Minggu, 20 April 2014

Akupunktur, Sejarah Akupuntur dan Manfaat Akupuntur/ Acupuncture, Acupuncture History of Acupuncture and Benefits

Akupungtur, Sejarah Akupungtur dan Manfaat Akupungtur
(Sumber/ Source: Sukanta, PutuOka.1999.Kesehatan Swadaya Teori dan Praktek Pijak Akunpuntur.Sidowayah:Jakarta.)
 (Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)
A)    Apa itu pijat Akupuntur
Sebuah tindaka dalam meningkatkan kualitas kesehata denga pijatan terpusat, pada beberapa lokasi (titik akupuntur) di bagian luar tubuh. Pijat akupuntur ini dikenal juga denga nama akupuntur tapa jarum atau akupresur. Perangsangan titik akupuntur kalaih dukatakan denga jarum disebut akunpungtur, kalau dilakuka denga pemanasan moksa (semacam cerutu yang dibuat dari pohon Ngai/ Artemisia Vulgaris) disebut Moksibasi, kalau dilakukan dengan listrik disebut Elektro akupungtur da kalau dilakukan denga suara disebut Sonopungtur. Akupungtur maupun pijat akupungtur dapat dipelajari secara sistematis oleh siapa saja yang berminat, dapat diamati, diteliti dan dievaluasi.

B)    Sejarah Pijat Akupungtur
Kapan sebenarnya pijat akupungtur dimulai baik dari negeri asal akupungtur atau di Negara lainnya, secara pasti tidak diketahui tetapi kalau ditinjau dari segi alat yang dipergunakan untuk pengobatan, kemungkinan pijat akupungtur lahir lebih dahulu disbanding akupungtur itu sendiri.akupungtur dalam cara pengobatannya memaka berbamacam alat pengobatan sesuai denga perkembanga jamannya, dari alat yang berasal dari batu, bamboo, tulang, perunggu, emas dan kini baja tak berkarat. Sebelum manusia menciptakan alat pengobatan seberti jarum, tentu terlebih dahulu ia menggunakan tangannya atau anggota tubuhnya sebaga alat. Akupungtu disusun da dirumus sebaga sebuah ilmu pengobatan, dimulai 400-5000 tahun yang lalu dan sudah berkembang sejak jaman batu. Dalam buku “Huangti Nei Cng” atau Kitab Penyakit-Dalam Kaisar Kuning, prinsip pengobata tradisional Cina diuraikan secara baik dan sistematis sehingga berkembang ke segala penjuru dunia: Asia, Eropa, Amerika dan belahan bumi lainnya termasuk Indonesia. Di beberapa Negara di luar negeri China, termasuk ndonesia, soal pijat memijat sudah membudaya di kalangan masyarakat. Sebagian cara pijat tersebut, kalau diperbandingkan denga teori dasar Akupungtur bayak sekali kesamaannya, baik mengenai lokasi pemijatan maupun mekanisme rangsangan pijat tersebut. Tetapi seperti di Indonesia, pijat alamiah yang kita kenal dlakukan oleh nenek moyang kita turun temurun sampai generasi sekarang, hamper tidak dapat meninggalkan rumusa teorinya. Banyak pemijat di kampong atau pemijat alamiah yang memperoleh pengetahuan secara turun temurun atau menirukan perbuatan orang lain, belum dapat meneragkan dasar ilmu pijat yang dilakukannya. Kita belum mampu menemukan titik tolak atau saat awal pijat tersebut dilakukan. Boleh jadi dilakukan secara empiris, yang dimulai dar pengalaman yang tidak sengaja, kemudian ditiru da dituturkan dari seorang ke seorang, dank arena bayak kebenara atau bukti penyembuhan baik gejala maupun penyebabnya, maka menjalalah pengetahuan tersebut makin luas dan bertahan dalam perjalanan hidup manusia. Dari hasil pengamatan terhadap beberapa cara pemijatan alamiah itu, maka kita mendapatkan titik temu denga dasar Akupungtur. Oleh karena itu ada kecenderungan bahwa dulunya, para pemula pijat ini selan mendapat pengetahuan secara empiris juga mendapat setidaknya petunjuk dari seseorang yang sudah sedikit bayak mengenal akupungtur. Datangnya pedagang dari Can, misalnya, bukan mustahul dating hanya untuk kepentinga perdagangan tanpa memboyong tradisi dan kebudayaan. Pengaruh budaha Can telah kita ketahui bayak terdapat baik dalam perbendaharaa bahasa kita, beberapa bentuk music da kesenian lainnya. Jadi ada kemungkinan besar bahwa cara pengobatan mereka pun ikut membaur dan mempengaruhi atau ditiru oleh penduduk asli yang bersinggung dengan pendatag Can tersebut. Dalam dunia pengobatan, seperti ramuan obat-obatan yang paling menunjol masih meninggalkan dampak dalam pengobata tradisional yang ada di Indonesia. Perbedaan nyata antara Pjat Akungputur denga teknik pijat lannya adalah pada pemilihan lokasi pijat. Pijat akungpuntur haya memerlukan beberapa local saja yaitu pada titik akungputur tertentu. Tujuan pengobatan yang diharapkan adalah untuk penyembuhan penyakit, pencegahan penyakit, memperkuat daya tahan tubuh serta mengurangi rasa sakit bukan untuk kesegaran jasmani seperti pijat yang dilakuka hamper pada seluruh tubuh.

C)    Manfaat Pijat Akungpuntur
Secara umum akupungtur dan pijat akungputr dapat dimanfaatkan untuk pencegahan seranga penyakit, penyembuhan penyakit, pati rasa da usaha peningkatan daya tahan tubuh (prevention, curing and promotion). Oleh karena itu akupungutur dapat dimanfaatkan untuk kasus:
1)      Menghilangkan rasa sakit sehubunga denga fungsi tubuh dan penyakit berkepanjangan.
2)      Menghilangkan rasa sakit sampai dokter dating atau tiba di rumah sakit
3)      Pencegahan kekambuhan penyakit yang diderita sebelumnya, dilengkapi rangkaian pengobatan yang ditetapkan dan sepengetahuan dokter yang mengobatinya.
4)      Peningkatan daya guna tubuh
5)      Peningkata daya tahan tubuh
6)      Pertolonga pertmaa da kasus darurat

Karena terbukti berhasl bak, akupungtur da akupresur sekarang diajarkan sejumlah universitas di dunia da semakin bayak pengobatan modern mengikuti kursus pelatihan akungputur maupun akupresure. Jika akungputur haya dilakukan oleh seorang ahli maka akupresur dapat dilakukan oleh pasien baik dengan bimbingan ahli maupun tidak, sebab akupresure untuk mudah dipelajari da diterapkan. Karena adanya alas an ini dapat rasa taggung jawab yang semakin besar dari kalanga yang semakin luas atas kesehatan da kesejahteraan sendiri da lingkungannya maka akupresure memberikan peluang yang optimal untuk mencapai tujuan tersebut. Juga factor akupresur yang tidak dating akibat sampingan seperti halnya yang sering ditimbulkan oleh obat-obat kimia maka akupresure sangat membuka kemungkina untuk lebih disebarluaskan.