Minggu, 09 Maret 2014

Bergerak Bisa Cegah DVT (Deep Vein Thrombosis/ The Silent Killer)/ Moves Can Prevent DVT (Deep Vein Thrombosis / The Silent Killer)

Bergerak Bisa Cegah DVT (Deep Vein Thrombosis/ The Silent Killer)
(Sumber: Noname.2013.”So Jet Lag, Penerbangan Panjang dan Risiko Gangguan”. Dalam Jawa Pos, tanggal 28 November 2013.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, www.ithinkeducation.blogspot.com)

Selain jet lag, ada risiko dep vein thrombosis (DVT) atau the silent killer saat penerbangan selama lebih dari delapan jam. Posisi duduk di pesawat terbang (terutama kelas ekonomi) membuat bagian belakang betis tertekan oleh bagian tepi kursi. Akibatnya, vena di betis tertekan dalam waktu lama.
            Ditambah suhu dingin di kabin pesawat dan kurang minum, penumpangna berada dalam status hiperkoagulasi. Artinya, darah lebih mudah menggumpal. “Trombosis vena dalam atau DVT umumnya terjadi pada kaki, terapi dapat juga pada vena lain,” ungkap Prof Dr dr Karmel Lidow Tambunan SpPD-KHOM dari Departemen Hematologi dan Onkologi Medik FK Universitas Indonesia/ RSUP Cipto Mangunkusomo FKUI/ RSCM) Jakarta. DVT pada kaki, lanjut dia, terlihat dari pembengkakan dan perubahan warna kaki, diikuti rasa sakit. “Sumbatan pada kaki dapat fatal jika bekuan darah lepas dan terbawa aliran darah serta menyangkut di arteri pulmonalis paru) atau yang disebut PE (pulmonari embolism). Hal terseut dapat mengakibatkan kematian,” ujarnya.

            Setiap orang, menurut Karmel risiko mengalami DVT. Risiko meningkat bila terdapat faktor genetis dalam keluarga, kebiasaan merokok, atau pascaoperasi. Juga, ibu hamil dan pengguna terapi hormonal. Pencegahan DVT rupanya simpel; banyak bergerak. Usahakan 1-2 jam sekali, bangkit dari tempat duduk dan berjalan-jalan.