Selasa, 11 Maret 2014

WHO Sarankan Jauhi Unggas/ Stay away from the WHO Suggest Poultry

WHO Sarankan Jauhi Unggas
(Sumber/ source: Noname.2014.”WHO Sarankan Jauhi Unggas”. Dalam Jawa Pos, tanggal 2 Januari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, www.ithinkeducation.blogspot.com)

A).  Infeksi Flu  Burung
1)      Dalam kasus terbaru, penderita adalah laki-laki berusia 2-75 tahun
2)      Empat penderita dikabarkan terpapar atau tinggal dekat dengan pasar unggas.
3)      Sampai saat ini, belum ada bukti transmisi dari manusia ke manusia. Virus masih ditularkan dari hewan ke manusia.

B).  Rekomendasi WHO
1)      Menjauhi peternakan unggas
2)      Hindari kontak langsung dengan unggas hidup
3)      Tidak memasuki rumah jagal hewan
4)      Tidak menyentuh kotoran hewan

Fujian. Kasus infeksi virus flu burung H7N9 kembali terjadi di Tiongkok. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada enam orang yang terinfeksi virus yang ditularkan lewan unggas tersebut. keadaan salah seorang penderita bahkan fatal.
Semua yang terinfeksi berjenis kelamin laki-laki. Usianya mulai 2 tahun sampai 75 tahun. Kondisi empat di antara enam penderita dinyatakan kritis. Mereka di laporkan terpapar atau tinggal di dekat pasar hewan.
Kasus tersebut berasa dari Fujian, Guangdong, Hongkong dan Zhejiang. Pasien terparah adalah lelaki 75 tahun yang saaat itu melaksanakan perjalan ke Shenzhen. Dia lantas jatuh sakit dan meninggal di Hongkong. “Namun belum dipastikan pasien yang terinfeksi berasal dari Tiongkok atau bukan,” tulis WHO dalam pernyataannya. “Yang pasti, sampai saat ini belum ada bukti yang memastikan bahwa virus itu ditularkan lewat manusia ke manusia,” sambung WHO.
            Dengan kejadian tersebut, WHO memberi rekomendasi bagi pelancong yang mengunjungi negara dengan kasus flu burung untuk menjauhi peternakan unggas. Selain itu, hindari kontak dengan hwan hidup di pasar burung, memasuki rumah jagal, dan menyentuh kotoran hewan.
            Sejak Februari sampai Mei 2013, pada gelombang pertama dilaporkan ada 133 kasus H7N9. Kemudian, pada Juli dan Agustus tahun lalu, hanya dua kasus. Sejak Oktober sampai Desember, ada 74 kasus.
            Otoritas kesehatan sudah mengupayakan pencegahan H7N9 kelas kakap. Termasuk dengan menutup pasar unggas hidup di kota yang terkena.

            Penyakit flu burung ditandai dengna pneumonia yang terus memburuk, demam, batuk dan napas tersengal. Penderita bakal diberi obat anti flu seperti Tamiflu dan zanamivirm seperti Relenza untuk perawatan. Ada banyak varian flu burung. Di antaranya, subtipe 16H dan N9. Namun, hanya berlabel H5, H7, dan H10 yang mengakibatkan manusia meninggal.