Minggu, 16 Februari 2014

Pendekatan Siklus-Hidup dan Hak Reproduksi/ Life-Cycle Approach and Reproductive Rights

Pendekatan Siklus-Hidup dan Hak Reproduksi
(Source/ Sumber:  Noname.2004.Kesehatan Reproduksi.Jakarta: Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
Hambatan sosial, budaya dan ekonomi yang dihadapi sepanjang hidup perempuan merupakan akar masalah buruknya kesehatan maternal (saat hamil, bersalin dan nifas). Dengan menggunakan pendekatan siklus hidup diketahui bahwa masalah mendasar kesehatan perempuan telah terjadi jauh sebelum memasuki usia reproduksi (15-49 tahun). Status kesehatan perempuan masa kanak-kanak dan remaja mempengaruhi kondisi keeshatannya saat hamil dan bersalin. Jenis makanan, tingkat pendidikan, nilai dan sikap yang dianut, sistem kesehatan yang tersedia dan bisa diakses, situasi ekonomi, serta kualitas hubungan seksualnya-mempengaruhi perempuan dalam menjalankan masa-masa produksi dan reproduksinya (ISSA, 1993).
Antisipasi kebutuhan perempuan sepanjang hidupnya, mulai dari saat konsepsi hingga masa pasca usia reproduksi dapat dilakukan dengan menggunakan pendkeatan siklus hidup. Pendekatan ini menekankan pada pentinya perilaku pencapaian pelayanan kesehatan yang memenuhi keutuhan perempuan karena mereka memiliki kebutuhan khusus. Sistem kesehatan harus mengenali dan memperhatikan asalah kesehatan perempuan karena kondisi dan upaya pada satu tahap kehidupan akan mempengaruhi sepanjang hidupnya. Sebagai contoh (FCI, 2000):
1.      Pemberian ASI ekslusif selama 4-6 bulan memberi antibodi (kekebalan) dan gizi yang dibutuhkan bayi untuk memulai hidup sehat;
2.      Kekurangan gizi yang dialami remaja perempuan di masa kanak-kanak bisa menghambat pertumbuhannya (tulang panggul tidak berkembang sempurna), sehingga berisiko mengalami persalinan macet; dan

3.      Perempuan mda yang terkena ISR dan tidak diobati dengan benar, berisiko mengalami kemandulan.