Selasa, 11 Maret 2014

Sirkuit Balap Suzuka, Jepang/ Racing Suzuka Circuit, Japan

Sirkuit Balap Suzuka, Jepang
(Sumber/ source: Wahyudi, Candra.2013.”Rasakan Sensasi Balap di Racing Theater”. Dalam Jawa Pos, tanggal 27 November 2013.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, www.ithinkeducation.blogspot.com)
            Ketika banyak sirkuit “mati” saat tidak ada balapan, Suzuka tetap semarak. Apa rahasianya? Berikut laporan wartawan Jawa Pos Candra Wahyudi.
            Seperti kebanyakan arena balap, Sirkuit Suzuka berada di kawasan pinggiran. Perjalanan satu jam naik kereta api dari Nagoya yang dilanjutkan dengan taksi sekitar 30 menit cukup menggambarkan betapa “terpencilnya” lokasi sirkuuit milik pabrikan otmotif Honda yang dibangun pada 1962 tersebut. meski begitu, ketika musim race tiba, ratusan ribu orang memadati Suzuka.
            Sirkut dengan lintasan sepanjang 5807 kilometer itu menjadi langganan venue Gran Prix Formula 1 sejak 1987. Suzuka juga menjadi arena balap motor paling bergengsi  MotoGP. Namun, sejak twasnya Daijiro Kato pada 2003, Suzuka tidak lagi menjadi arena MotoGP. “Kalau ada balapan, seluruh kamar di hotel ini habis terisi. Semua di-booking oleh FIA (penyelenggara F1),” kata petugas Suzuka Circuit Hotel kepada  Jawa Pos.
            Lain cerita ketika tidak ada balapan. Kompleks Sirkut Suzuka sepi, tapi tidak benar-benar “mati”. Ketika tidak ada kegiatan di arena balapan. Suzuka tetap bergeliat dengan keberadaan taman hiburan yang berisi aneka wahana permainan. Uniknya, kebanyakan wahana itu bernuansa balap. Ada arena gokar dan berbagai ajang permainan lain yang menguji adrenalin. Salah satu yang istimewa adalah bianglala raksasa. Bianglala itu menjadi ikon taman bermain Sirkuit Suzuka. Setiap hari ratusan pengunjung menimkati arena permainan tersebut. mayoritas adalah anak-anak. Selain menikmati berbagai wahan permainan, pengunjung bisa masuk ke tribun penonton di dalam sirkuit.
            Tur ke kompleks Sirkuit Suzuka menjadi semacam wisata edukasi bagi anak-anak. Mereka tidak banyak dimanjakan dengan beragam permainan tapi juga bisa merasakan atmosfer balap. Salah satunya, di Racing Theater. Dengan tarif 800yen atau sekitar Rp80ribu, pengunjung bisa menikmati beragam permainan dan memorabilia balap yang tersedia di Racing Theater.
            Salah satu suguhan yang menjadi favorit pengunjung adalah film 2D tentang balap F1. Begitu duduk di kursi, kita langsung merasakan sensasi menjadi layaknya pembalap sesungguhnya. Posisi duduk tidak tegak, tapi setengah telentang seperti kokpit mobil F1.
            Saat lampu start menyala, mobil melaju kencang. Embusan angin terasa begitu kuat mengempas wajah. Adegan ketika mobil belok atau menyalip benar-benar kita rasakan seperti balapan yang sebenarnya. Begitu jgua ketika tiba balapan terganggu hujan. Terpaan air benar-benar terasa di wajah kita. Basah, namun, embusan angin dengan cepat mengeringkan.
            Sensasi lain ada di wind tunnel alias terowongan angin. Di ruangan tersebut kita benar-benar merasakan kuatnya embusan angin seperti yang dirasakan pembalap saat memasu kendaraan di lintasan. Saking kuatnya, embusan angin itu membuat kita terhuyung.
            Di Racing Theater juga ada beragam memorabilia MotoGP dan F1. Ada motor RC211 yang dikendarai pembalap Honda Dani Pedrosa. Tidak ektinggalan, motor CBR250 yang mengantar Hiroshi Aoyama menjadii juara dunia MotoGP kelas 250cc.
            Ada pula mobil Honda McLaren MP4/4 yangdikendarai Ayrton Senna pada musim 1988. Mobil itulah yang mengantar pembalap Brasil itu menjadi juara dunia. Di samping mobil Senna terdapat mobil dua pembalap legendaris Jepang, Takuma Sato dan Satoru Nakajima.
            Jangan upa, meski tidak ada balapan, Circuit Plaza di Suzuka tetap buka. Di tempat itu tersedia aneka suvenir khas Sirkuit Suzuka. Salah satu yang unik adalah potongan aspal sirkuit yang dibanderol JPY 1000 (sekitar Rp 100 ribu).

            Masih di kompleks sirkuit, ada juga hotel, resor dan plasa dengan beragam fasilitas. Jadi, meski lokasinya terpencil, Suzuka menyuguhkan banyak hiburan yang bisa dinikmati walaupun sedang tidak ada balapan.