Sabtu, 12 April 2014

Jembatan Pelabuhan Sydney, Australia/ Bridge Climb Sydney Harbour, Australia

Bridge Climb Sidney Harbour, Australia
(Sumber/ Source: Noname.2014.Bridge Climb Sidney. Dalam Jawa Pos, tanggal 4 April 2014.)
 (Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)
            Sepanjang hampir 15 tahun sejak beroperasi pada Oktober 1998, atraksi BridgeClimb Sidney, Australia, dijajal lebih dari 137 negara. Salah seorang tour leader tertua Bridge Climb Sidney, Michale Dzikowsky, memilik pengalaman seru saat menemani para pendaki.
            Suaranya tegas dengan logat Australia yang kental. Namun, ketika menyapa para pendaki, logat Michael Dzikowsky bisa berubah. Misalnya, saat menyapa pendaki asal Inggris, Dzikowsky mengubah logatnya menjadi British banget. Begitu pula halnya ketika mengetahui pendaki yang masuk dalam timnya pagi itu berasal dari Amerika Serikat. Tetapi, untuk logat Indonesia, dia tidak bisa. “Apa kabar?” katanya ringan lantas senyum lebar.
            Terlahir 50 tahun lalu, lelaki asal Sydney Australia, itu menjadi salah seorang tour leader Bridge Climb Sidney yang masa kerjanya seusia atraksi ternama di Sidney tersebut. “Saya menjadi tour leader begitu atraksi ini dibuka untuk umum pada Oktober 1998,” paparnya saat memimpin rombongan 13 pendaki yang sembilan di antaranya berasal dari Indonesia, 29 Maret.
            Dengan masa kerja yang menyentuh 15 tahun itu, pengalaman Dzowsky sanat banyak dan beragam. Salh satu yang diingatnya adalah masa awal dinas. Jembatan Sydney Harbour yang ternama dengan view Opera House Australia yang ikonik tersebut, rupanya, menjadi lokasi favorit untuk melamar seseorang. Berdasar data Bridge Climb Sydney, ada sekitar 4000 pertunangan yang terjadi di atas jembatan. Pertunangan itu bisa berupa ajakan menikah atau pertunangan resmi. Dan, Dzikowski perna mengalami itu semua. Namun, ada satu yang tidak lepas dari ingatannya. “Saat itu saya baru kali pertama bertugas. Ketika mencapai titik  tertinggi jembatan, salah seorang lelaki tiba-tiba berlutut dan mengajukan pertanyaan keramat kepada kekasihnya. Apakah engkau mau menikah denganku?” uungkapkan Dzikuwsky. Grup pendaki yang dibawa Dzikowsky pun terhenti dan semua pasang mata melihat ke arah pasangan tersebut. tidak perlu waktu lama bagi si gadis untuk menjawabnya. “Hanya sekitar lima detik. Dan jawabannya adalah tidak,” sambungnya.
            Situasi tidak enak langsung dirasakan para pendaki lain. Dzikowsky mengenang, begitu si gadis menjawab tidak, dirinya langsung mengalihkan perhatian pendaki lain dengan menjelaskan lokasi asyik di Sidney. “Tentu saja, mereka berdua tidak memperhatikan saya. Mereka sibuk bersitegang,” ujarnya.

            Selain penolatan tersebut, pengalaman lain yang dikenang Dzzikowsky adalah saat dirinya mengantar pendaki tertua, Chirs Muller, yang berusia 100 tahun pada 1999. Dzikowsky menutur bahwa Muller memang tidak mengikuti rute reguler. Dia langsung di bawa naik dengan lift. Tetapi, untuk menuju titik tertinggi, memang mereka mash harus berjalan. Jalannya tidak jauh, hanya berkisar 20 meter. Meski demikian, Muller membutuhkan waktu sejam untuk mencapai titik tersebut. “Bukan karena jalannya lambat. Bukan juga karena banyak istirahat. Sebab, Miss Muller menyapa satu per satu pendaki lain yang melewati dirinya. Semua pendaki disalami dan diajak ngobrol. Padahal, saya menemani dia sudah deg-degan tidak akruan karena takut terjadi sesuatu dengannya,” ututr Dzikowsky.