung kemih

12.  Catat jenis dan ukuran kateter, jumlah dan tampilan urine,dan bagaimana pasien mentoleransi tindakan.