Selasa, 11 Maret 2014

Bersih Desa, di Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur/ Clean village, in the village of Ngadisanan, District Sambit, Ponorogo, East Java

Bersih Desa, di Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
(Sumber/ source: Noname.2012.”Bersih Desa Ngadisanan”. Dalam Tabloid Benar Edisi X, 2012.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, www.ithinkeducation.blogspot.com)
            Bersih desa merupakan warisan dari nilai luhur budaya yang menunjukkan bahwa manusia jadi satu dengan alam. Ritual ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap Tuhan atas segala karunia yang diberikan. Tradisi Bersih Desa merupakan warisan turun temurun.
            Seperti halnya kegiatan bersih desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit. Berbagai bentuk ritual dan kegiatan dilakukan selama dua hari satu malam, mulai Jumat Sore, tanggal 28 September dengan kegiatan ziara makam Mbah Ngadisono, yaitu orang yang babad Desa Ngadisanan yang diikuti seluruh perangkat Desa Ngadisanan. Dilanjutkan keesokan harinya, Sabtu 29 September, pagi dengan pagelaran budaya Tayub dilanjutkan siang hari dengan pertunjukan Reyog, Gajah-gajahan dan pertunjukan panjang pinang sebanyak enam buah. Tak hanya itu, pada malam harinya juga diadakan pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Sunardi dari Pacitan dengan mengambil lakon “Wahyu Payung Agung,” yang kesemua dari kegiatan tersebut di pusatkan di Balai Desa.
            Tampak masyarakat Ngadisanan dan sekitarnya antusias sekali, mereka berbodnong dan rela berdesakan untuk menyaksikan berbagai kesenian yang di tampilkan mulai tayub dan arakan Reyog dan Gajah yang berangkat dari tiga dusun, yaitu Dusun Gangin, Dusun Sanan, dan Dusun Pager Sari menuju Balai Desa.
            Dalam sambutannya sebelum pagelaran dimuali, ketua panitia Muhaimin SPd mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Ngadisanan yang telah membantu mensukseskan rangkaian kegiatan dalam rangka Bersih Desa tersebut. “Atas nama panitia dan pemerintah Desa saya mengucapkan terimakasih atas dukungan dari seluruh elemen masyarakat Ngadisanan sehingga acara ini berjalan sukses,” ungkapnya.

            Sementara Kepala Desa Ngadisanan, Suparni saat ditemui mengungkapkan bahwa kegiatan dalam rangka Bersih Desa mulai dari Ziarah Makam, Pagelaran seni Tayub, Reyog, Gajah dan sampai pada puncaknya Pagelaran wayang kulit berjalan dengan lancar. “Semua kegiatan di ikuti seluruh masyarakat, dan ini membuktikan masyarakat Ngadisanan tidak hanya sebagai penonton, melainkan ini merupakan hajad bersama,” terangnya. Lebih lanjut kades juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali segala dukungannya mensukseskan kegiatan tersebut. dia berharap dari kegiatan tersebut akan membuat segala urusan Desa Ngadisanan dapat berjalan lancar, masyarakat dapat guyub rukun tentram dan damai. “Sesuai dengan lakon payelaran wayang ‘Wahyu Payung Agung’ semoga Ngadisanan benar-benar mendapat keberuntungan atau wahyu,” jelas kades. Turut hadir pula dalam puncak acara Bersih Desa Ngadisanan anggota DPRD Ponorogo, seluruh kepala desa seluruh kecamatan Sambit, tokoh masyarakat, serta warga Ngadisanan dan sekitarnya.