Minggu, 09 Maret 2014

Pilih Mainan Yang Sesuai Anak Kecil/ Choose Appropriate Toys, Kids

Pilih Mainan Yang Sesuai Anak Kecil
(Sumber: Noname.2013.”Pilih Mainan Sesuai dengan Usia Si Kecil”. Dalam Jawa Pos, tanggal 3 Desember 2013.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, www.ithinkeducation.blogspot.com)

Cari Warna Cerah dan Tidak Mudah Tertelan
            Stimulasi perkembangan Si Kecil dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memilihkan jenis permainan yang sesuai dengan usia. Untuk bisa memilih mainan yang tepat, Bunda dan Ayah terlebih dahulu harus memahami pola asuh Si Kecil.
            Psikolog anak Prof. Dr. Jatie Pudjibudojo SU. Psi menyebut, ada beberapa tahap tumbu kembang yang dilalui Si Kecil. Diantaranya aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, emosi dan sosial. Karena tumbuh kembang si Kecil menjadi perhatian setiap Bunda, maka setiap Bunda memiliki pola asuh yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan masing-masing karakter Si Kecil,
            Tiga pola asuh yang bisa diterapkan adalah otoritatif, otoritarian dan permissive. Pola asuh permissive masih terbagi atas permissive indifferent (uninvolved) dan permissive indulgent (involved).
            Jati mengungkapkan, selain Bunda, orang di sekitar juga harus belajar menentukan pola asuh yang cocok untuk Si Kecil. Karena mereka juga memberikan pengaruh sebagai substitute parent, berperan sebagai orag tua pengganti. “Dalam kasus tertentu, kita tidak bersama Si Kecil namu ntetap bisa memberikan pola asuh yang tepat untuk mereka,” jelasnya.
            Substitute parent diberikan agar Si Kecil tetap mendapatkan kasih sayang meskipun orang tua mereka sedang tidak berada di dekatnya. Karena orang itu pengganti dapat membuat Si Kecil tetap merasa dekat dengan orang tua meskipun tidak selalu berada di sekelilingnya. Prinsipnya, tentu untuk mencipatakan Si Kecil sebagai anak yang dispilin, tidak kaku, tangguh, menyenangkan, dan bertanggung jawab. Karakter tersebut terbentuk dengan memberikan pola suh yang tepat. “Minimalkan adanya hukuman. Jika memang terpaksa dihukum, maka hidnari memberikan hukuman fisik,” tegas dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabay itu.
            Hukuman fisik pada Si Kecil dapat memberikan efek negatif untuk masa depan mereka. Menyelipkan pujian dan terus memberikan semangat dalam setiap aktifitasnya akan lebi hmendukungnya berkembang positif.
            Saat Bunda dan Ayah memahami pola asuh yang tepat buat Si Kecil, maka mereka akan memilihkan permaianan yang tepat pula untuk buah hatinya. Dokter Spesial Anak Dr. Mira Irmawati SpA(K) mengatakan, jenis permainan semasa kecil juga akan memberikan stimulasi bagi Si Kecil. Bentuk permainan disesuaikan dengan beberapa faktor. Dianaranya minat, bakat, dan usia Si Kecil.
            Mitra mengatakan, untuk anak usia nol hingga dua tahun sebaiknya dipilihkan mainan yang bentuknya sederhana dengan beragam warna. Misalnya berbentuk bola dengna warna cerah. “Warna-warni mainan akan menarik perhatian dan minat Si Kecil untuk memainkannya. Terutama warna merah,” jelas Mira.
            Sementara mainan untuk Si Kecil usia dua tahun ke atas lebih banyak berguna untuk merangsang motorik halus dan motorik kasar. Misalnya belajar menyusun balok, penyusun puzzle, bermain bola sepak, atau lompat tali. Tidak ada salahnya juga untuk memberikan kesempatan Si Kecil melihat secara langsung benda yang telah dilihatnya pada TV.
            Orangtua juga harus bisa memilih mainan yang baik untuk Si Kecil. Harus dipastikan terbuat dari bahan yang tidak mengandung zat berbahaya. Bisa berasal dari kain, fiber, kayu, atau plastik. “Hindari jenis mainan anak dari besi karena berbahaya dan dapat menimbulkan luka,” ucap staf divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja RSUD Dr Soetomo itu.

            Bentuk mainan yang lucu dan bagus belum tentu aman bagi Si Kecil. Lebih baik jika mainan mudah digenggam dan tidak terdiri atas bagian yang terpotong. “Permainan yagn bisa dilepas dan berbentuk potongan kecil, rawan untuk tertelan. Karena Si Keil seringkali memasukkan barang ke dalam mulutnya,” paparnya Mira.