Senin, 20 Januari 2014

Pengaruh Pengajaran Ibadah kepada Anak, Psikologi/ Effect of the Teaching Kids Worship, Psychology

Pengaruh Pengajaran Ibadah kepada Anak, Psikologi
(Sumber/ source:Haloho, Agnes.2014.”Anak Tangguh Cari Solusi”. Dalam Jawa Pos,18 Januari 2014.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
            Pengajaran ibadah kepada anak memberikan pengaruh pada masa perkembangan selanjutnya. Anak ibarat kertas kosong yang bersih, lalu orang tua berperan penting dalam mengisi kertas tersebut. Kelak aat dewasa, kertas tersebut jadi lukisan indah atau kertas rusak. Di sinilah ajaran ibadah sejak kecil memberi pengaruh dalam membentuk masa depan anak.
            Beribadah dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Tidak harus dipaksakan anak menyerap ilmu secara mendalam orang tua harus telaten dan dimulai dengan hal kecil. “Misalnya membiasakan berdoa sebelum makan atau pergi ke tempat beribadah bersama,” jelas dr Agnes M. Haloho SpKj, 41.

            Kelak hal tersebut memengaruhi perkembangan kepribadian anak. Karena dalam diri anak sudah ditanamkan nilai agama, mereka akan melakukan segara perbuatan berdasar aturan yang mengarahkannya. “Bukan berarti aturan yang memaksa, namun sebuah ‘pengikat’ yang membuat si kecil berhati-hati,” terang spesialis kejiwaan dari RS Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo, itu. Jika kepribadian sudah terbentuk dengan baik, anak lebih tangguh dalam menghadapi permasalahannya. “Anak kelak bisa mudah mengatasi masalah dengan solusinya sendiri atau introspeksi. Bukan melimpahkan masalah itu kepada orang lan,” tutur perempuan kelahiran Jayapura, 8 Juni 1972, tersebut.