Minggu, 09 Maret 2014

Pantai Pancer Door, Ploso, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur/ Door Pancer Beach, Ploso, Pacitan, East Java

Pantai Pancer Door, Ploso, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur
(Sumber: Noname.2014.”Tabuh Kaleng Dukung Peserta Lomba Dayung”. Dalam Jawa Pos, tanggal 24 Februari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, www.ithinkeducation.blogspot.com)

Kota Pacitan. Kendati cuaca cukup terik, ribuan pengunjung tumpah ruah di Kawasan Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Pacitan, pada tanggal 23 Februari. Tidak terkecuali sejumlah perempuan yang memadati pinggir sungai Grindulu tempat lomba dayung. Ibu-ibu itu sengaja menabuh alat musik barang bekas untuk mendukung peserta yang dijagokan. “Sengaja untuk memeriahkan lomba dayung,” kata Nanik, salah satu seorang warga, kepada Jawa Pos Radar Pacitan.
            Dia menjelaskan, alat musik yang digunakan kebanyakan kaleng bekas makanan dan perlengkapan rumah tangga yang tidak lagi terpakai. Peralatan tersebut di bawa dari rumah masing-masing. Ada juga, kentongan bambu sebagai penambah keindahan bunyi. “Karena tidak untuk dilombakan, jadi cukup peralatan seadanya saja yang digunakan,”  jelasnya.
            Untuk lagu, ibu superter mencari yang mudah didengar. Sebagian lirik diubah agar dukungan dapat tersampaikan pada peserta. Seperti lagu “Pokoke Joget” menjadi andalan para pendukung tersebut. “Tapi liriknya diganti jadi Pokoke Dayung”, imbuhnya.

            Sayangnya, lomba dayung dalam rangka hari jadi Kabupaten Pacitan ini kurang terkoordinasi dengan baik. Warno, warga kelurahan Sidoharjo, yang juga pendamping peserta menyebutkan banyak penonton kurang paham dengan acara ini. Panata, kata Warno, sering kocar-kacir ketika ditanya susunan acaranya.