Senin, 03 Februari 2014

Pengantar Pada Tubuh Manusia/ Introduction In Human Body

Pengantar Pada Tubuh Manusia
(Sumber/ Source: Pearce, Evelyn C.2008.Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
Anatomi atau ilmu urai mempelajari susunan tubuh dan hubungan bagian satu sama lain. Anatomi regional mempelajari menurut letak geografis bagian tubuh. Dan setiap region atau daerah, misalnya lengan, tungkai, kepala, dada dan seterusnya ternyata terdiri atas sejumlah struktur atau susunan yang umum didapati pada semua region. Struktur itu ialah tulang, otot, saraf, pembuluh darah dan seterusnya. Dengan dasar penelaahan seperti itu maka dijumpai sejumlah sistem jaringan yang berbeda. Tentang hal itu semuanya dikelompokkan bersama.
Mempelajari letak dan hubungan satu bagian tubuh tidak dapat terpisahkan dari pengamatan tentang kegunaan setiap struktur dan sistem jaringannya. Hal ini membawa kita ke penggunaan istilah anatomi fungsionil yang bertalian erat dengan fisiologi atau ilmu faal. Kemudian  diketahui bahwa ada struktur tertentu yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Maka diperkenalkanlah istilah anatomi makroskopik untuk membedakannya dari anatomi mikroskopik yang memerlukan penggunaan mikroskop. Bertalian erat dengan anatomi ialah histologi atau ilmu tentang strutur halus dari tubuh dan sitologi, ilmu tentang sel.
Fisiologi mempelajari fungsi atau kerja tubuh manusia dalam keadaan normal. Ilmu ini sangat terat kaitannya dengan pengetahuan tentang semua makhluk hidup yang tercakup dalam pelajaran biologi. Dan bersamaan dengan itu juga erat hubungannya dengan tugas ahli sitologi yang mempelajari detail struktur sel, dan ahli biokimia yang berurusan dengan  dengan perubahan kimiawi dan kegiatan sel serta penyelidiki proses kimia jasad hidup yang serba kompleks. Juga erat berhubungan dengan ilmu alam yang mempelajari reaksi fisik dan gerakan yang terjadi di badan.
Tubuh terbentuknya atas banyak jaringan dan organ, masing-masing dengan fungsinya yang khusus untuk dilaksanakan. Sel ialah unit atau unsur terkecil dari tubuh dan yang dimiliki oleh semua bagian. Sel disesuaikan dengan fungsi yang harus dilaksanakan atau dengan jaringan di mana sel itu berada. Beberapa sel, misalnya yang berada dalam sistem saraf dan otot, memang sangat khas. Beberapa lainnya seperti yang ada dalam jaringan ikat perkembangannya tidak sempurna yang di otot atau saraf. Pada umumnya semakin khusus tugas suatu sel, semakin kecil daya tahannya menghadapi kerusakan dan juga paling sukar diperbaiki atau diganti.
Istilah yang digunakan dalam anatomi. Banyak bagian tubuh yang terletak simetris. Misalnya anggota gerak mata dan telinga, paru dan ginjal. Akan tetapi jugaterdapat banyak asimetris pada susunan tubuh. Limpa terletak di sebelah kanan, pangkreas terletak sebagian di kiri dan sebagian di kanan.
Tubuh manusia dipelajari dalam keadaan berdiri tegakdengan kedua lengan di sisi terbuka dan telapak tangan menghadap ke depan, kepala tegak dan mata tertuju lurus ke depan. Ini disebut posisi anatomi.
Maka letak berbagai bagian tubuh dilukiskan dengan memperbandingkannya pada garis dan bidang khayal (imajiner). Misalnya bidang medial melalui sumbuh tengah tubuh. Dan istilah superior dan inferior menunjukkan letak relatif tinggi atau rendah, khususnya dalam perbandingan dengan badn, seperti permukaan superior dan inferior dan klavikula (tulang selangka).
Istilah anterior dan posterior merupakan sinonim dari ventral dan dorsal. Istilah ini hanya digunakan untuk orang dalam keadaan berdiri tegak atau “posisi anatomi”. Misalnya arteri tibialis anterior dan posterior terletak di depan dan di belakang tungkai bawah. Dalam melukiskan permukaan telapak tangan digunakan istilah palmar dan dorsal, bukan anterior dan posterior. Dan dalam melukiskan permukaan telapak kaki dipakai istilah plantar dan dorsal.

Istilah proximal dan distal dipakai untuk menunjukkan dekat jauhnya, atau jarak dari titik tertentu. Misalnya farinx proximal lebih dekat kepada pergelangan tangan daripada yang distal, yang letaknya terjauh. Bila tiga struktur terletak dalam satu garis yang berjalan mulai dari bidang median tubuh ke samping luar, maka ini dilukiskan sebagai letak mediais, intermedialis dan lateralis. Contoh dari ini dapat dilihat dalam urutan ketiga tulang kuneiformis dari telapak kaki. Sesuai dengan ini maka bila tiga struktur terletak dalam sebuah gairs yang berjalan di depan ke belakang (anterior dan posterior) atau dari atas ke bawah (superior ke inferior), hal ini dilukiskan sebagai anterior, medialis dan posterior, sebagaimana terjadi dengan letak ketiga fossae dari tengkorak. Dan posterior, medialis dan inferior seperti terjadi pada letak urutan sendi radio-ulnaris.