Rabu, 09 April 2014

Pertanggungjawaban ideologi Liberal, Komunis dan Pancasila, di hadapan Tuhan, Cerita Lelucon/ Accountability Liberal ideology, Pancasila and the Communists, in the presence of God, Story Jokes

Pertanggungjawaban ideologi Liberal, Komunis dan Pancasila, di hadapan Tuhan, Cerita Lelucon

(Sumber/ Source: Noname.2014.Kepintaran Berpolitik. Dalam Jawa Pos, tanggal 17 Februari 2014.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta.2014. please follow blog/ silahkan ikuti blog: www.ithinkeducation.blogspot.com)

            Tiga politisi tiba-tiba dipanggil ke langit oleh sang pencipta saat tengah berkampanye. Tentu ada sesuatu alasan yang mahapenting. “Kalian bertiga. Ayo, ikut aku! Ada yang mau diomongin sama sang pencipta tuh,” seru utsan dari langit.
            Tiga politisi itu kebetulan berasal dari tiga negara berbeda. Dari Amerika diwakili oleh Alex Kennedy, dari Tiongkok diwakili oleh Han Zedong, dan dari negeri antah berantah adalah Petruk.
            Setelah habis-habisan mencela tindakan politisi di dunia, sang pencipta menyampaikan bahwa Ia sudah muak. Dewa memutuskan dalam tiga hari dunia akan kiamat. Tiga politisi ini disuruh kembali ke negaranya untuk menyampaikan keputusan itu kepada rakyatnya.
            Ketiga politisi pulang ke negara masing-masing sambil memutar otak.
            Di depan kongres Amerika Serikat, yang disiarkan langsung di TV, Alex Kennedy mencoba bermain retorika. “Rakyat sekalian, saya memiliki kabar untuk Anda semua. Ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama, kabar baik dulu ya. Sang pencipta itu benar-benar ada seperti yang kita yakini,” katanya gugup. “Kabar buruk: Tuhan akan memusnahkan dunia ini dalam tiga hari.” Hasilnya payah. Terjadi kerusuhan dan penjarahan di mana-mana.
            Di depan kongres partai terbesar di Tiongkok. Han Zedong memodifikasi taktik Alex Kennedy. “Kawan-kawanku!” serunya. “ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama, kabar baik dahulu. Ternyata para pendahulu kita salah. Sang pencipta itu benar-benar ada. Kabar buruknya, Tiga hari lagi Dia akan mengkiamatkan dunia ini,” katanya sesenggukan. Hasilnya lumayan. Orang berlarian ke tempat ibadah untuk bertobat.

            Di depan sidang paripurna Dewan Terhormat, di negeri antah berantah, yang disiarkan langsung oleh televisi, Petruk tersenyum semringah. “Saudara sebangsa dan setanah air, saya membawa dua kabar baik. Kabar pertama, dasar negara kita memang benar, Tuhan itu benar ada,” katanya tenang. “Kabar baik kedua, dalam tiga hari kedepan, semua masalah masalah korupsi, kemiskinan, kelaparan, terorisme, kesehatan yang buruk, dan semua penderitaan ini akan segera berakhir.” Sukses besar! Seluruh rakyat larut dalam pesta dangdut dan pawai.