Rabu, 30 April 2014

Bentuk Sediaan Obat (BSO) dalam Farmakologi/ Categories Drugs (BSO) in Pharmacology


Bentuk Sediaan Obat (BSO) dalam Farmakologi
(Sumber/ source: Anonim.Buku Ajar Penggunaan Obat dalam Keperawatan Prodi S1 Keperawatan.Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Artha Bodhi Iswara.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com or www.ithinkeducation.wordpress.com)
     I.            Bentuk Sediaan obat
A.    Bentuk Sediaan Obat (BSO) Padat: Pulvis dan Peres; Tablet (Tablet Pipih; tablet lapis gula atau film; tablet salut dalam;); tablet telan atau tablet hisap= Lozenges: Tablet sub lingual; Tablet kunyah; effervescent tablet; kapsul ablet (Kaplet): kapsul keras/ lunak; supositoria.
B.     Bentuk Sediaan Obat (BSO) Cair: Solutio (Mixtura dan Mixtura Agitanda); Suspensi, Emulsi, Guttae, Sirup, Saturatio, Galenica, inhalasi (Nebula/ Spray), injeksi.
C.     Bentuk Sediaan Obat (BSO) Unguentum: Salep unguetum (epidermis; endodermis; mukosa; mata); pasta, krim, jelly (gel), sapo, emplastra/ Colemplastra.

  II.            Cara Pemberian
A.    Pemberian Oral
1.      Sediaan Oral
Keuntungan:
a.       Nyaman-mudah dipakai
b.      Mudah dibawa dan disimpan
c.       Mudah diterapi bila terjadi toksik “aman”
d.      Pasien dapat menggunakan sendiri
e.       Padat yang berlapis: proteksi terhadap kerusakan obat
f.       Absorpsi terkontrol, lama kerja diperpanjang
KeleIrimahan:
a.       Memerlukan pengertian pasien
b.      Tak nyaman pada obat yang iritan
c.       Absorpsi tidak sempurna
d.      Bioavailabilitas rendah
e.       Mula kerja lambat
f.       Tidak cocok untuk bayi dan anak
2.      Sediaan Rektal
Keuntungan:
a.       Enak atau baik untuk pasien yang nonkooperatif
b.      Cocok untuk anak dan pasien yang tidak sadar
c.       Kecil terjadi first pass effect (FPE)
Kerugian
a.       Iritasi lokal
b.      Mulakerja obat lebih lama
3.      Sediaan Sublingual
Contoh: PETN; Nitroglyserin (vasodilator) dengan sub lingual; oleh karena:
a.       Larut lemak, dari mulut tanpa lewat hepar, non FPE
b.      Dengan jumlah kecil masih efektif\
Keuntungan:
a.       Absorpsi lebih baik dan cepat
b.      Bioavailabilitas 100% tanpa FPE
Kerugian:
a.       Iritasi lokal
b.      Tidak mudah pada pasien yang nonkooperatif
c.       Tidak cocok untuk jumlah besar

B.     Pemberian Suntik
1.      Intra Vaskuler
i)        Intravenous (IV) dipakai hanya larut air dan tidak mengkristal: gentamycine.
Keuntungan:
a.       Mulakerja cepat, sangat cocok untuk keadaan darurat kegawatan
b.      Dosis dapat dihitung dengan tepat
c.       Sangat diinginkan untuk obat yang iritan
d.      Dalam jumlah besar dapat disuntikan
e.       Dipakai pada pasien yang tidak sadar
f.       Tidak ada FPE
Kerugian:
a.       Nyeri
b.      Tidak cocok untuk obat yang mengendap dan larut minyak
c.       Sukar dilakukan sendiri (oleh pasien)
d.      Sukar diterpai bila terjadi toksik
e.       Perlu media septik
f.       Perlu seorang yang profesi dalam menyuntik
g.      Perlu RS untuk perawatan
h.      Mahal
ii)      Intra-arterial:
Keuntungan: obat dapat dikirim dengan tepat sesuai keinginan
Kerugian: perlu tenaga ahli untuk memberikan dan meningkatkan rasa takut.
2.      Intramuskuler
Keuntungan:
a.       Dipakai untuk obat yang tidak dapat per oral
b.      Dalam jumlah besar dapat diberikan (tidak sebesar IV)
c.       Mudah dipakai untuk obat yang larut minyak
d.      Lebih mudah daripada IV
e.       Non FPE
f.       Lebih cepat dari per oral
Kerugian:
a.       Nyeri
b.      Tidak dipakai pada obat yang iritan
c.       Mahal
d.      Perlu aliran darah cukup untuk segera diserap

3.      Subcutan: Insulin:
Kecepatan absoropsi tergantung pada: tempat penyuntikan, kelarutan, kecepatan aliran darah (kita dapat melambatkan absorpsi dengan pemberian vasokonstriktor)
Keuntungan:
a.       Lebih mudah daripada IV
b.      Tidak FPE
c.       Lebih cepat daripada per oral
Kerugian:
a.       Sakit
b.      Tidak pakai pada obat yang iritan
c.       Mahal
d.      Kecepatan aliran darah berpengaruh dapat absorpsi

C.     Lain-lain
1.      Inhalasi: untuk penyakit yang terlokalisir (Asma dengan obat salutamol)
Keuntungan:
a.       Sangat cepat kerjanya, oleh karena permukaan kontak (serap) luas dan aliran darah
b.      Segera mencapai tempat kerja
Kerugian:
a.       Tidak cocok untuk obat-obat iritan
b.      Kerja obat yang irreversibel* tidak dapat diobati
c.       Tidak cocok untuk pasien yang tidak sadar
d.      Tidak dapat diregulasi dosisnya.
2.      Intradermal: untuk vaksinasi dan tes hipersensitif
3.      Intranasl
4.      Topikal: keuntungan, mukosa (rektal, vagina dan mata)
Keuntungan: iritasi lokal, efek sistematik tergantung aliran darah.
5.      Intrathecal: kedalam sumsum tulang belakang di ruang sub arachnoid untuk mengobati penyakit di SSP seperti meningitis (radang selaput otak)
Keuntungan:
a.       Perlu orang ahli (suntik)
b.      Meningkatkan hazard
6.      Intraventrikuler
7.      Intraperitoneal
Keuntungan: meningkatkan absorpsi
Kerugian: perlu masuk rumah sakit dan bila obat tak diserap, perlu diambil keluar