Minggu, 09 Maret 2014

ASI Dulu, Susu Formula Kemudian/ Breastfeeding In the past, Formula Later

Asi Dulu, Susu Formula Kemudian

(Sumber: Rahmawati, Yanita.2013.”Asi Dulu, Susu Formula Kemudian”. Dalam Jawa Pos, tanggal 28 Februari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, www.ithinkeducation.blogspot.com)

            Madiun, air susu ibu atau ASI begitu penting bagi balita. Pasalnya, ASI ememiliki kandungan gizi yang kompleks. Dari zat besi, protein, AA dan DHA serta rendah gula. Kandungan ASI inilah yang penting untuk tumbuh kembang anak.
            Yuanita menuturkan, gizi buruk terjadi karena pola pengasuh yang salah. Biasanya, ibu cenderung megnesampingkan pemberian ASI karena sibuk bekerja. Akibatnya, balita tidak mendapatkan asupan ASI yang memadai. “Namanya ASI ekslusif harus diberikan enam bulan sejak lahir, yang paling penting diberikan saat pertama kali bayi lahir karena mengandung kolostrum. Jadi seharusnya bagi para ibu, jangan tergesa-gesa memberikan susu formula kepada anaknya,” katanya.
            Menurut Yunita, pemberian ASI bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tidak hanya menyusui secara alngsung. ASI bisa diperah dan disimpan dalam wadah yang steril yang dimasukkan dalam lemari es agar membeku.”Saat dikeluarkan dari lemari es, harus dihangatkan dulu. Susu itu pun harus dihabiskan dalam waktu dua jam, lebih dari itu basi dan tidak layaknya konsumsi,” katanya.
            Agar kualitas ASI baik, Yunita pun merinci makanan yang mampu mendorong produksi ASI terus meningkat. Misalnya bayam, daun pepaya, wortel, asparagus hingga beras merah. “Makanan ini mudah ditemukan dan diolah,” katanya.
            Selepas enam bulan diberikan ASI, balita bisa menerima tambahan susu formula dan makanan. Dia pun meminta agar ibu balita lebih selektif memiliki susu formula. “Pembelian susu formula tidak boleh sembarangan, ada langkah yang harus diperhatikan,” katanya.
            Menurut Yuanita, ada sejumah langkah untuk membuat susu formula. Pertama, botol susu harus steril, setelah itu satu sendok susu diseduh dengan air sebanyak 30 cc air mendidih dalam botol seteril. “Tidak langsung diberikan, susu dalam botol dibiarkan dulu biar hangat,” terangnya.

            Peran susu formula untuk menambah dari nutrisi bayi saat ASI tidak mencukupi. Hanya saja, susu formula tidak bersifat wajib dan dianjurkan gizi. “Dampak penggunaan susu formula yang terlalu kelebihan akan mengakibatkan balita menderita obesitas atau kelebihan berat badan sehingga mengganggu pertumbuhan. Misalnya, usia enam bulan saja biasanya sudah merangkak, tapi hanya mirang-miring,” katanya.