Minggu, 16 Februari 2014

Catatan Klinik tentang Sendi Atau Persambungan pada Kerangka, Anatomi Fisiologi Paramedis/ Clinical Notes on the Framework Linkage Joints Or, Anatomy Physiology Paramedic

Catatan Klinik tentang Sendi Atau Persambungan pada Kerangka, Anatomi Fisiologi Paramedis
(Sumber/ Source: Pearce, Evelyn C.2008.Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)

Dalam pengobatan luka atau cedera pada sendi adalah penting untuk mencapai gerakan yang sempurna. Untuk itu perlu pengetahuan tentang segala kemungkinan gerak pada setiap sendi sebagaimana telah diuraikan. Hal itu sangat berharga dalam usaha perbaikan.
Sendi bahu. Karena kedangkalan rongga persendian, kepala humerus yang besar dan kelemahan ligamen kapsul, sendi bahu cenderung untuk lebih mudah terkena dislokasi daripada sendi lain manapun dalam tubuh.
(Dislokasi adalah pemisahaan lengkap dari permukaan yang disebabkan tertarik kapsil). Dislokasi dapat merupakan komplikasi pada fraktur ujung atas humerus.
A.     Sendi Sterno-Klavikular dapat mengalami dislokasi ke depan atau ke belakang sebagian akibat jatuh dengan keras di atas bahu, misalnya penunggang kuda.
B.     Sendi akromio-klavikular lebih sering kena subluxasi daripada dislokasi.
C.     Gerakan sendi bahu. Berhubung dengan longgarnya ligamen kapsul dan permukaan persendian yang dangkal maka ada banyak kemungkinan gerak. Terlebih lagi gerakan sendi bahu lebih dimungkinkan oleh gerakan meluncur skapula di atas dinding dada.
Abduksi dilaksanakan oleh otot supraspinatus dan otot deltoid tetapi hanya sampai 90  derajat. Mengangkat lebih tinggi lagi sampai 180 derajat dimungkinkan oleh rotasi skapula di atas dinding dada, pada hakekatnya dilaksanakan oleh otot trapezius.
Flexi yaitu mengangkat lengan ke depan dan menyilang dada dilaksanakan oleh otot pektoralis mayor dan serabut anterior dari deltoid.
Extensi dilasanakan oleh otot yang berkait pada skapula yaitu teres mayor, latisimus dorsi dan serabut posterior dari deltoid.
Rotasi internal dan external juga mungkin dan juga sirkumduksi atau mengangkat lengan dalam lingkaran ke atas, ke samping, ke belakang dan turun, kalau sebagian besar dari otot yang berkait kepala bahu dikerjakan.
Sewaktu mengobati cedera pada bahu selalu penting untuk melihat bahwa pertama-tama gerakan tegak lurus dapat dilaksanakan dan kemudian abduksi lebih jauh, supaya pasien dapat menyisir rambutnya sendiri dan mengusap tengkuknya. Mencapai gerakan ini juga sesuaty ang penting sesudah maksetomi radikal.
Dislokasi kepala radius dengan penggeseran ke depan, terjadi pada remaja yang jatuh dengan lengan bawah yang lurus dan dalam supinasi. “Pulled elbow” (siku keluar) adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan subluxasi dari kepala radius pada anak kecil karena tiba-tiba lengannya ditarik.
D.     Sendi siku. Fraktur tulang yang membentuk sendi siku sering mendapat komplikasi dengan dislokasi. Dislokasi ke belakang dari sendi dapat disertai oleh fraktur dari prosesus koronoid.
E.      Otot yang menggerakkan siku.
1.      Flexi: bisep, brakhialis, otot flexor dari lengan bawah
2.      Pronasi: pronator dan flexor radialis.
3.      Extensi: trisep, ankonius
4.      Supinasi: bisep, supinator (brakhio-radikalis), extensor dari ibu jari.
Bisep adalah otot flexor dari siku dan karena masuk ke dalam tuberositas radius, maka bisep juga sekaligus merotasikan lengan bawah ke dalam kedudukan supinasi.
F.      Sendi Pergelangan tangan dan tangan. Sendi pergelangan tangan dapat terpelecok atau riuk, sehingga memerlukan pendukung untuk beberapa waktu: kalau tidak maka bisa cenderung menjatuhkan barang yang dipegang. Satu atau beberapa tulang karpal, misalnya lunatum dapat terkena dislokasi karena jatuh di atas tangan; skafoid atau navikular dapat patah kalau jatuh di atas tapak tangan.
Fraktur pada basis metakaprpal pertama dengan subluxasi dari sebagiannya disebut fraktur bennett.
G.     Otot yang menggerakkan pergelangna tangan
1.      Flexi: otot yang panjang melintasi sebelah depan pergelangan tangan
2.      Extensi: semua yang melintasi sebelah belakang sendi
3.      Adduksi: flexor karpal dan extensor di sisi ulna dari pergelangan tangan
4.      Abduksi: flexor karpal dan extensor di sebelah radial.

H.     Otot yang bekerja atas tangan adalah flexor panjang dari semua jari dan otot kecil (instrinsik) yang berkait pada tulang pada tulang karpal. Letakkan tangan Anda datar di atas meja, rapatkan jari dan perhatikanlah bahwa abduksi dan adduksi jari dilaksanakan oleh otot instrik ini dan untuk jari telunjuk dan kelingking dibantu oleh otot abduksi khusus. Ibu jari mampu flexi, extensi, abduksi dan adduksi serta berhadapan dengan semua jari seperti kalau memegang barang.