Sabtu, 12 April 2014

Masker (Respirator), Master of Health Care

Masker (Respirator), Master of Health Care
(Sumber/ Source: Noname.2014.Si Master Penangkal Debu. Dalam Jawa Pos, tanggal 18 Februari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)
Sekarang hampir semua orang pakai masker saat pergi kemanapun. Mungkin karena sekarang maskker nggak Cuma digunakan buat melindung wajah dari butiran debu dan polusi udara, tapi juga sudah menjadi ren fashion. Tahu nggak sih, masker atau juga dikenal sebagai respirator itu pada awalnya biasa digunakan untuk kalangan indusri, terutama para pekerja lapangan yang sehari-hari berhadapan dengan udara yang kotor dan jauh dari kata higienis. Biasanya, masker dirancang untuk sekali pakai dan nggak boleh digunakan lagi. Namun, seiring dengan ebrjalannya waktu, masker atau respirator juga mulai digunakan pada bidang kedokteran, khususnya saat para dokter melakukan operasi bedah atau memeriksa pasien. Masker biasa atau dikenal sebagai masker bedah, yang kemudian juga digunakan oleh masyarakat umum, biasanya memiliki bagian luar yang berwarna hijau muda dan bagian dalam yang berwarna putih. Juga terdapat tali atau karet untuk memudahkan dipasang pada bagian belakang kepala atau telinga. Nah, karena tingkat pencemaran udara di kota besar seperti Surabaa ini makin lama semakin tinggi, masker sudah nggak lagi hanya digunakan pekerja industri atau tim dokter. Banyak kalangan yang menggunakan masker untuk memproteksi diri dari debu dan memfilter polusi udara. Mulai pengendara motor, pejalan kaki, sampai pelajar yang rutin naik angkutan umum. Masker juga bisa berfungsi sebagai anti-gas spray.         Berdasarkan banyak penelitian mengenai masker yang dilakukan beberapa tahun terakhir, penggunaan masker juga bisa menjadi salah satu upaya yang sangat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti influenza dan tuberkulosis. “Masker mampu memberikan perlindungan yang cukup. Untuk pemakaian, masker harus dipakai ketika keluar rumah atau ditempat ramai guna menghindari penularan penyakit,” ujar Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova yang rakyatnya dulu sempat terkena wabah flu babi.
            FYI, orang jepang mengibaratkan memakai masker saat bepergian kemana pun hampir sama dengan memakai baju. Karena itulah, media Jepang saat ini telah menganggap pemakaian masker sebagai tren fashion yang lagi hit. Bahkan, beberapa perusahaan memanfaatkan tren fashion itu. Antara lain Picomask yang telah menjual masker bedah berwarna-warni sejak 2010. Meski fungsi utama masker memang master penangkal debu, saat ini bisa memakai masker sekadar sebagai fashion item dengan berbagai bentuk yang lucu dan yang penting tetap jaga kesehatan, ya, folks!

A) Fakta tentang masker
Masker sekarang memang sudah menjadi benda yang favorit yang bikin hidung kita tertutup ini, ada beberapa fakta yang harus kamu ketahui loh tentang masker. Cekidot!
1) Get What You Need
Pemilihan masker itu nggak sembarangan loh. Misalnya, kalau sakit, kamu boleh kok pakai surgical mask. Masker ini berguna untuk menegah cairan dari mulut dan hidung kamu menyebar ke mana-mana. Tapi, kalau kamu sehat, kamu butuh masker respiratory N95 yang bisa menyaring partikel kecil di udara seperti virus. Masker ini menyaring virus dan sebangsanya sebanyak 90 persen.
2) Simple but Forgotten
Tahu nggak sih, ternyata dua lapisan beda warna pada masker itu juga beda fungsi? Kalau kamu sakit, lapisan putih seharusnya menghadap ke mulutmu buat menyaring mikroorganisme biar nggak menyebar ke luar. Kalau kamu sehat, lapisan putih ini harus menghadap ke luar biar bisa mencegah organisme jahat masuk ke tubuhmu.
3) Once is Enough
Masker harus diganti setiap hari, nggak boleh dipakai lagi, apalagi dicuci. Big no! Kamu kan pakai masker di luar ruangan, otomatis banyak banget tuh kuman yang nempel. Kalau dicuci, filternya malah makin rusah dan pori makin membesar. Jangan bikin jalan tol buat kuman deh, Sob!

B) Tentang Bio Mask
Terdiri dari
1) Ear loop adjuster: untuk memastikan masker ini terpasang dengan nyaman dan pas di wajah.
2) Interor nose flap and flexible nose piece: mencegah polusi udara
3) Activ layer: mengikat dan membunuh bakteri serta virus berbahaya.
4) Outer layer: sebagai penahan cairan dari mulut dan hidung
5) Filtration layer: serat untuk menyariing partikel di udara.
) Inner layer: sebagai penahan cairan dari mulut dan hidung.

C) Masker Antimainstream
Ke mana-mana selalu pakai masker hidung. Pasti bosan kalau  pakai masker bentuknya begitu saja? Apalagi, bentuknya sama semua, kelihatannya mainstream banget, Bro. Biar tampak antimainstream dan kamu juga nggak bosan, bisa juga loh kamu pakai masker yang kayak begini. Stylish tipis-tipis.
1) Masker Bane. Mau gaul tapi tetap pakai masker yang warnanya hijauh, ah, kayak orang penyakitan deh. Pakai yang gambar kartun, eh malah norak plus dibilang alay. Nah, yang keren itu pakai masker Bane yang ada di film Batman. Pasti dh semua orang bakal melihat ke arah kamu. Sebab, kalau pakai masker itu, dijamin penampilan makin sangar dan garang.
2)Masker Scuba. Karena lagi musim abu vulkanis, nggak Cuma hidung yang harus dilindungi, Bro. Mata kamu juga jadi aset penting buat dilindungi dari abu vulkanis. Karena itu, coba deh pakai masker scuba. Itu tuh masker yang biasa dipakai untuk diving. Pasti deh nggak bakal ada debu yang masuk ke mata kamu dan berasa diving all day long. Hi hi hi

3) Masker 3 D. Masker bergambar karakter Angry Brids mah udah kuno, iyu banget itu cuy. This is 2014, Bro. Harus cari inovasi yang baru dong! Sekarang udah ada nih masker yang lebih lucu ketimbang masker bergambar karakter Angry Brids atau bahkan Flappy Bird yang lagi hit banget. Masker 3D namanya. Yap, nggak Cuma bentuknya yang timbul, masker itu juga bisa didesain apa saja. Mulai yang terbentuknya hidung mancung ala Pinocchio sampai bibir seksi juga ada. Berasa masker kustom gitu, Bro. Bikin bentuk sesuai dengan kesukaanmu sendiri.