Jumat, 21 Maret 2014

Hubungan Religius dengan Kesehatan dan Darah (Didih), di dalam Keperawatan/ Religious Relations with Health and Blood (BOILING), in the Nursing

Hubungan Realigi dengan Kesehatan dan Darah (Didih), di dalam Keperawatan
(Sumber/ source: Widyamarta, Dimas Erda. Etc. 2014. Hubungan Realigi dengan Kesehatan.Karya Tulis Ilmiah DIII Keperawatan University of Reog Ponorogo.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, www.ithinkeducation.blogspot.com)

BAB I
FENOMENA

Masyarakat Ponorogo adalah masyarakat yang masih kental dengan kebudayaan. Masyarakat Ponorogo memiliki budaya yang mempunyai pengaruh daerah Mataraman (dari Surakarta dan Yogyakarta) sehingga mempunyai kemiripan dengan daerah Yogyakarta dan Surakarta. Selain dari kebudayaan Reog Ponorogo, masyarakat juga mengenal adanya kebudayaan memakan darah matang atau dikenal dengan didih. Semenjak adanya pengaruh dari Islam, kebudayaan masyarakat Ponorogo mengalami asimilasi, sehingga keberadaan didih tersebut semakin hilang. Tetapi dalam kenyataan, banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang atau masyarakat yang berada di pinggir kota, masih mengonsumsi didih.  Mereka masih percaya akan berbagai khasiat yang ada di dalam jenis makanan tersebut.
Menurut Islam, didih merupakan makanan yang diharamkan. Menurut Al Quran surat Al Maidah ayat 3 melarang adanya makan darah. Darah yang dimaksud ini adalah termasuk didih. Karena didih merupakan makanan yang berasal dari darah hewan, yang kemudian disedimentasikan (diendapkan) beberapa menit, yang kemudian setelah mengental, lalu diproses dengan cara menggoreng. Meskipun tujuannya untuk berbagai tujuan kepercayaan masyarakat, hukum menurut Islam yakni haram. Jika hewan atau unggas yang disembelih secarah normal sesuai dengan ajaran Islam, maka bakteri tersebut di atas akan keluar mengikuti aliran darah. Sehingga secara otomatis darah yang keluar yang mengandung bakteri.
Menurut Kesehatan, didih merupakan makanan yang berasal dari darah. Jika diteliti, darah mengandung bakteri dan bibit penyakit yang berbahaya jika seseorang mengonsumsi. Hal ini jelas, karena darah terutama pada darah bangkai dapat menimbulkan jenis penyakit. Selain itu, darah juga memiliki berbagai jenis cacing, yang dapat menyebabkan penyakit tiphus, diare, muntah yang hebat, dan lainnya. Berikut adalah deskripsi tentang didih.
Didih dapat dibuat dengan darah, yang berasal dari unggas (misalnya ayam, bebek atau itik) atau kambing. Darah segar yang dikeluarkan dari hewan yang disembelih dapat diambil, lalu kemudian ditaruh ke dalam sebuah wadah (misalnya baskom), kemudian darah yang ada di dalam baskom tersebut didiamkan selama satu hari, kemudian darah tersebut mengalami kekentalan, setelah mengalami kekentalan, dapat digoreng atau direbus. Jika direbus, darah yang mengental di rebus pada air yang mendidih, dan tungguh beberapa menit, lalu tiriskan. Jika di goreng, darah yang mengental itu digoreng sampai matang (kehitaman) lalu tiriskan.
Didih memiliki ciri-ciri antara lain, berbentuk seperti hati kambing yang digoreng, namun memiliki tekstur yang tidak rata, karena terdapat lubang seperti batu apung, karena oksigen di dalam didih saat digoreng hilang sehingga terjadi lubang dan tidak rata.
Oleh masyarakat Ponorogo, didih memiliki khasiat antara lain untuk menambah energi (sebagai suplemen penambah darah), untuk mencegah diare, dan menambah daya tahan tubuh.
Didih dapat diperoleh di warung-warung di kota Ponorogo, terutama pada malam hari. Bagi pembeli, dapat memesan sebelumnya. Didih biasanya dijual dengan eceran, sepotong didih dijual dengan harga lima ratus rupiah. Didih biasanya dinikamti dengan makan pecel.

BAB II
TEORI

A.  Pengertian Agama
Agama merupakan sesuatu yang abstrak dan sulit untuk diberi pengertian secara pasti. Sehingga untuk memberikan gambaran tentang apa agama itu sesungguhnya perlu dikaji dengan seksama baik dari segi etimologis maupun terminologisnya.
1.    Pengertian secara etimologis (tinjauan bahasa)
Dari segi etimologis kata agama berasal dari bahasa Sansekerta           yang terdiri dari kata “A” dan “Gama”. A berarti tidak dan gama berari kacau, jadi agama berarti tidak kacau. Juga berarti diwarisi oleh nenek moyang. Dengan kata lain agama adalah suatu ajaran yang tetap yang diwarisi oleh penganutnya.
Ada pula yang berpendapat bahwa agama berarti teks tuntunan kitab suci. Memang, agama merupakan istilah berasal dari bahasa Sansekerta tetapi sudah dipopulerkan pemakaiannya dalam bahasa Indonesia, bahkan kata agama sudah dipakai untuk menyebut berbagai ajaran agama di Indonesia.
            Memang, sangat sulit bagi kita untuk mengetahui betapa luas pengertian agama yang sebenarnya, sejak dari asalnya bahasa Sansekerta sampai menjadi salah satu kata bahasa Indonesia karena perkemangan fikiran terhadap agama di Indonesia telah ada sebelum agama Budha datang ke Indonesia.
            Baik kata agama itu berasal dari satu atau dua kata- seperti keterangan dari Fachruddin Al Qahiry-bahwa terjemahan yang luas dalam bahasa latin adalah “religion” dan dalam bahasa Arab adalah “ad-din”. Baik agama, religion, maupun din sesungguhnya maksudnya adalah sama.

2.    Pengertian secara terminologis (definisi)
Istilah agama dalam bahasa Eropa dikenalkan dengan kata religio yang berarti mengikat; yakni suatu ikatan lengkap untuk mengikat manusia dengan pekerjaannya sebagai ikatan wajib, dan untuk mengikat manusia kepada Tuhannya.
Untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, maka beberapa pendapat tentang definisi agama.
a.    Durcheim
Agama adalah persoalan metafisika atau alam gaib yang tidak dapat diketahui dan tidak dapat difikirkan oleh akal manusia, agama adalah suatu bagian dari ilmu pengetahuan yang tidak dapat diperoleh dengan tenaga fikiran.
b.    Cicero
Agama dalam bahasa romawi adalah religio yang berarti mengamati; yakni mengamati secara terus menerus tanda-tanda kebesaran Tuhan.
c.       Sevius
Religio is the relationship berween human and super human; agama adalah hubungan atau ikatan antara manusia dengan yang menguasai manusia.
d.      E.B. Taylor
Ia adalah ahli sosiologi dari Inggris yang berpendapat bahwa Religio is the belief in spiritual beeing; agama adalah kepercayaan terhadap barang atau benda gaib.
e.       Prof. DR. Bouget
Agama adalah hubungan yang tetap antara diri manusia dengan yang bukan manusia yang bersifat suci, supranatural dan ada dengan sendirinya serta mempunyai kekuasan yang absolut yang disebut Tuhan.
f.       Prof. DR. Harun Nasution
Sesuatu dapat disebut agama manakah memenuhi beberapa unsur penting, yaitu:
1)      Kekuatan gaib; manusia merasa bahwa dirinya lemah dan berhajat pada kekuatan gaiib itu sebagai tempat minta tolong. Oleh karena itu manusia harus mengadakan hubungan baik dengan kekuatan gaib tersebut dan hubungan baik ini bisa diwujudkan dengan mematuhi perintah dan larangannya.
2)      Adanya keyakinan manusia bahwa kesejahteraan di dunia dan kehidupan akhirat sangat tergantung pada adanya hubungan baik itu.
3)      Respon yang bersifat emosional dari manusia. Respon ini bisa berbentuk perasaan takut, persembahan, pemujaan, maupun cara hidup.
4)      Paham adanya yang kudus (suci) dalam bentuk kekuatan gaib, kitab yang mengandung ajaran agama serta dalam bentuk tempat tertentu.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat digaris bawahi bahwa pengertian  agama adalah suatu kebutuhan dasar manusia untuk berhubungan dengan yang gaib, dalam rangka memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya.

B.  Pengertian Kesehatan
Menurut wikipedia, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Namun, secara umum pengertian kesehatan yaitu suatu kondisi atau keadaan secara umum seseorang dari segi semua aspek. Dalam pengertian kesehatan ini dimaksudkan yaitu tingkat keefisienan dari fungsional dengan atau tanpa metabolisme dari suatu organisme dan juga termasuk manusia.
Menurut WHO atau yang kita kenal sebagai Organisasi Kesehatan Dunia di dirikan yaitu pada tahun 1948, kesehatan merupakan sesuatu yang tidak hanya dimaksudkan sebagai suatu kelemahan atau ketiadaan suatu penyakit melainkan juga merupakan keadaan mental dan fisik serta juga kesejahteraan sosial.
Pemfokusan pada definisi kesehatan dan evolusi selama enam dekade pertama hanya pada segelintir publikasi saja. Sebagian dari mereka memfokuskan pada kekurangan nilai operasional serta juga permasalahan yang timbul pada pemakaian kata “lengkap” tersebut.
Kemudian yang lainnya mengungkapkan tentang definisi kesehatan yang masih belum diubah dari semenjak tahun 1948 yaitu kalimat “hanya yang buruk”.
Pengertian kesehatan kemudian diungkapkan lagi oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Piagam Ottawa yang didedikasikan untuk promosi kesehatan pada tahun 1986. Pada saat itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut menyatakan bahwa kesehatan bukan tujuan dari hidup melainkan sumber daya untuk hidup sehari-hari. Selain itu, kesehatan dikatakan juga sebagai suatu konsep yang positif dan terfokus pada kemampuan fisik dan juga sumberdaya sosial.
Kemudian pengertian kesehatan juga merupakan suatu keadaan atau kondisi dari jiwa dan raga serta juga sosial yang dapat menjadikan seseorang dengan kehidupannya yang produktif baik dari segi ekonomi maupun dari segi kehidupan sosialnya.

C.  Hubungan Agama dengan Kesehatan
Pergeseran zaman dan kemajuan teknologi tidak dapat terelakkan lagi, saat ini penyakit sudah dapat dilihat dan diobati dengan obat-obatan yang bagus dengan menggunakan metode pengolahan canggih. Perkembangan ilmu pengetahuan dapat lebih menspesifikkan penyakit-penyakit tersebut. Ada penyakit yang bersumber dari virus, bakteri atau baksil-baksil sehingga untuk mengobatinya membutuhkan obat-obatan medis, tetapi ada juga penyakit yang bersumber dari jiwa atau hati suatu individu, jadi secara fisik individu tersebut tidak terkena virus, bakteri atau baksil-baksil, namun pada kenyataannya individu sakit.
Dengan demikian, berkembanglah ilmu kesehatan yang dapat mengurangi atau malah dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satunya dengan operasi, menurut sebagian orang operasi itu bisa mengurangi atau menyembuhkan penyakit. Pada zaman dahulu, pengobatan modern seperti yang kita saksikan saat ini belum sempurna, peralatannya pun masih sederhana, misalnya dengan tanaman-tanaman herbal. Kita juga menggunakan alat yang sederhana pula, seperti untuk menutup luka hanya menggunakan kain seadanya.
Namun, kita juga  belum bisa menghubungkan mana yang berdasarkan ajaran agama atau tidak. Semisal, pengobatan dengan cara bekam, bekam merupakan pengobatan yang dibawa Rasulullah SAW, berarti  ini dapat kita amalkan kepada orang lain. Disamping itu, bekam juga dapat meringankan penyakit-penyakit tertentu, seperti halnya pada orang yang  mengalami pegal- pegal pada bunggung, tengkuk dan bagian tubuh yang lain dengan cara mengeluarkan darah kotor yang dapat menyumbat sirkulasi darah pada jaringan tertentu.
Ada pula pengobatan yang haram bagi ajaran agama, terutama agama Islam, seperti terapi urine yang sudah terbukti mengurangi resiko diabetes mellitus dengan cara meminum air kencing yang pertama kali keluar saat pagi hari. Dari pandangan agama, itu sangat diharamkan, karena seperti halnya minum alkohol ataupun makan bangkai, air kencing merupakan zat sisa dari metabolism tubuh yang mengandung racun (toksik) , dan apabila terlalu sering dikonsumsi maka akan terjadi kerusakan pada hati dan organ lainnya. Contoh lainny adalah pengkonsumsian didih yang dipercaya dapat meningkatkan darah dan itu menurut agama Islam adalah haram hukumnya.

D.  Fungsi Agama bagi Kesehatan
Bagi kesehatan, agama memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1.    Sebagai sumber pengajaran
Dalam agama Islam, segala sesuatu sudah tercantum dalam Al-Qur’an. Termasuk makanan yang baik dan boleh konsumsi oleh manusia. Berikut adalah salah satu ayat tentang makanan yang tidak boleh di konsumsi. ”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Baqoroh:173). Dari ayat tersebut sudah dikatakan bahwa hukum memakan bangkai, darah, dan babi adalah haram. Hal ini juga dikuatkan oleh penelitian. Sebagai hasil penelitian dalam British Journal of Cancer dari penelitian Swedia menyebutkan konsumsi 14 ons daging babi olahan dapat menyebabkan peningkatan 19 persen resiko kanker pankreas. Penelitian ini semakin memperkuat kebenaran aturan agama yang melarang konsumsi daging babi. Menurut National Cancer Institute, potensi kanker pankreas dapat terjadi dengan perbandingan satu dari 65 orang.
Makanan yang berasal dari babi setidaknya dilarang oleh dua agama besar dunia, Islam, dan Yahudi. Dalam Alquran, larangan tersebut tertulis. “Diharamkan bagimu daging dari bangkai hewan, darah dan daging babi, dan setiap (makanan) yang disembelih selain dari nama Allah.”
Sedangkan, pelarangan babi di Yahudi tertulis dalam Alkitab di Perjanjian Lama. “Dan babi, meskipun itu berkuku dan berkaki belah, dia adalah haram untukmu. Daging mereka janganlah kamu makan, bangkai mereka janganlah kamu sentuh. Mereka haram bagimu.”
Menurut sebuah laporan di Los Angeles Times, orang Cina tercatat sebagai pengkonsumsi babi terbesar dunia. Masyarakat Cina rata-rata mengkonsumsi 50 kg daging babi per tahun atau dua kali lipat dari orang Amerika. Cina juga merupakan produsen daging babi terbesar dunia dengan 460 juta ekor babi atau setengah dari total konsumsi babi global.
Padahal dalam beberapa teks Cina kuno, praktek mengkonsumsi babi ini sebenarnya dilarang. Kitab Konfusiusan dari Ritus yang berumur 3000 tahun lalu mengatakan. “Seorang pria tidak boleh makan daging babi dan anjing.” Pelarangan babi terdapat juga dalam sebagian kelompok Hindu dan Kristen seperti Advent Hari Ketujuh serta Gereja Ortodoks Ethiopia.

2.    Sebagai sumber ilmu
Dalam konteks Islam, Al-Qur·an dan Hadist merupakan sumberi inspirasi pengembangan ilmu kesehatan mental. Agama menjadi sumber informasi untuk pengembangan ilmu kesehatan gizi (nutrisi) atau farmakoterapi herbal. Praktik - praktik keagamaan menjadi bagian dari sumber ilmu dalam mengembangkan terapi kesehatan, misalnya meditasi,yoga, bekam, dan tenaga prana adalah beberapa ilmu agama yg dikonversikan menjadi bagian dari terapi kesehatan. kita ambil contoh bekam.
Bekam adalah satu teknik pengobatan menggunakan sarana gelas, tabung, atau bambu yang prosesnya di awali dengan melakukan pengekopan (membuat tekanan negatif dalam gelas, tabung, atau bambu) sehingga menimbulkan bendungan lokal di permukaan kulit dengan tujuan agar sirkulasi energi Qi dan Xue meningkat, menimbulkan efek analgetik, anti bengkak, mengusir patogen angin dingin maupun angin lembap, mengeluarkan racun, serta oxidant dalam tubuh. Pada teknik bekam basah, setelah terjadi bendungan lokal, terapis lanjutkan prosesnya dengan penyayatan permukaan kulit memakai pisau bedah atau penusukan jarum bekam agar darah kotor bisa dikeluarkan.
Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.
Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan dalam hadist Bukhari : Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas" (H.R Bukhari).
Selain itu fungsi lainnya adalah digunakan sebagai kaidah makanan apa saja yang baik dan halal. Yang termasuk makanan baik dan halal yaitu, semua makanan halal, tidak berbahaya dan membahayakan, makanan sehat dan bergizi tinggi, dan tidak memabukkan.
Semua makanan itu halal, Allah menciptakan segala sesuatu untuk dimanfaatkan manusia. Dengan kata lain, semua yang ada di bumi ini boleh dimakan, kecuali yang terlarang. Kamu dapat mencari daftar makanan yang dilarang di dalam buku fikih yang membahas makanan dan minuman halal.
Tidak berbahaya dan membahayakan. Selama makanan bermanfaat untuk tubuh, maka boleh dikonsumsi manusia. Ada banyak makanan/ minuman bergizi yang namanya disebutkan di dalam Al Quran maupun hadis. Misalnya, susu, madu, buah-buahan, sayur mayur, dan lain-lain.
Selain itu, makanan yang tidak merusak dan membahayakan tubuh juga boleh dimakan. Di antara makanan yang berbahaya dan membahayakan tubuh adalah racun, makanan basi, makanan berpenyakit, dan lain sebagainya. Makanan yang membahayakan orang lain juga tidak boleh dikonsumsi, misalnya daging sakit dan bervirus yang dapat menular.
Makanan sehat dan bergizi tinggi, tubuh manusia membutuhkan kalori untuk beraktivitas. Kalori ini diperoleh dari makanan dan minuman yang sehat dan bergizi. Semakin banyak dn berat aktivitas seseorang maka kebutuhan akan kalori ini akan semakin tinggi.
Tidak memabukkan, Rasulullah bersabda: “Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram.” (H. R. Muslim).

3.    Sebagai amalan kesehatan
Puasa dan sholat dalam ajaran Islam, merupakan salah satu contoh amal agama yang relevan dengan aktivitas kesehatan jasmaniah. Sedangkan penekanan pada hukum makanan yangharus memuat syarat halal dan bersih merupakan amal agama yang terkait dengan nutrisi. Sementara pembiasaan berpikir positif merupakan bagian dari upaya membangun jiwa yang sehat.
Salah satu contoh amalan agama yang bermanfaat bagi kesehatan adalah gerakan sholat. Berikut penjelasannya.
a)    Takbir
Melancarkan aliran darah, limfe dan kekuatan otot lengan, aliran darah lancar ke seluruh tubuh, otot bahu meregang, darah lancar saat angkat tangan, dan dapat terhindar dari gangguan persendian.

b)    Ruku'
Meletakkan kedua telapak tangan diatas kedua lutut sehingga belakang atau punggung dan kepala terletak pada satu garis lurus. Gerakan ini harus benar diperhatikan kedua kaki berada dalam posisi sejajar, kedua lutut terbentang,dagu terletak didepan tulang dada, dahi diarahkan kedua lutut, tangan lurus diatas lutut. Maka tulang belakang akan berada dalam kondisi baik, ruas tulang belakang tetap lembut atau lentur serta melekatkan ruas ruas yang palsu yang telah terjadi sehingga pada wanita akan mempermudah proses melahirkan, otot belah ketupat dapat berkontraksi sama rata jauh dari penyakit keluarnya zat telur didalam air kemih ruas tulang punggung melentik kemuka dan menekan buah pinggang. Hadist Rasulullah yang diriwayatkan Al-Haitsami yang artinya: "Bila rukuk,sekiranya diletakkan segelas air diatas punggung beliau,tidak akan bergerak dari tempatnya”.

c)    Sujud
Jari-jari kedua tangan dan kaki serta kedua lutut dan dahi menjejak diatas lantai sehingga peredaran darah dan limpa menjadi lancar dalam anggota badan, sangat membantu pekerjaan jantung dan menghindarkan mengerutnya dinding pembuluh darah dapat menghasilkan energi panas dalam proses pencernaan yang diperlukan tubuh, menghasilkan lebih derasnya aliran darah, sikap sujud menjadikan otot lebih besar dan kuat sehinggga rongga dada bertambah besar, paru paru akan berkembang baik dan dapat menghisap udara yang bersih masuk. Bila otot perut telah berkembang kuat dan besar segera dapat berkontraksi sesudah bayi dilahirkan dan mengembalikan serta mempertahankan organ perut pada tempatnyah. Hal yang menakjubkan pada sikap sujud adalah sirkulasi aliran darah dalam otak sangat baik.

d)   Tahiyyat Awal
Duduk dengan otot pangkal paha dimana didalamnya terdapat satu saraf pangkal paha yang besar diatas kedua tumit kaki yang dilapisi oleh otot berfungsi sebagai bantal, maka tumit menekan otot pangkal paha sehingga saraf ini terpijat (message). Pijatan ini dapat menyembuhkan penyakit nyeri, sengal dan menucu hingga tak dapat berjalan, urat nadi dan pembuluh darah balik dapat terpijat, darah akan lancar mengalir ke jantung.

e)    Tahiyyat Akhir (Tawaruk)
Sikap ini anugerah ALLAH terindah,dunia kesehatan sangat mengakuinya karna merupakan sikap tubuh paling sempurna untuk memelihara dan memulihkan kesehatan dan kesegaran badan lahir batin,Jari kaki kanan berdiri menghadap kiblat maka gangguan kesehatan dapat dipulihkan seperti penyakit otak, tulang, rongga, dahi, kelenjar, mata, amandel, paru-paru, ginjal, lambung, jantung dan lain lain.

E.   Pola Hubungan Religi dengan Ilmu Kesehatan
Secara teoritis ada tiga kemungkinan pola hubungan antara agama dan kesehatan, yaitu:
1.    Saling berlawanan
Pola hubungan ini adalah tidak mendukungnya antara segi ilmu kesehatan dengan pandangan ajaran agama. Agama dan kesehatan potensial muncul sebagai dua bidang kehidupan yang saling berlawanan atau setidaknya tema kesehatan tersebut masih menjadi wacana prokontra.
Dalam batasan tertentu, hal ini menunjukkan bahwa apa yang dianjurkan dalam bidang kesehatan tidak selaras dengan apa yang dianjurkan dalam agama. Misalnya mengenai terapi dengan urine, pengobatan dengan hal yang memabukkan atau transplantasi organ.
Dalam konteks ini, ajaran agama Islam melarang penggunaan najis untuk obat.memang pada segi medis terbuktinya perusahaan farmasi dan kosmetik yang terdapat di Amerika selalu memburu penelitian ilmiah tentang khasiat urine untuk dijadikan bahan baku produk urine. Layaknya, Dr. Dr. Iwan T Budiarso menjelaskan 95% kandungan urine terdiri air. Sementara 2/5% lainnya mengandung mineral vitamin, asam amino, antibodi, antigen, garam, hormon dan enzim. Zat-zat ini sangat dibutuhkan tubuh manusia. Urine hanya mengandung zat-zat makanan dan hasil metabolisme tubuh. Sementara bahan-bahan yang meracuni tubuh, disaring dan dikeluarkan melalui hati dan pernafasan. Karena itu, kandungannnya steril.
Tawaran pengobatan urine begitu menggiurkan, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, yang tidak bisa mengeluarkan terlalu banyak biaya ke dokter, karena persoalan ekonomi yang menghimpit. Ternyata air seni yang dianggap menjijikkan, berbau pesing, dan kotor ini, malah membuat tubuh sehat, segar bugar dan sembuh dari sakit. Terapi urine digunakan untuk menyembuhkan hampir setiap yang didera si pasien seperti ginjal, kanker, diabetes, jantung, psoasiasis, eksim, sampai penyakit terganas saat ini, AIDS. Jika parah, terutama bagi penderita penyakit kanker, jantung dan AIDS, minimal 5 gelas (1000 cc) sehari. Atau, kalau si pasien menginginkan kesegaran tubuh dan kecantikan kulit cukup dengan 1-2 gelas perhari. Caranya cukup yang diminum harus urinenya sendiri.
Akan tetapi, berbeda pula jika dipandang pada sudut Hukum Islam. Di dalam ajaran Islam masih kita kenal dengan membedakan, mana yang najis, mana yang tidak najis. Mana yang berhak di makan atau di minum. Mana yang haram dan mana yang halal. Oleh karena itu, makna dari kemashlahatan dan kemafsadatan kerap saling tarik menarik (legitimasi) demi menemukan titik kejelasan (benang merah) yang tertuang (terlampir) di dalam ajaran Islam (syāri’); al-Quran, al-Hadits, dan Fiqh. Pada kaidah rukhsah (dispensasi) yang memberikan kelonggaran dan keringanan bagi orang yang sakit gawat dengan ketentuan.
Sebagaimana dikemukakan Dr. Yusuf Al-Qardlawi yaitu sebagai berikut. Pertama, benar-benar  dalam kondisi gawat darurat bila seorang penderita penyakit tidak mengkonsumsi barang yang haram, seperti air kencing (air seni) ini. Kedua, tidak ada obat alternatif yang halal sebagai pengganti barang haram ini. Ketiga, menurut resep dokter muslim yang berkompeten dan memiliki moral dan agama. Keempat, terbukti secara medis dan analisis ilmiah di samping pengalaman empiris yang membuktikan bahwa sesuatu yang haram tersebut dapat menyembuhkan atau bahkan dapat membahayakan.
Bukan yang kotor dan membawa penyakit. Di dalam al-Quran disebutkan: Baik dan buruk itu ditentukan oleh syări’, karena dialah yang mengetahui segala sesuatunya. Dia punya hak otoritas untuk menentukan halal dan haram. Bukan akal tabi’at manusia.
Seperti haramnya riba. Syara’ dan akal sama-sama berperan dalam menetukan baik dan buruk. Yang menjadi standar adalah pengakuan dari syara’ dan sesuai dengan tabi’at manusia. Apa yang tersurat baik oleh syara’, mesti di dukung penuh akal sehat bahwa itu betul-betul baik. Sebab, tidak semua kehendak perasaan itu sesuai dengan keinginan syara’. Perasaan berfungsi untuk mengetahui apa yang sebetulnya diingini syara’. Menyangkut Hukum Terapi obat urine, Rasulullah menegur dengan hadits tentang ketidakbolehan mengkonsumsi konsumsi urine, dikarenakan terdapat barang najis.
Berdasarkan hadits Nabi: “Bersihkanlah (tubuh) kalian dari kencing. Karena siksaan kubur pada umumnya gara-gara air seni.” Di dalam al-Quran, Allah berfirman: “sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan obat (buat) kamu sekalian barang – barang yang diharamkan (termasuk najis) bagi kalian”.
Lain halnya, kebolehkan memakai terapi urine, manakala terserang penyakit ganas; kanker ganas, jantung dan AIDS yang sampai detik ini belum ditemukan obatnya wajib minum air seni demi kelangsungan hidup manusia. Terutama, ketika lagi tidak ada uang, serta sulit mencari dana untuk berobat.
Dicontoh yang lain, seperti transplantasi organ tubuh manusia. Transplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat ke tempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu. Pada segi medis, transplantasi organ diperbolehkan, Menurut Zamzam Saleh (dalam artikel Syariah Project, 2009) juga menjelaskan bahwa tujuan dari transplantasi adalah “sebagai pengobatan dari penyakit karenan islam sendiri memerintahkan manusia agar setiap penyakit diobati, karena membiarkan penyakit bersarang dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian, sedangkan membiarkan diri terjerumus dalam kematian (tanpa ikhtiyar) adalah perbuatan terlarang”.
Namun disisi lain, transplantasi  organ pada orang yang masih hidup itu tidak boleh (haram). Meskipun pendonoran tersebut untuk keperluan medis (pengobatan) bahkan sekalipun telah sampai kondisi darurat. Firman Allah SWT “dan janganlah kamu jatuhkan dirimu dalam kebinasaan dan berbuat baiklah sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik”(Q.S.Al- Baqarah:2:195).
Dimaksudkan adalah bahwa Allah SWT melarang manusia untuk membunuh dirinya atau melakukan perbuatan yang membawa kepada kehancuran dan kebinasaan. Sedangkan orang yang mendonorkan salah satu organ tubuhnya secara tidak langsung telah melakukan perbuatan yang membawa pada kehancuran. Padahal manusia disuruh berbuat demikian, manusia hanya disuruh menjaganya.

2.    Saling mendukung
Agama dan ilmu pengetahuan kesehatan memiliki potensi saling mendukung.seperti halnya tradisi puasa dan khitan (sirkumsisi).
Tradisi puasa atau diet merupakan salah satu terapi yang telah diakui oleh kalangan medis dalam meningkatkan kesehatan. Itu ajaran agama sejatinya memiliki potensi untuk memberikan dukungan terhadap kesehatan. Berikut manfaat dari berpuasa:
a)    dengan berpuasa, tubuh dan sistem pencernaan mendapatkan waktu untuk beristirahat. Dengan begitu, organ pencernaan seperti kerongkongan, lambung serta usus bisa bekerja lebih baik dan maksimal ketika bekerja mengolah makanan kembali pada saat sahur atau berbuka.
b)   Puasa membantu meredakan rasa nyeri pada persendian. Sebuah penelitian menunjukkan, adanya hubungan antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel netrofil dalam membasmi bakteri. Netrofil, atau sel penetral merupakan unsur yang mampu menetralkan racun maupun bakteri penyebab radang sendi.
c)    Puasa membantu menghilangkan racun-racun yang berbahaya dalam tubuh. Oleh karena itu, puasa sering dijadikan sebagai metode untuk detoksifikasi tubuh secara alami. Hal ini karena, kondisi lambung yang kosong saat puasa akan bekerja lebih optimal saat berbuka. Ketika lambung kosong, penyerapan nutrisi akan berjalan lebih efektif sehingga mengurangi risiko penimbunan sisa makanan atau nutrisi yang tidak berhasil terserap sempurna oleh tubuh. Sehingga tubuh pun tidak lagi menyimpan tumpukan sisa makanan yang bisa membusuk.
d)   Puasa bisa mengatasi tekanan darah tinggi tanpa pengobatan medis. Selain itu juga menurunkan kadar gula dalam darah dan kolesterol. Saat berpuasa, otomatis kita akan lebih sedikit mengonsumsi makanan terutama yang mengandung lemak, gula dan kolesterol tinggi. Hal ini yang kemudian berdampak pada penurunan kolesterol dan gula darah. Jika disertai dengan diet makanan sehat saat sahur dan buka puasa, manfaatnya akan didapatkan dengan lebih optimal.
e)    Pengurangan konsumsi air selama puasa, bisa membantu mengatasi akumulasi cairan yang berlebihan pada tubuh. Proses “pengeringan” ini akan mengatasi pembengkakan pada perut, kaki dan lutut yang sering dialami saat seseorang mengalami menstruasi.
f)    Meskipun tidak terlalu signifikan, puasa juga bermanfaat bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan berlebih. Dengan berpuasa, otomatis kita akan menahan keinginan untuk ngemil dan frekuensi makan juga berkurang. Tapi ingat, proses penurunan berat badan saat berpuasa sulit terjadi jika saat berbuka, Anda lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi gula dan kalori dibandingkan sayuran dan buah.

Khitan merupakan proses dipotongnya kulit kulup (foreskin) yang
menutupi kepala penis (glands). Khitan dilakukan biasanya karena alasan medis dan agama. Berikut akan dibahas manfaat dari berkhitan dilihat dari aspek medis dan agama.
Manfaat khitan secara medis antara lain adalah sebagai berikut :
a)    Mudah dalam menjaga kebersihan penis, terutama bagian kepala penis (glands) dimana jika tidak dikhitan maka kotoran dan bau yang tidak sedap bersarang di tempat itu.
b)   Mengurangi resiko infeksi saluran kencing, karena dengan terbukanya kepala penis maka  air kencing (urine) tidak terhalang untuk keluar.
c)    Dapat mencegah inflamasi atau bengkak di kepala penis.
d)   Dapat mencegah timbulnya bekas luka pada kulit kepala penis, yang mungkindisebabkan oleh phimosis (ketidakmampuan untuk menarik masuk kulup) dan paraphimosis (kemampuan untuk menarik kulit kulup hingga kepala penis terlihat, tetapi tidak dapat kembali lagi ke bentuk semula).
e)    Dapat mengurangi resiko terkenanya infeksi yang ditularkan dari kegiatan seksual,seperti syphilis.
f)    Khitan dapat mengurangi resiko terkena human immunodeficiency virus (HIV).
g)   Dapat mengurangi resiko terkena kanker penile.
h)   Khitan dapat mengurangi resiko terkena kanker cervix (leher rahim) pada pasangan anda.

Sedangkan manfaat khitan dari aspek agama yaitu, Khitan itu sendiri berasal dari bahasa Arab dari kata kerja “khatana al-ghulama wa al-jariyata, yakhtinuhuma, khitnan”. bentuk kata benda adalah khitan dan khitanah, yang artinya memotong dari kulit kemaluan, baik laki-laki atau perempuan. Manfaat khitan ditinjau dari aspek agama sudah jelas, yaitu bahwa dengan melaksanakan khitan berarti menjalankan perintah dalam agama khususnya agama islam yang mewajibkan khitan bagi laki-laki yang telah dewasa (akhil baliqh) dan suatu anjuran, keutamaan dan kemuliaan bagi perempuan.
Pada laki-laki jika kulupnya tidak dikhitan, maka air kencing yang bersifat najis tersebut akan menempel di kulit penis, sehingga orang tersebut sama dengan membawa najis pada badannya jika melaksanakan sholat, sebagai ibdah yang wajib dan utama, maka sholatnya menjadi tidak sah karena salah satu syarat sahnya sholat adalah suci dari najis.

3.    Saling melengkapi
Adanya peran dari agama untuk mengoreksi praktik kesehatan/ ilmu kesehatan yg mengoreksi praktik (kesehatan) keagamaan.
Islam memberikan ajaran bahwa buka puasa akan lebih baik dengan cara memakan makanan yang manis-manis. Perintah ini dianggap oleh para penganutnya sebagai sesuatu hal yang dianjurkan, namun sesungguhnya secara kesehatan buka puasa dengan yang manis-manis bukan dimaksudkan sebagai sesuatu hal yang menyehatkan, namun lebih ditujukan untuk memulihkan kondisi tubuh sehingga tidak kaget ketika akan menerima asupan yang lebih banyak lagi.
Saat berbuka puasa, diperlukan makanan yang menghasilkan energi dan zat besi agar tubuh kita tidak drop, seperti meminum dan makan yang mengandung manis, sebagai netralisir air mineral sebagai pengembali ion tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa.
pada posting kali ini! berikut adalah makanan yang harus di konsumsi saat berbuka puasa. Misalnya adalah buah kurma selain rasanya yang manis serta teksturnya yang lembut ternyata juga sangat kaya dengan unsur kalsium dan zat besi. Kadar zat besi dan kalsium yang dikandung buah kurma menggantikan tenaga yang berkurang banyak saat berpuasa. juga Buah kurma kaya dengan zat garam mineral seperti kalsium dan potasium yang dapat menetralisasi zat asam yang ada pada perut. Dan buah kurma mengandung Vitamin A yang dapat memlihara kelembaban mata dan menguatkan penglihatan. 
Selain itu buah kurma juga dapat menguatkan sel – sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran pencernaan karena mengandung serabut – serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus. Makanan yang cocok untuk memulai berbuka puasa, Seperti nabi Muhammad S.A.W yang mengawali berbuka puasa dengan memakan 3 Kurma dan meminum air mineral.

BAB III
KESIMPULAN

Masyarakat Ponorogo adalah masyarakat yang masih kental dengan kebudayaan. Masyarakat Ponorogo memiliki budaya yang mempunyai pengaruh daerah Mataraman (dari Surakarta dan Yogyakarta) sehingga mempunyai kemiripan dengan daerah Yogyakarta dan Surakarta. Selain dari kebudayaan Reog Ponorogo, masyarakat juga mengenal adanya kebudayaan memakan darah matang atau dikenal dengan didih. Semenjak adanya pengaruh dari Islam, kebudayaan masyarakat Ponorogo mengalami asimilasi, sehingga keberadaan didih tersebut semakin hilang. Tetapi dalam kenyataan, banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang atau masyarakat yang berada di pinggir kota, masih mengonsumsi didih.  Mereka masih percaya akan berbagai khasiat yang ada di dalam jenis makanan tersebut.
Menurut agama Islam, hukum memakan didih adalah haram. Ibnu Abbas pernah ditanya tentang limpa (thihal) maka  jawab beliau, “makanlah!”. Orang-orang kemudian berkata, disembelihbukan karena Allah di sini ialah semata-mata illat agama. Dengan demikian itukah darah? Jawab Ibnu Abbas darah yang diharamkan atas kamu adalah darah yang mengalir.
 Menurut Al Quran surat Al Maidah ayat 3 melarang adanya makan darah. Darah yang dimaksud ini adalah termasuk didih. Karena didih merupakan makanan yang berasal dari darah hewan, yang kemudian disedimentasikan (diendapkan) beberapa menit, yang kemudian setelah mengental, lalu diproses dengan cara menggoreng.
Menurut Kesehatan, didih merupakan makanan yang berasal dari darah. Jika diteliti, darah mengandung bakteri dan bibit penyakit yang berbahaya jika seseorang mengonsumsi. Hal ini jelas, karena darah terutama pada darah bangkai dapat menimbulkan jenis penyakit. Selain itu, darah juga memiliki berbagai jenis cacing, yang dapat menyebabkan penyakit tiphus, diare, muntah yang hebat, dan lainnya.
  

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. “Pengertian Kesehatan” dalam www.belajarpsikologi.com diakses pada 2 Maret 2014.
Mubarok, Wahit Iqbal. 2011. Sosiologi untuk Keperawatan Pengantar dan Teori. Jakarta: Salemba Medika.
Suparmin. 2012. Al Quran-Hadis. Madiun: Media Pustaka.
Susanti, Sri. 2013. Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi. Ponorogo: Muhammadiyah University of Ponorogo Press.