Minggu, 16 Februari 2014

Api Unggun, di dalam Pramuka/ Fireside, in the Scout

Api Unggun, di dalam Pramuka
(Sumber: Noname.Buku Saku Pramuka.UD. Budi.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
Asal mulanya api unggun ialah kebiasaan orang-orang di rimba untuk:
1.      Menjauhkan binatang buas
2.      Sebagai pelita di waktu malam
3.      Berlindung (memanaskan badan) di waktu dingin
4.      Tempat berkumpul di malam hari dan untuk berkemas.
Jadi api unggun bukanlah untuk penyembahan.
Di dalam gerakan pramuka api unggun merupakan acara serangkaian berkemah yang menggembirakan. Di selengarakan antara pukul 19.00-22.00.
Dapat diadakan di luar (di lapangan) dapat juga di dalam gedung, apabila hari hujan atau pada peringatan hari besar tertentu. Dalam hal ini api unggun di  dalam gedung, tidak digunakan api yang sesungguhnya, melainkan kertas minyak merah digunting, lampu listrik dan kipas angin. Api unggun ini disebut api unggun fantasi.
Dalam penyelenggaraan api unggun sebaiknya ada pemimpin penyelenggara. Di samping itu ada petugas khusus yang bertugas, menjaga agar nyala api tetap baik.
      Bahan bakar dalam api unggun adalah kayu, bilik, dapat juga dibantu dengan minyak tanah sebagai nyala permulaan (urub-urub) atau periuk besar atau wajan, diisi pasir kemudian dituangi minyak tanah lalu dinyalakan. Bila api akan padam ditambah minyak tanah lagi.
Hal yang perlu diketahui dalam api unggun
1.      Tempat api unggun berbentuk lingkaran besar, api terletak di tengah
2.      Biasanya diadakan atraksi pendek dan tugas dengan alat seadanya.
3.      Tidak diperkenankan gaduh mengeluarkan yel-yel bilamana ada regu yang sedang mempertunjukkan atraksi.

4.      Api unggun bukan tempat tontonan, tetapi semua harus ikut berganti mengisi acara.