Minggu, 12 Januari 2014

Tanya-Jawab tentang Menopause dan HIV AIDS/ Menopause Questions and Answers about HIV and AIDS


Tanya-Jawab tentang Menopause dan HIV AIDS

(Sumber:Lumbangaol, Ria.2013.”Yang Menopause, yang bahagia”. Dalam Klick, Desember 2013.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

Dari dr. Ria Lumbangaol (UEM HIV AIDS Consultant, United Evangelical Mission/ UEM) Department for Asia-Medan office, Indonesia

A.     Menopause

Seperti halnya masalah kesehatan mana saja, menopause adalah pengalaman hidup yang dapat ditentramkan dengan perawatan tubuh yang baik, olahraga dan makan yang sehat. Gandum murni, polong-polongan, sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, porsi kecil daging, dan minyak tak jenuh lebih baik daripada diet yang penuh garam, gula, kafein, alkohol, produk susu (sumber kalsium bagus lainnya seperti sayuran hijau, kedelai, ikan, dan kaldu ayam dari tulangnya), serta lemak.
Menopause prematur dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah operasi pengangkaan kedua indung telur sebagai bagian dari histerektomi untuk mengobati kanker indung telur dan kanker lain pada sistem reproduksi, endometriosis berat, infeksi yang mengancam kelangsungan hidup, atau untuk melindungi wanita dari kemungkinan kanker dimasa depan. Kira-kira 5% wanita mewarisi kecenderungan menopause awal dari ibuya dan dilahirkan dengan beribu-ribu lebih sedikit telur dari kebanyakan wanita. Yang lain mewarisi kelainan autoimun dimana sistem imunisasi tubuh mereka merusak sel-sel indung telur untuk alasan yang tidak diketahui. Wanita-wanita ini cenderung mengalami menopause awal dan serangkaian gejala daripada kebanyakan wanita.
            Efek samping yangtidak menyenangkan dari menopause dapat diperkuat arti menopause itu terhadap wanita. Beberapa wanita mungkin melihat hal ini sebagai tanda menjadi tua; yang lain menyesali hilangnya masa bisa mengandung anak. Tahap kehidupan ini dapat terjadi pada saat bersamaan dengan perubahn dalam hidup lainnya: anak-anak mungkin masuk perguruan tinggi, orang tua menjadi tua dan membutuhkan lebih banyak perawatan, dan wanita mengalami kehilangan kerabat atau pasangan. Pengalaman menopause dapat ditentramkan dengna melihatnya dalam konteks bahwa ada stres lain yang dapat terjadi dalam hidup seorang wanita. Seringkali membiarkan diri sendiri menangisi kehilangan yang dialami akan menawarkan beberapa keredaan untuk menyesuaikan diri ke dalam fase hidup normal ini. Menemukan seseorang yang perhatian untuk berbicara, seperti wanita lebih tua yang telah melalui transisi ini dengan sukses, mungkin dapat menolong. Pendekatan alternatif yang menargetkan tantangan fisik, medis, dan emosional yang menemani menopause dapat memudahkan transisi menjadi hal yang menyenangkan hati dan pikiran.
Menopause pria merupakan konsep yang lumayan baru yang mengacu kepada semacam krisis psikologis atau mesional yang terjadi pada beberapa pria di usia 40-an, 50-an atau awal 60-an.

B.     HIV/ AIDS
Untuk mengenai penyakit HIV/ AIDS, penularan penyakit ini memang dapat melalui darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak, bisa melakukan test HIV atau tes darah di rumah sakit terdekat.