Sabtu, 18 Januari 2014

Terapkan Gaya Hidup Sehat, Kesehatan/ Apply Healthy Lifestyle, Healthy


Terapkan Gaya Hidup Sehat, Kesehatan
(Sumber/ source:Noname.2014.”Sejak Dini, Terapkan Gaya Hidup Sehat”. Dalam Jawa Pos,16 Januari 2014.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

            Di Indonesia, jumlah penyandang diabetes atau yang dibseut diabetes terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, diperlukan kesadaran bagi masyarakat untuk melakukan pencegahan secara dini risiko menderita diabetes.
            Diabetes atau yang juga dikenal dengan penyakit kencing manis merupakan gangguan kesehatan yag bisa diderita setiap orang. Penyakit dengan nama lengkap diabetes melitus (DM) itu bisa diderita karena genetis (tipe 1), atau gaya hidup tidak sehat (tipe 2). Diabetes adalah suatu penyakit di mana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah), insulin yang dihasilkan tubuh tidak mencukupi, atau insulin tidak beekrja dengan baik.
            Data IDF Diabetes Atlas 6th Edition 2013 mencatat, saat ini ada 381 juta diabetes di seluruh dunia. Di tanah air, jumlahnya sudah mencapai 8,55 juta penyandang. Angka itu menjadi Indonesia sebagai negara peringkat ketujuh penyandang diabetes terbesar setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia, dan Meksiko.
            WHO membagi diabetes dalam beberapa jenis. Diabetes tipa 1 meliputi simtoma ketoasidosis serta terjadi kerusakan pada sel beta dalam pankreas sehingga menyebabkan autoimunitas dan bersifat idiopatik. Diabetes tipe 2 terjadi karean defisiensi sekresi insulin. Ada pula diabetes gestasional, diderita oleh perempuan yang sebelumnya tidak didiagnosis diabetes, namun kemudian menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi selama masa kehamilan.
            Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Prof Sidartawan Soegondo MD PhD FACE menyebut diabetes juga tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Belakangan, penyakit tersebut juga diderita anak-anak.
            Menurut Sidartawan, umumnya diabetes tipe 2 baru timbul pada usia di atas 40 tahun. Apalagi, saat ini gaya hidup penduduk di kota besar cenderung sedentary (menetap) alias tidak melakukan banyak aktivitas fisik. Pria yang menempu practical diabetes course di Denmark pada 1993 itu menyebut gaya hidup bermalas-malasan dan kurang berolahraga menjadikan seseorang yang awalnya sehat dapat terserang diabetes. “Gaya hidup sehat dan seimbang harus terus dijaga seiring bertambah usia,” saran dia.
            Sidartawan juga mengatakan bahwa pola makan yang tidak teratur dan junk food dapat meningkatkan risiko seeorang terkena obesitas. Hal itu akan memicu seseorang yang memiliki gen diabetes menderita diabetes. “Sejalan dengan hal tersebut, saat ini penyandang diabetes tipe 2 juga sering ditemukan pada usia muda, bahkan belasan tahun,” tambahnya.
            Faktor risiko yang dapat menyerang seseorang dapat ditengarai saat tubuh mengalami kegemukan. Yakni, berat badan berlebih dan tidak seimbang dengan tinggi badan serta terjadi kegemukan pada bagian perut. Ciri yang tampak pada pria adalah lingkar perut lebih dari 90 cm, sedangkan perempuan memiliki lingkar perut lebih dari 80 cm.
            Tidak hanya itu, gaya hidup malas dan kurang aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor risiko diabetes. Termasuk hipertensi, dislipidemia (gangguan kesehatan gara-gara kelainan lemak dalam darah), dan melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram.
            Untuk itu, Sidartawan menyarankan diabetes melalukan diet sehat dengan perbaikan pola makan yang sehat dan seimbang. Prinsip pola makan yang sehat bagi penyandang diabetes  sama dengan orang yang tidak mengidap diabetes.
            Komposisi asupan makanan diabetes harus diperhatikan. Misalnya mengatur asupan karbohidrat 45-65 persen, lemak 20-30 persen dan jumlah lemak jenuh kecil, yakni 7 persen. Lebih lanjut Sidartawan menjelaskan, bahan makanan yang harus dikurangi berupa makanan dengan lemak jenuh dan trans seperti daging berlemak serta susu penuh (whole milk). Selain itu, konsumsi kolesterol dibatasi maksimal kurang dari 200 mg per hari.
            Makanan yang mengandung protein juga dikonsumsi 10-20 persen plus serat 25 gram per hari. “Asupan garam dapur harus dibatasi, sebaiknya tidak melebihi satu sendok teh per hari,” tegasnya.
            Stop diabetes sekarang juga! Mulailah hari dengan makan makanan yang sehat serta rajin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.