Rabu, 09 April 2014

Bagaimana Cara Membuat Sasando, asal Nusa Tenggara Timur, Indonesia?/ How to Make Sasando, origin Flores Indonesia?

Bagaimana Cara Membuat Sasando, asal Nusa Tenggara Timur, Indonesia?
(Sumber/ Source: Hadi, Ariski Prasetyo.2014.1 Mahir, Langsung Bwa Pulang ke AS. Dalam Jawa Pos, tanggal 13 Februari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)

            Sasando merupakan alat musin khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur NTT). Ironisnya, ini alat musik itu mulai tergusur dari tanah asalnya. Wartawan Jawa Pos Ariski Prasetyo Hadi yang baru datang dari sana melaporkan.
            Lagu Ondel-Ondel mengalun merdu di salah satu rumah di Kabupaten Kupang. Tepatnya rumah di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, NTT.
            Jawa Pos yang berkunjung ke rumah tersebut sempat di buat penasaran oleh bunyi alat musik itu. Seklias terdengar seperti gitar musik. Namun, ketika masuk lebih dalam ke rumah tersebut, ternyata tebakan itu salah. Bunyi tersebut berasal dari alat musik tradisional Pulau Rote, yakni sasando.
            Saat ini Berto Pah, 25, dengan lihai memainkan alat musik tersebut. jemarinya memetik senar yang melingkar tanpa sekalipun melihat. Dia sangat menikmati permainannya. Setelah lagu ondel-ondel, Berto memainkan Don’t Know Why yang dinyanyikan Norah Jones. Kali ini msuk yang dibawakan berhasil memukau Jawa Pos yang datang bersama rombongan UK Petra Surabaya.
            Berto Pah merupakan salah satu warga Kupang yang berhasil menembus ajang pencarian bakat di salah satu televisi swasta, yakni Indonesia Mencari Bakat/ IMB. Dengan bakat memainkan sasando, dia berhasil memikat dewan juri. Sayangnya, dia belum berhasil menjadi juara. Setelah itu, muncul seorang lagi. Kali ini lebih tua. Namanya Jeremias Apah. Memakai kemeja putih lengan pendek dengan topi bercula atau Ti’i Langga. Selain itu, pria tersebut memakai kain tenun adat untuk bawahan. Keduanya kini berkolaborasi memainkan lagu adat NTT.
            Jeremia merupakan ayah kandung Berto. Dialah yang mengajari Berto bermain Sasando. “Dulu banyak yang berminat bermain sasando. Namun, kini sudah jarang yang mau belajar,” tuturnya.
            Ya peminat alat musik itu memang menurun. Khususnya warga NTT sendiri. Menurut Jeremias, sekarang yang belajar justru warga dari luar negeri. Misalnya, warga asal Jepang, Tiongkok, Malaysia dan Thailand. Bahkan, ada warga AS yang rela datang ke rumah Jeremas untuk belajar memainkan Sasando. “Mereka rela belajar tiap sore,” jelasnya.
            Belajar sasando, cap Jeremias tidak susah. Hanya butuh waktu dua minggu. Namun, mereka harus konsisten belajar setiap hari. Dia menconto warga AS yang dua minggu les privat sasando. “Kini dia sudah hebat. Dia langsung bel sasando untuk dibawa pulang,” tuturnya.
            Jeremias mengaku, anak-anak muda kini lebih senang belajar gitar dan alat band ketimbang sasando. Sekarang papar dia, sangat sulit menemukan warga NTT yang mau belajar sasando. Hal itu dia buktikan sendiri. Selain menjual sasando, Jeremias membua kursus sasando. “Paling hanya satu dua orang. Selebihnya warga negara asing,” ungkapnya.
            Lebih lanjut, lelaki berusia 5 tahun itu berharap pemerintah daerah setempat juga mendukung pelestarian budaya, khususnya sasando, “jangan sampai nanti diiklaim negara lain, tegasnya.

1) Tentang Sasando?
            Sasando adalah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik. Sasando berasal dari Pulau Rote. Kepulauan Rote meruakan sekumpulan pulau. Rote berstatus sebagai kabupaten berdasar UU Nomor 9 Tahun 2002.

2) Jenis-jenis Sasando
Sasando Tradisional
sasando gong biasanya dimainkan dengan irama gong dan dinyanyikan dengan syair daerah Rote untuk mengitari tari, menghibur keluarga yang berduka, atau mengadakan pesta. Sasando gong bernada pentatonik. Sasando gong berdawai tujuh atau memiliki tujuh nada berkembang menjadi sebelas dawai. Sasando gong lebih di kenal di  kepulauan Rote.
Sasando biola lebih berkembang di Kupang. Sasando biola memiliki nada diatonis. Bentuk alat musik itu mirip sasando gong tetapi alat memiliki diameter yang jauh lebih besar daripada pada sasando gong. Jumlah dawai pada sasando biasanya lebih banyak yakni 30 nada yang berkembang menjadi 32 dan 3 dawai.

3) Bagaimana cara membuat Sasando?
Bentuk alat musik ini cukup sederhana dengan bagian utama berupa tabung panjang yang terbuat dari bambu. Bagian tengah melingkar serta terdapat penyangga atau “senda” dalam bahasa Rote, dengan dawai atau senar yang direntangkan di tabung bambu dari atas ke bawah. Penyangga tersebut menghasilkan nada yang berbeda dalam setiap petikan dawai. Wadah berbeda dalam setiap petikan dawai. Wadah yang berfungsi sebagai resonansi sasando adalah anyaman lontar.
Secara harfiah, dalam bahasa Rote, sasando adalah alat musik yang bergetar atau berbunyi.

Cara membuat sasando
Bahan dasar untuk membuat sasando adalah kayu, paku penyangga, senar string, daun lontar dan bambu.
a) Bambu dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Kemudian, dua ujung bambu ditutup dengan kayu jati sehingga menghasilkan rongga di bagian dalam.
b) agar menarik, ruas bambu dilukis secara manual dengan spidol warna yang tahan air, lalu disemprotkan dengan pernis agar awet dan tidak luntur.
c) Bentuklah daun lontar menjadi setengah lingkar. Sebagai tali pengikat untuk menyatukan lembaran daun lontar yang satu dengan lain, gunakan lidi daun lontar yan diiris tipis. Lalu dibiiarkan 4 hari hingga mengering dan keras.

d) setelah kering, gabungkan rangkaian daun lntar itu dengan tabung bambu yang sudah dipasangi senar.