Minggu, 16 Februari 2014

Apolipoprotein B (APOB) dan Resiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)/ Apolipoprotein B (apoB) and Risk of Coronary Heart Disease (CHD)

Apolipoprotein B (APO B) dan Resiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)
(Sumber:  Noname.Apolipoprotein B (APO B) dan Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK).Prodia.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
A.     Pendahuluan
LDL Kolesterol atau yang lebih sering dikenal sebagai “kolesterol jahat” yang sangat berperan dalam mengakibatkan penyakit jantung koroner. Akan tetapi walaupun banyak pengobatan telah dilakukan untuk menurunkan konsentrasi LDL kolesterol, risiko PJK hanya menurun sekitar 50%. Oleh karena itu, sekarang banyak studi di lakukan untuk mempelajari faktor lain yan terkait dengan PJK.

B.     Apa yang dimaksud dengan Apolipoprotein B-100/ APO B-100?
Dalam tubuh kita, transport lemak akan berlangsung dalam bentuk partikel lipoprotein (gabungan antara lemak dan protein). Lipoprotein ada berbagai macam, yang telah banyak dikenal adalah low density lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL). Apo B-100 merupakan protein yang terdapat pada partikel lipoprotein yang dapat meningkatkan risiko PJK. Lebih dari 90% Apo B-100 terdapat pada partikel LDL.

C.     Mengapa Apo B-100 dinilai penting?
Lemak yang berlebihan dalam tubuh merupakan faktor risiko PJK karena lemak yang berlebihan dapat menempel pada dinding pembuluh darah sehingga akan terjadi penyumbatan pembuluh darah. Proses penumpukan lemak di dalam pembuluh darah ini dikenal sebagai Aterosklerosis. Pada saat lemak masuk ke dalam pembuluh darah, lemak akan masuk dalam bentuk partikel lipoprotein, terutama dalam bentuk partikel LDL. Apo B-100 sangat penting peranannya dalam aterosklerosis karena dengan adanya Apo B-100, maka akan ada interaksi antara Apo B-100 dengan bagian dinding pembuluh darah yang mengakibatkan partikel LDL tersebut tertahan di dalam dinding pembuluh darah. Partikel lipoprotein mengandung Apo B yang tertahan inilah yang akan menignkatkan risiko aterosklerosis karena partikel lipoprotein tersebut akan dirubah menjadi partikel berbahaya yang meningkatkan risiko PJK.

D.     Manfaat Pemeriksaan Apo B-100
Berikut ini adalah beberapa manfaat pemeriksaan Apo B-100 yaitu:
1.      Apo B-100 merupakan protein utama dalam partikel lipoprotein yang potensial mengakibatkan PJK, terutama partikel LDL. Karena tiap partikel LDL mengandung 1 molekul Apo B, maka konsentrasi Apo B tidak hanya mencerminkan risiko yang terkait dengan PJK, tetapi juga mencerminkan jumlah partikel LDL di dalam tubuh. Penentuan konsentrasi Apo B merupakan komponen penting untuk menentukan risiko PJK. Peningkatan Apo B berkaitan dengan peningkatan jumlah partikel lipoprotein yang potensial mengakibatkan aterosklerosis dan peningkatan risiko PJK.

2.      Penetuan Apo B bermanfaat dalam mementukan risiko adanya small dense LDL (bentuk LDL yang lebih kecil dan lebih padat). Jadi LDL memang berbahaya karena dapat menyusup ke lapisan pembuluh darah, tetapi small dense LDL lebih berbahaya karena:
a.       Lebih mudah masuk ke dalam pembuluh darah karena ukurannya yang kecil
b.      Mudah teroksidasi dan memicu aterosklerosis
Rasio LDL Kolesterol/ Apo B serum <1,2 menunjukkan adanya small dense LDL yang meningkatkan risiko PJK 3 kali lipat bila dibandingkan LDL dengan ukuran partikel yang normal.

3.      Penetuan Apo B bermanfaat dalam menentukan keberhasilan pengobatan terutama pengobatan menggunakan kelompok statin.

E.      Siapa yang memerlukan pemeriksaan Apo B-100?
1.      Individu dengan kondisi gangguan lemak atau dislipidemia balik dengan konsentrasi kolesterol yang tinggi maupun trigliserida yang tinggi. Trigliserida yang tinggi akan meningkatkan risiko terbentuknya small dense LDL.
2.      Individu dengan nilai kolesterol LDL pada rentang normal pun memerlukan pemeriksaan Apo B-100 karena apabila mengingat rasio kolesterol LDL direk/ Apo B <1,2 merupakan batas small dense LDL, bisa sja ditemukan kolesterol LDL normal tetapi Apo B tinggi, dengan demikian dapat terbentuk small dense LDL.
3.      Individu yang mendapat pengobatan untuk gangguan lemak terutama pengobatan menggunakan kelompok statin.
4.      Individu yang ingin melakukan uji saring kesehatan terutama untuk melihat profil lemak.

F.      Bagaimana pemeriksan Apo B-100 dilaksanakan?
Sampel akan diambil dari darah vena dalam keadaan puasa kurang lebih selama 12 jam sebelumnya. Pemeriksaan dapat dilakukan setiap hari di laboratorium klinik prodia terdekat.

G.     Penutup
Penentuan konsentrasi Apo B sangat bermanfaat untuk ditambahkan ke dalam pemeriksaan profil lemak untuk melihat adanya konsentrasi gangguan lemak, menentukan risiko PJK, melihat adanya small dense LDL dan menentukan keberhasilan terapi pengobatan menggunakan statin.

H.     Panel lemak
1.      Kolesterol total
2.      Kolesterol HDL
3.      Kolesterol LDL Direk
4.      Trigliserida

5.      Apo B