Minggu, 16 Februari 2014

Catatan Klinik tentang Ruang Anatomik/ Clinical Notes on Space Anatomic

Catatan Klinik tentang Ruang Anatomik
A.     Miopati adalah istilah untuk melukiskan suatu penyakit atau gangguan pada otot kerangka yang diperkirakan disebabkan kesealahan yang berhubungan dengan metabolisme otot. Simtom utamanya adalah kelemahan otot: adakalanya serabut otot diganti dengan lemak yang menyebabkan pembesaran tetapi juga disertai kelemhana yang bertambah, seperti pada distrofi pseudohipertrofik.
B.     Miositis adalah istilah untuk menunjuk suatu peradangan atau penyakit pada otot kerangka. Terdapat banyak varietas, beberapa akut (mendadak), lain lagi kronik (menahun) seperti pada miositis ossifikans. Dalam hal ini serabut otot mula-mula diganti dengan jaringan fibrus dan kemudian dengan jaringan tulang, dengan kata lain jaringan otot terseling di antara serabut otot.
C.     Kejang adalah kontraksi otot yang terjadi dengan sendirinya, ngilu dan setempat, yang dapat diringankan dengan meluruskan otot, seperti kejang pada betis atau paha dapat diringankan dengan meluruskan dengan kuat anggota serta jari kaki dorsiflexi. Kejang terjadi pada orang normal sesudah latihan berat, dan sewaktu malam; hal ini juga terjadi karena gangguan metabolik tertentu, seperti kehabisan natrium, kekurangan air yang parah dan dalam beberapa penyakit tertetnu yang ada hubungannya dengan motor neurone.
D.     Jari adalah salah satu bagian tubuh yang telanjang dan karena terus menerus digunakan maka sangat mudah kena cedera dan infeksi. Setiap luka lecet harus mendapat perhatian yang baik. Infeksi yang tersebar dari ruang antara kuku dan daging jari tangan atau jari kaki melalui sarung tendon sinovial dapat menjalar jauh dan menghendaki pengobatan sungguh-sungguh dan teliti. Sebuah infeksi yang tersebar dengan cara yang sama dapat menyerang saluran limfe dan kelenjar. Terlebih lagi jari sangat mudah untuk kontraksi setelah cedera.
E.      Otot. Otot cedera karena benturan, terkoyak, terpelecok atau pecah. Sebuah otot dapat tertarik lepas sama sekali dan koyak. Hematom dapat terbentuk dalam otot yang cedera. Dalam tungkai tennis serabut otot pada betis koyak. Siku tennis adalah keadaan yang serupa bila ada kerusakan origo otot extensor teregang dari epikondil lateral humerus. Setiap gerak dari otot extensor ini menyebabkan rasa ngilu. Sebuah otot, misalnya rektus abdominis, dapat menjadi tempat tumor tumbuh.
Kontraktur otot dapat terjadi setelah cedera, terutama setelah terbakar kalau tidak diusahakan suapaya otot yang terkena dipertahankan dalam kedudukan aktif yang normal dengan balutan kuat yang sesuai. Kontraktur juga dpaat disebabkan hal lain: sebuah contoh ialah tortikolis yang karena kontraksi otot sterno-mastoid di satu sisi maka kepala terteleng dan muka terputar ke sebelah yang berlawanan. Hal ini bisa merupakan kelainan kongenital atau karena spasmus (kejang) otot yang timbul akibat suatu rangsangan.
Iskhemia volkmann adalah keaaan yang disebabkan rintangan pada aliran darah apda sebuah atau sekelompok otot, seperti pada lengan bawah. Serabut otot mengalami fibrosis dan berkontraksi. Penggunaan pembalut gips yang terlampau kencang biasanya merupakan penyebabnya.
F.      Tendon juga dapat terluka pada waktu meluruskan, yaitu sobek atau pecah. Tendosinovitis dapat menyusul sesudah tendon yang terluka kemudian kena infeksi. Sebuah tendon dapat teritis putus karena kecelakaan atau perkelahian, misalnya karena pisau cukur. Tendon juga dapat mengalami kontraktur. Sebuah contoh klasik adalah kontraktur dupuytren, bila fasia palmar tertarik ke atas dan jari manis dan kelingking terlipat ke arah tapak tangan dan tidak dapat diluruskan, baik secara aktif, maupun pasif, kalau tidak diobati (tindakan pembedahan mungkin diperlukan): jari lain dapat juga terbawa kalau kontraktur bertambah.
G.     Diafragma juga sebuah otot. Dapat terluka karena kecelakaan yang mengenai dada atau abdomen; dapat paralise (lumpuh) seperti terjadi pada kecelakaan pada tualng punggung dan serupa juga pada poliomeielitis bila saraf frenikus terkena.beberapa jenis pernapasan buatan kemudian digunakan untuk mempertahankan gerakan pernapasan.
Beberapa kerusakan terjadi dalam diafragma akibat hernia kongenital. Hernia hiatus usofageal yang disebabkan kelemahan otot, adalah jenis yang umum.
Hernia hiatus diperoleh juga pada orang setengah umur kalau pelemahan dan pelebaran tembuk usofageal terjadi. Dalam hernia hiatus bagian bawah usofagus dan bagian atas lambung meluncur bergeser masuk dada bila pasien bungkuk, mengangkat sesuatu atau menggeliat.
Segera dapat diusul oleh usofagitis dan umumnya ada perdarahan sedikit tetapi tetap, yang hanya dapat ditentukan diagnosanya kalau pasien menjadi anemia yang memerlukan perbaikan.

Jenis lain ialah hernia hiatus bergulung bila fundus lambung naik melalui lubang di depan usofagus. Rasa kembung dan tidak enak di daerah epigastrikum yang mengganggu adalah ciri dari jenis ini.