Senin, 03 Februari 2014

Udema, Anatomi Fisiologi ParamedisEdema, Anatomy Physiology Paramedic

Udema, Anatomi Fisiologi Paramedis
(Sumber/ Source: Pearce, Evelyn C.2008.Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.)
(Rewritten by Dimas Erda Widyamarta: www.ithinkeducation.blogspot.com)
Udema adalah tertimbunnya cairan dalam jaringan, akibat adanya gangguan keseimbangan seperti telah diuraikan di atas. Udema dapat terjadi oleh:
1.      Adanya tekanan hidrostatik yang sangat tinggi pada pembuluh kapiler seperti  misalnya bila cairan aliran darah vena tersumbat.
2.      Tekanan osmotik terlalu rendah karena kadar protein plasma, terutama albumin, sangat rendah.
3.      Sumbatan pada aliran limfe
4.      Kerusakan dinding kapiler sehingga plasma dapat merembes ke luar dan masuk ke dalam jaringan serta menimbulkan tekanan osmotik yang melawan tekanan osmotik protein aliran darah.
Udema kardiak, terjadi pada payah jantung kongestif. Tekanan vena dan akibatnya juga tekanan kapiler meningkat. Udema pada tungkai bawah dan kaki terjadi pada mereka yang biasa berdiri dan berjalan, udema pada daerah sakrum pada merka yang biasa duduk dan udema pada punggung dan pantant pada mereka yang terbaring. Ginjal ikut terpengaruh dan pembuangan ginjal membuang natrum.
Udema karena sumbatan saluran limfe pada umumnya merupakan tanda khas, meskipun tidak selalu pada orang yang habis mengalami mastektomi radikal. Pembengkakan lengan itu terjadi karena kelenjar limfe di ketiak sudah diangkat waktu pembedahan. Pembengkakan sumbatan limfe ini juga terjadi pada penyakit elefantiasis yang disebabkan oleh adanya filaria yang menyumbat saluran limfe.

Udema juga terlihat pada adanya trombosis pada vena betis yang terletak dalam, biasanya merupakan komplikasi berbahaya akibat terbaring yang terlalu lama yang menyebabkan aliran darah dalam vena menjadi lambat sehingga membeku. Trombosis macam ini juga terjadi akibat adanya infeksi.