Rabu, 09 April 2014

Preeklampsia pada Kehamilan/ Preeclampsia in Pregnancy

Preeklampsia pada Kehamilan
(Sumber/ Source: Prenagen Buku Hamil.)
(Rewritten by/ Diketik kembali oleh: Dimas Erda Widyamarta, silahkan mengikuti di dalam blog/ please follow in the blog: www.ithinkeducation.blogspot.com.2014)
Beberapa ibu mempunyai risiko preeclampsia selama kehamilan yang ditandai oleh tingginya tekanan darah yang lebih dari 140/90 mmHg, tungkai bawah bengkak berlebihan dan adanya protein dalam urin (proteinuria). Preklampsia merupakan penyebab kematian nomor dua terhadap ibu hamil setelah perdarahan. Preeclampsia dapat terjadi pada usia kehamilan 20 minggu atau mendekati masa persalinan.
Walaupun preeclampsia seringnya terjadi pada trimester III pada kehamilan pertama, namun beberapa ibu hamil mengalaminya pada trimester II. Adapun gejalanya antara lain:
1)      Sakit kepala yang tidak hilang
2)      Penglihatan gelap dan pandangan kabur
3)      Mudah kebiruan pada kulit
4)      Nyeri hebat di sebelah kanan perut
5)      Pembengkakan yang luar biasa pada tungkai bawah secara mendadak.

Bila mengalami hal tersebut, segeralah berkonsultasi ke dokter karena preeclampsia bisa sangat serius. Preeclampsia pada trimester II, akan membuat Dokter melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah benar preeclampsia atau menderita lupus, epilepsy (ayan) dan lainnya. Dokter juga akan mencari tahu factor penyebabnya apakah kehamilan kembar, kehamilan palsu atau anggur (mola) akan mengalami kekentalan darah. Preeclampsia bisa berefek buruk pada system tubuh termasuk pada plasenta yang menyediakan zat gizi bagi janin.