Minggu, 09 Maret 2014

Cara Untuk Selalu Update dan Eksis/ How To Update and Always Existed

Cara Untuk Selalu Update dan Eksis
(Sumber: Noname.2014.”Update Sana-Sini biar Eksis”. Dalam Jawa Pos, tanggal 24 Februari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, www.ithinkeducation.blogspot.com)
Wih, itu guru siapa, bila eksis banget gitu di Twitter? Setiap sepuluh menit langsung update status baru. Nyatanya, 57m4 responDet mengaku punya guru yang sering ngeksis di sosial media. Senang sih punya guru yang nggak cupu dan gaul abis, tapi ya kadang annoying (menjengkelkan) juga kalau dikit-dikit update.
A).  Sering Kepo
Gara-gara punya akun social media kayak Facebook, Twitter dan Instagram, guru matematika Yusri Alawiyah dari SMAN 21 Surabaya suka kepo terhadap muridnya nih, guys. Beliau sering stalking foto muridnya dan suka banget berkomentar di foto itu. Apalagi kalau masalah kayak gitu sampai dibawa ke obrolan dalam kelas. Parahnya lagi, kalau foto tersebut kelihatan udah kebablasan, beliau nggak segan-segan ngeluarin peluit kartu kuning loh.
Kejadiannya sih, ada adik kelas yang pernah ketahuan foto bareng pacarnya. Eh, ternyata guru matematika itu tahu kalau soal foto tersebut. urusannya langsung jadi runyam deh. “Di sekolahku kalau ketahuan pacaran sih katanya masuk pelanggaran. Jadi, foto itu diprint, terus dipajang di ruang BK,” ujar cewek yang ikut prihatin sama adik kelasnya tersebut. tuh kan, makanya jangan nakal. Udah tahu dilanggar, masih ada dilakuin tuh, Sob. Gih, nurut sama kebijakan sekolahmu.

B).  Pembelajaran Positif
Pandu Mahendra dari SMPN 4 Surabaya juga punya nih guru yang eksis di dunia maya. Tepatnya sih guru mata pelajaran IPA. Kata Pandu, guru itu aktif di Twitter nggak Cuma buat kepentingan pribadi. Kadang beliau suka ngadih tebakan soal, tugas dan kisi-kisi ulangan. Pandu sih senang banget di follow oleh beliau. Sebab dengan begitu, doi bisa berinteraksi langsung sama sang guru. Selain itu, Pandu yang sekarang ini duduk di kelas IX SMP ngerasain manfaat sang guru suka eksis di Twitter.
“Kadang aku suka nanya PR ke beliau. Kalau lagi butuh latihan soal atau kisi-kisi, aku bisa langsung di favorite beliau. Praktis banget!” cuap cowok yang sering buka timeline gurunya itu. Doi mengaku bahwa pembelajaran yang diterapkan sang guru itu benar-benar fun. Tujuannya sih biar nggak bosan kalau mesti belajar di kelas.

C).  Beda dengan Kenyataan
Aziz Aminulla dari SMP Jiwa Nala Surabaya punya cerita yang berbeda tentang gurunya yang sering eksis di social media. Jadi nih guys, guru BK di sekolah Azizi punya akun Facebook dari sekolah yang sering digunakian buat nge-share info penting. Tapi, nggak jarang juga akun tersebut dipakai buat update status pribadi. So pasti de, beliah dan muridnya sering berinteraksi satu sama lain di Facebook tersebut. “Biasanya suka nge-like foto yang kami share di Facebook,” kata Azizi
Namanya juga guru, pasti nggak luput dari sifat kekepoan terhadap muridnya dong. Ya istilahnya sih stalking is a must demi mengetahui perkembangan anak didik. Kata teman doi yang pernah keluar masuk ruang BK, gurunya itu suka ngegosipin status Facebook muridnya dengan guru lain. Tapi untung, Azizi dan temannya nggak pernah punya masalah dengan guru BK itu karena beliau menganggap hal yang ada di social media bisa jadi berbeda dengan yang ada di kehidupan nyata. Jadi, nggak khawatir kalau mau update status.

D).  Poling

1)      Punyakah kamu guru yang eksis di social media? Punya: 57,4%. Nggak: 42,6%
2)      Paling sering eksis di sosial media apa gurumu? (3 tertinggi) Facebook: 72,5%. Twitter: 22,9%. Lainnya 2,1%

E).   Data poling responDet
Profil Respon Det
a)      Cewek: 50%; Cowok: 50%
b)      Pendidikan: SMA: 50% dan SMP: 50%
c)      Usia 11-13 tahun: 26,5%. Usia 14-16 tahun: 49,0%. Usia 17-19 tahun: 24,5%
Total repsonDet 506 terdiri atas pelajar SMP dan SMA di Surabaya

Metode polling: cluster random sampling, closed question. Toleransi kesalahan: 4,5%. Instrumen polling: Open closed question